
Wu sheng yang awalnya ingin pergi ke Paviliun Pengetahuan untuk mendapatkan jurus yang cocok untuk dirinya pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya setelah melihat matahari telah mulai tenggelam.
Gruxiao yang ditinggal Wu Sheng di dalam kamarnya langsung berlari dan melompat ke pelukan Wu sheng saat menyadari bahwa Wu sheng telah kembali.
"Grrruuuuuu! Grrrruuuuu!" ucap Gruxiao dengan suara yang keras dengan penuh semangat.
"Maafkan aku yang meninggalkanmu disini sendirian. Apakah kau lapar? Aku membawakanmu Bakpau Daging. Makanlah!" ucap Wu sheng dengan wajah yang gembira lalu memberikan sebuah Bakpau daging kepada Gruxiao.
Wu Sheng yang merasa sangat lelah pun terbaring di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamarnya lalu tersenyum melihat Gruxiao yang makan dengan sangat lahap.
"Hah! Sungguh menyebalkan! Masih ada satu hal lagi yang harus aku selesaikan esok hari!" gumam Wu Sheng dengan wajah yang kesal.
Wu sheng yang meletakkan Pedang Wu yang telah berubah menjadi bilah pedang pun ikut mengeluarkan kipas yang didapatkannya di Paviliun Senjata.
"Aku akan menepati janjiku padamu. Sekarang kipas ini menjadi milikmu!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang serius.
Pedang Wu yang merasakan Kekuatan pada Kipas yang dibawa pulang Wu Sheng pun menyerap semua kekuatan tersebut tak bersisa.
Sebuah cahaya keemasan terpancar keluar dari dalam kipas dan perlahan masuk ke dalam Pedang Wu yang membuat Gruxiao menghentikan makannya.
"Gruuuu!" teriak Gruxiao dengan suara yang keras sambil berlari ke pelukan Wu Sheng.
"Ada apa? Apa kau takut? Jangan khawatir! Ini adalah proses untuk mengembalikan kekuatan Pedang Keluargaku, Pedang Warisan Leluhur Keluarga Wu!" ucap Wu Sheng dengan percaya diri.
Wu Sheng yang menyadari bahwa Kipas yang dibawanya pulang tak memiliki kekuatan sebesar Pedang yang diberikan oleh Ketua Zongchi tetap optimis dengan hasilnya.
"Kau telah mengorbankan dirimu untuk memberikanku kehidupan baru maka aku pasti akan membantumu mendapatkan kekuatanmu kembali bagaimanapun caranya!" ucap Wu sheng dalam hati dengan tekad yang kuat.
Pedang Wu yang telah berhasil menyerap semuanya membuat kipas yang dibawa Wu sheng menjadi barang rongsokan yang tidak berguna.
__ADS_1
Secara tak terduga Pedang Wu pun mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan yang membuat wu sheng dan Gruxiao menutup matanya.
Pedang Wu yang awalnya terbang tinggi di langit pun kembali lagi ke tempatnya dan tiba-tiba muncullah seorang anak kecil laki-laki berumur dua tahun yang sedang melayang di udara.
Wu Sheng yang tidak menyadari bahwa anak kecil yang melayang di udara adalah Roh dari Pedang Wu langsung ingin memeluk dan mencubit pipi anak kecil tersebut.
"Anak kecil ini sangat lucu. Darimana datangnya anak ini?" tanya Wu sheng dengan wajah yang penasaran dengan tangan yang telah siap untuk mencubit pipi ataupun memeluknya.
Namun segera menghentikan niatnya setelah mendengar suara yang sangat familiar dengannya yang berasal dari anak kecil tersebut.
"Dasar manusia tidak berguna! Apa yang kau katakan dan kau pikirkan? Jangan coba-coba melakukan itu atau aku akan mengembalikan hidupmu ke seperti semula!" ancam anak kecil itu dengan wajah yang marah.
"Suara ini! Tunggu... Apakah kau Roh Pedang Wu?" tanya Wu sheng dengan suara yang naik dengan wajah yang terkejut dan tatapan mata yang tidak percaya.
"Tentu saja ini aku. Aku adalah Roh Pedang Leluhurmu! Aku adalah orang yang telah mengabulkan permintaan terakhirmu di saat kau sekarat!" sindir Roh Pedang wu dengan wajah yang kesal.
Roh Pedang Wu yang kesal karena ucapan Wu Sheng yang selalu keluar tanpa berpikir lagi pun dengan sengaja memukul kepala Wu sheng dengan sangat keras.
