Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 76. Tantangan Arena


__ADS_3

Xon yang terkena racun secara tak terduga mengeluarkan cairan putih yang sangat banyak dari dalam mulutnya yang menyebabkan Yan Duxing menjadi panik.


Yan Duxing yang lebih mementingkan keselamatan Xon dengan cepat berlari menuju Paviliun Penjinak Hewan dan meminta bantuan.


Yan Duxing yang telah menjadi anggotanya ternyata dapat dengan mudah mendapatkan bantuan tapi ternyata bantuan itu tidak cukup.


“Maafkan kami! Hewan kontrakmu yang terkena racun ternyata tidak bisa diselamatkan!” ucap Pria tersebut dengan wajah yang menyesal yang membuat Yan Duxing kehilangan keseimbangan tubuhnya.


“Racun yang ada ternyata dapat bergerak dengan sangat cepat untuk menyerang beberapa bagian penting di dalam tubuhnya!” ucap pria itu sambil menarik nafas yang panjang.


Yan Duxing yang telah kehilangan Xon merasa sangat terpukul meskipun Xon baru menjadi Hewan Kontraknya tapi kedekatan dan ikatan yang terjalin adalah nyata.


Yan Duxing yang kesulitan menerima kenyataan Xon telah meninggalkannya pun menggoyang-goyangkan tubuh Xon berulang kali berharap Xon hanya tidur atau pingsan.


“Xon! Huuhhh.... Huuuu...! Xon, kenapa kau pergi begitu cepat?” teriak Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang sedih dengan air mata yang mengalir sangat banyak.


Wu Sheng yang melihat Yan Duxing yang baru beberapa jam yang lalu sangat bahagia menceritakan tentang Xon kepadanya harus kehilangan Xon karena dirinya pun menjadi sangat marah.


“Kenapa? Kenapa semua ini terjadi? Dasar b*jingan! Beraninya kau menyentuh Xon!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan tangan terkepal erat.


“Aku tidak akan pernah mengampunimu! Aku akan menghancurkanmu Mo Sanlang! Aku akan memberitau semua orang tentangmu yang selalu menggunakan trik kotor untuk menyerang orang yang tak kau sukai!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan tekad yang kuat.


Yan Duxing yang berduka karena kehilangan teman yang sangat berharga baginya pun tidak menyadari kepergian Wu Sheng.


Wu Sheng yang pergi meninggalkan Yan Duxing ternyata pergi mencari Mo Sanlong di Halamannya.


“Mo Sanlang! Keluar kau! Aku menantangmu di atas Arena Pertandingan! Aku akan membalas yang telah kau lakukan kepad Xon!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


“Aku akan mengalahkanmu dan membalaskan kematian Xon! Lagipula Gurumu adalah musuh dari Guru dan cepat atau lambat kita berdua pasti akan bertemu di atas Arena Pertandingan jadi tidak ada salahnya jika pertemuan ini dipercepat!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin.


Tantangan yang diberikan Wu Sheng kepada Mo Sanlang dengan cepat menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya.


“Apa yang terjadi? Kenapa orang itu ada di depan halaman Tuan Muda Mo?”

__ADS_1


“Apa kau tidak mendengarnya? Dia datang untuk menantang Tuan Muda Mo!”


“Apa menantang Tuan Muda Mo? Apakah dia pikir dia cukup kuat untuk bisa menang?”


Murid Dalam Sekte Langit yang tidak mengenal Wu Sheng pun memandang rendah ke arah Wu Sheng dan dengan percaya diri mengatakan bahwa Wu Sheng pasti kalah.


Namun hal itu berbeda dengan Murid Luar yang berhasil masuk menjadi Murid Dalam yang dengan senang hati mendukung Wu Sheng.


“Apakah itu Tuan Muda Wu? Apakah dia menantang Mo Sanlang?”


“Aku rasa seperti itu dan aku yakin Tuan Muda Wu pasti akan menang dan menjadi yang terkuat di Sekte Langit!”


“Tuan Muda Wu adalah Pemecah Rekor Seleksi Ujian Masuk dan Pemenang Ujian Murid Luar serta berhasil membuat orang diurutan 25 daftar terkuat menjadi cacat pasti akan menang!”


Mo Sanlang yang mendengar beberapa tanggapan orang-orang tentang tantangan yang diucapkan Wu Sheng pun tersenyum licik.


“Apakah Seekor Bebek buruk rupa sungguh berpikir jika diriya akan bisa berubah menjadi Angsa?” sindir Mo Sanlang yang sedang bersantai di bawah pohon.


Mo Sanlang yang keluar dari halamannya dan berdiri tepat di hadapan Wu Sheng pun menatap rendah ke arah Wu Sheng.


“Sungguh besar nyalimu untuk melawanku hingga menantangku di depan halamanku!” sindir Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang dingin.


