
Yan Duxing yang telah memejamkan mata menunggu rasa sakit yang dipikir akan dirasakannya tak kunjung dirasakan pun menjadi penasaran lalu membuka matanya.
Yan Duxing yang melihat Wu Sheng berdiri di hadapannya menahan serangan Qi Chuan pun untuk pertama kalinya dalam hidupnya merasakan perasaan yang sangat lega.
"Saudara Sheng!" teriak Yan Duxing dengan wajah yang sangat bahagia dengan senyum yang lebar.
Wu sheng yang berdiri menahan serangan Qi Chuan dengan kedua tangannya dengan menggunakan Tubuh Berlian miliknya pun memukul mundur Qi Chuan.
Wu sheng yang melihat Yan Duxing terduduk di lantai Arena Pertandingan dengan kaki yang cedera pun mengepalkan tangannya dengan sangat erat untuk menahan amarahnya.
"Dasar bodoh! Apa yang telah kau lakukan? Kenapa kau mau menerima tantangannya padahal kau tau jika ini adalah jebakan?" tanya Wu sheng dengan wajah yang kesal.
"Aku memang bodoh tapi aku tidak jahat! Bagaimana bisa aku diam saja saat temanku dihina di depanku?" ucap Yan Duxing dengan tawa yang lebar.
Wu sheng yang mendengar perkataan Yan Duxing pun tersentuh dan tersenyum kecil dengan wajah yang tulus.
"Hah! Yang kau katakan itu sangat benar! Tak akan ada teman sejati yang akan diam saja melihat temannya dalam masalah!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut.
"Sekarang bersantailah dan serahkan sisanya padaku! Aku akan membalas semua yang dilakukannya padamu berkali-kali lipat!" ucap Wu Sheng dengan pandangan lurus ke depan.
Qi Chuan yang melihat Wu Sheng akhirnya berdiri di atas Arena Pertandingan setelah mengetahui rencananya berjalan dengan sangat lancar.
"Hahaha... Akhirnya kau muncul juga Wu Sheng! Jika kau muncul lebih lama maka aku akan pastikan temanmu itu akan menjadi orang yang cacat saat ini!" ucap Qi Chuan dengan percaya diri.
__ADS_1
Wu sheng yang tidak peduli dengan yang dikatakan oleh Qi Chuan pun mengalihkan pandangannya pada Master Luo yang menjadi wasit dalam Pertandingan itu.
"Master Luo, maafkan aku mengganggu pertandingan ini tapi apakah aku bisa bertanding menggantikan Yan Duxing?" ucap Wu sheng dengan sangat sopan.
"Hmmm, sebenarnya itu tidak bisa terjadi tapi jika kedua belah pihak setuju maka itu tidak masalah!" ucap Master Luo sambil mengalihkan pandangannya kepada Qi Chuan.
Qi Chuan yang telah merencanakan ini semua tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada pun menjawab pertanyaan itu dengan percaya diri.
"Tentu saja aku setuju! Biarkan dia menggantikan si lemah itu!" ucap Qi Chuan dengan tatapan mata merendahkan ke arah Yan Duxing.
Wu sheng yang melihat itu pun tersenyum licik dan mengalihkan pandangannya kepada Yan Duxing yang ada di belakangnya.
"Ambil ini dan pulihkan dirimu! Biarkan pecundang ini aku yang tangani!" ucap Wu sheng dengan tatapan mata yang tajam.
"Sekarang si lemah itu tidak ada lagi jadi sekarang kita bisa bertanding dengan nyaman!" ucap Qi Chuan dengan tatapan merendahkan.
"Namun pertandingan ini akan sangat membosankan jika hanya untuk menentukan pemenangnya. Bagaimana kalau kita membuat taruhan?" tanya Qi Chuan dengan tatapan mata yang tajam.
"Katakan dengan jelas dan jangan berbelit-belit!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang dingin dan tatapan mata yang lurus ke depan.
"Jika kau menang maka cincin penyimpananku ini menjadi milikmu dan jika kau menang maka cincin penyimpananku menjadi milikmu!" ucap Qi Chuan dengan senyum yang licik.
"Baiklah! Aku setuju!" ucap Wu sheng dengan cepat menyetujui tawaran Qi Chuan membuat dua Saudara Su dan Yan Duxing sedikit khawatir.
__ADS_1
"Master Luo, apakah kau ingin menjadi saksi atas taruhan ini?" tanya Wu sheng yang tak ingin Qi Chuan melanggar perjanjian yang telah diucapkannya.
"Tentu saja. Itu tidak masalah." ucap Master Luo dengan senyum yang licik dengan tatapan mata yang tajam.
Setelah persetujuan dibuat antara keduanya maka pertandingan antara wu sheng dan Qi Chuan pun berlangsung.
Wu sheng yang menyadari bahwa perbedaan kekuatannya dengan Qi Chuan cukup jauh pun memutuskan untuk menggunakan kelemahan Qi Chuan sebagai kunci kemenangannya.
"Meskipun Qi Chuan memiliki kekuatan yang kuat tapi tubuhnya yang besar membuatnya menjadi lambat dan kekuatannya pun tak menyeluruh di seluruh tubuhnya!" ucap Wu Sheng yang mengobservasi kekuatan Qi Chuan.
Qi Chuan yang tidak tau jika kelemahannya sudah diketahui Wu sheng dengan mudah pun menyerang Wu sheng dengan delapan puluh persen kekuatannya.
"Kau tak akan pernah bisa mengalahkanku! Kau hanyalah Murid Baru yang tidak tau kerasnya kehidupan kultivator!" ucap Qi Chuan dengan wajah yang marah.
"Pukulan Bara Api!" ucap Qi chuan dengan sangat keras hingga dalam hitungan detik tangan Qi Chuan yang diselimuti Qi berwarna oranye pun datang menuju ke arah Wu Sheng.
"Jika hanya itu yang kau miliki untuk mengalahkanku maka kau salah! Kau tak akan pernah bisa menang dariku!" ucap Wu sheng dengan senyum kecil dan tatapan mata yang tajam.
Wu sheng yang baru saja menguasai dasar dari Jurus Langkah Angin pun memutuskan untuk memakai jurus tersebut.
Wu Sheng yang mengaktifkan Langkah Langit membuatnya dapat berpindah tempat dengan sangat cepat hingga dalam hitungan detik Wu sheng pun berhasil menghindari serangan Qi Chuan.
#Bersambung#
__ADS_1