"Aaarrgghhh! Aduh! Sakit!" ucap Wu sheng dengan suara yang keras dengan wajah yang kesakitan dan tatapan mata yang ingin menangis.
"Aku seperti ini kau kira karena ulah siapa? Jika aku tidak menggunakan kekuatanku untuk menyelamatkanmu dan mengirimmu ke masa lalu maka kekuatanku tak akan hilang!" ucap Roh Pedang wu dengan wajah yang kesal dengan dua tangan terlipat di dada.
"Kau yang tidak bisa memberikanku Benda Pusaka dengan tingkatan Surgawi lebih banyak membuatku hanya bisa mendapatkan wujud ini setelah dua kali menghisap Kekuatan dua pusaka tingkat Langit dan tingkat Bumi!" ucap Roh Pedang Wu dengan nada suara yang terdengar penuh dengan protes.
Wu sheng yang tidak bisa membantah karena semuanya adalah karena dirinya pun hanya bisa diam dan menundukkan kepala yang membuat Roh Pedang Wu merasa kasihan.
"Namun meskipun begitu karena aku tidak salah memilih Tuan. Kau sungguh Keturunan Keluarga Wu! Kau telah menepati janjimu untuk membantuku mendapatkan kekuatanku kembali meski belum sepenuhnya!" ucap Roh Pedang Wu sambil beberapa kali menganggukkan kepala.
"Jangan khawatir. Aku akan menepati janjiku dan tak akan pernah melupakan kebaikan orang yang telah berjasa padaku!" ucap wu sheng dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Hah! Meskipun aku tidak suka karena kau terlalu lemah tapi aku senang karena kau adalah pria sejati yang bertanggung jawab!" ucap Roh Pedang wu sambil menarik nafas panjang.
Wu Sheng yang merasa tidak nyaman memanggil anak kecil yang ada di depannya dengan Roh Pedang Wu setiap kali bicara pun memutuskan untuk memberikan nama.
"Aku kesulitan jika terus memanggilmu Roh Pedang Wu jadi aku akan memberikanmu nama khusus!" ucap Wu sheng dengan wajah yang serius.
"Hmmm, bagaimana dengan Long, Wu Long, Long yang berarti Naga karena di gagang pedangmu ada lambang Naga dan karena kau adalah milik Leluhur Keluarga Long maka Wulong sangatlah cocok. Bagaimana? Apakah kau suka?" tanya Wu sheng dengan mata yanh berbinar.
Roh Pedang Wu yang awalnya tak senang karena Wu Sheng dengan sesuka hatinya memberikannya nama tapi setelah mendengar artinya membuat Roh pedang Wu tak punya pilihan lain selain setuju.
"Baiklah! Aku setuju dan ingatlah ini. Tak akan ada seorangpun yang bisa melihatku seperti ini kecuali orang itu telah mencapai Level Surgawi Menengah tahap Tiga!" ucap Wulong deng wajah yang serius.
Wulong yang melihat Gruxiao sembunyi di dalam baju Wu Sheng pun tertawa bahagia dan dengan cepat mengatakan yang diketahuinya.
"Kau sungguh memiliki tingkat keburuntungan yang sangat baik. Tidak disangka salah satu anak Keturunan Keluarga Wu ada yang bisa menjinakkan Hewan Buas Mistis!" ucap Wulong dengan wajah yang bahagia.
"Hewan Buas Mistis? Apakah Gruxiao adalah Hewan Buas Mistis itu? Apa maksud ucapanmu? Aku tidak mengerti sama sekali!" ucap Wu sheng dengan wajah yang bingung.
"Hah! Dasar bodoh! Hewan yang ada di dalam pelukanmu saat ini adalah Hewan Buas Mistis yang sangat langka dan bahkan hampir sama langkanya dengan Hewan Suci Dongeng!" ucap Wulong dengan wajah yang serius.
"Hewan yang ada bersamamu adalah Hewan Buas Mistis Yunqi yang artinya keberuntungan! Hewan Buas ini bisa merasakan keberadaan benda yang sangat berharga!" ucap wulong dengan tatapan mata yang tajam.
"Bahkan jika kau membawanya dalam ekspedisi, hewan ini bisa menuntunmu mendapatkan harta karun dengan kegagalan 0.1 persen!" ucap Wulong dengan percaya diri.
Wu Sheng yang sudah merasakan ada hal aneh dan tak biasa dengan Hewan yang mengikutinya itu pun menjadi sangat bahagia setelah mengetahui semuanya dan menepis keraguannya.
#Bersambung#
Akankah wu sheng berhasil mengembalikan kekuatan milik Wulong? Tebak jawabannyan di kolom komentar ya...
__ADS_1