Mo Guo yang juga keluar dan berada di belakang Mo Sanlang pun ikut menjadi kesal dan dengan cepat memprovokasi Mo Sanlang tapi tidak berhasil.


“Hah, si br*ngsek sombong ini tidak akan tau tingginya langit jika tidak diberi pelajaran jadi Kak sebaiknya kau menerima tantangannya dan menjadikannya orang yang cacat!” ucap Mo Guo dengan tawa kecilnya.


“Semua yang kau katakan itu benar Xiao Guo! Orang tidak akan tau tingginya langit jika tidak disadarkan!” sindir Mo Sanlang dengan tatapan mata yang dingin.


“Tapi kenapa aku harus menerima tantangannya? Sementara itu masih banyak Murid lain yang ingin bertanding denganku!” ucap Mo Sanlang dengan wajah yang datar.


Wu Sheng yang berpikir jika Mo Sanlang akan tersulut emosi dan akan dengan cepat menerima tantangannya lalu masuk ke dalam jebakannya pun menjadi kesal.


“Kau marah karena aku menghinamu jadi kau meracuni Xon dan menyebabkannya mati! Apakah kau takut menerima tantanganku?” tanya Wu Sheng dengan amarah yang tertahan.

__ADS_1


“Hahaha.... Aku takut.... Kenapa aku harus takut kepada Murid baru yang baru saja menjadi Murid Dalam? Hanya saja kau tidak pantas bertanding denganku!” ucap Mo Sanlang dengan wajah yang tidak tertarik.


Orang-orang yang mendengar perkataan Mo Sanlang pun ikut tertawa dan dengan cepat memandang rendah ke arah Wu Sheng yang ternyata adalah tujuan utama Mo Sanlang.


“Jika seperti itu maka bagaimana dengan ini!” ucap Wu Sheng yang tidak bisa mundur lagi karena keinginannya yang besar ingin membalas perbuatan Mo Sanlang kepada Xon.


Wu Sheng yang memiliki dua buah cincin penyimpanan dengan cepat melepaskan satu cincinnya dan menjadikan isi yang ada di dalam cincin itu sebagai taruhannya.


“Di dalam cincin ini terdapat ratusan Inti Kristal berwarna Hijau dan Cyan. Tak hanya itu di dalamnya pun terdapat ratusan Pil Penyembuh dan Pil Terobosan!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan satu tangan memegang cincin penyimpanan ke atas.


“Jika kau berhasil menang melawanku maka cincin ini akan menjadi milikmu tapi jika kau kalah maka kau harus meminta maaf kepada temanku Yan Duxing dan mengakui semua yang telah kau lakukan selama ini!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.


“Jangan kau pikir aku tidak tau! Aku sudah tau jika kau adalah orang yang telah mensabotase Perlombaan Alkemia, mengirim orang untuk menjadikanku target Hewan Buas dan mengirim orang untuk mencelakaiku saat Ujian Murid Dalam!” ucap Wu Sheng dengan suara yang rendah yang hanya bisa didengar oleh Mo Sanlang.


Mo Sanlang yang sudah menduga bahwa Wu Sheng telah mengetahuinya pun tidak ingin terjebak dan memberikan Wu Sheng kesempatan untuk menjatuhkannya.


“Benarkah? Hmmm, apakah kau punya buktinya? Kau tidak memiliki buktinya dan aku tau itu. Oleh karena itu kau ingin aku mengakuinya di hadapan semua orang jika kau menang!” ucap Mo Sanlang dengan senyum yang lebar.


“Tapi baiklah! Aku akan menerima tantanganmu! Ayo kita ke Arena Pertandingan sekarang!” ucap Mo Sanlang dengan tatapan mata yang merendahkan.


Wu Sheng yang mengetahui bahwa dirinya tidak akan bisa menang melawan Mo Sanlong jika bertarung sekarang pun mengatakan sesuatu.


“Ti-tidak! Pertandingan itu akan berlangsung tiga bulan lagi! Kita akan bertanding di atas Arena Pertandingan tiga bulan lagi!” ucap Wu Sheng dengan terburu-buru.


Mo Sanlang yang menyadari bahwa Wu Sheng telah memiliki rencana lain untuk bertanding dengannya tiga bulan lagi.


“Hah! Tiga bulan lagi? Tidak! Sekarang atau tidak sama sekali!” ucap Mo Sanlang dengan suara yang tegas.


Wu Sheng yang melihat Mo Sanlang telah membuat keputusannya pun mengepal tangannya dengan sangat erat karena berada di keputusan yang sulit tapi secara tak terduga seseorang datang dan membantu Wu Sheng.


#Bersambung#


Siapa yang datang membantu? Apa yang dilakukan penolong untuk membantu Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2