Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 85. Mencari Keberadaan Ketua Sekte


__ADS_3

Tetua Hu yang telah kembali ke Halamannya ternyata sangat marah karena kegagalan Mo Sanlang dalam menghancurkan Wu Sheng.


“Sial! Aku sudah menduganya bahwa anak itu bukanlah anak biasa dan semua itu terbukti! Ternyata dia adalah Murid dari Tetua Dong!” ucap Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Aku tidak bisa diam saja! Aku harus melakukan sesuatu!” ucap Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Aku tidak bisa menyentuh anak itu karena dia secara terbuka telah memberitau semua orang bahwa dia adalah Murid Inti dari Tetua Dong!” ucap Tetua Hu dengan wajah yang semakin marah.


Tetua Hu yang tidak bisa mengendalikan kemarahannya pun menghancurkan gelas yang ada di atas meja hingga hancur ke lantai.


Mo Sanlang yang datang mengunjungi Tetua Hu dengan memakai kursi roda menjadi sangat takut saat melihat Tetua Hu kehilangan kesabarannya.


“Gu-Guru!” panggil Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang takut dengan suara yang gagap sambil berdiri di depan pintu ruang tamu.


Tetua Hu yang melihat Mo Sanlang datang dengan luka perban di kakinya sambil memakai kursi roda semakin membuat amarahnya naik sehingga tanpa pikir panjang menampar wajah Mo Sanlang dengan sangat keras.


“Dasar tidak berguna! Aku memberimu tugas untuk menghancurkan anak itu tapi justru kau yang dihancurkannya!” teriak Tetua Hu dengan suara yang meninggi dengan mata yang memerah.


“Kau masih bisa menjadi Kultivator itu semua karena bantuanku. Jika aku tidak membantu maka saat ini kau pasti sudah terluka parah dengan luka bakar di seluruh tubuhmu!” ucap Tetua Hu sambil menunjukkan jarinya ke wajah Mo Sanlang.


“Aku bahkan telah membantu memberi Tabib terbaik hingga kakimu itu masih bisa digunakan jadi aku harap Keluarga Mo akan membantuku saat waktunya tiba!” ucap Tetua Hu dengan nada yang mengancam.


Mo Sanlang yang menyadari bahwa ini adalah cara terakhir untuk dirinya menjadi berguna di mata Gurunya pun mengangguk dengan pasti.


Beberapa hari berlalu, Wu Sheng yang berpikir bahwa Tetua Hu akan membalas perbuatannya pada Mo Sanlang pun menjadi bingung.


“Ada apa ini? Tetua Hu memiliki kepribadian yang pendendam dan juga ambisius tapi kenapa Tetua Hu tidak bergerak sama sekali sekarang?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri saat sedang makan bersama Yan Duxing dan yang lainnya di Restoran di Kota Chan.


Yan Duxing dan Zhixia yang melihat Wu Sheng hanya diam memainkan makanan yang ada di depannya pun menjadi penasaran dan bertanya.


“Saudara Wu! Ada apa? Kenapa kau terus saja memainkan makananmu?” tanya Yan Duxing dengan wajah yang penasaran.


“Benar sekali! Apakah kau memiliki sebuah masalah yang tidak terpecahkan Kakak Wu?” ucap Zhixia yang dengan cepat mengubah panggilannya karena ingin semakin dekat dengan Wu Sheng.

__ADS_1


Wu Sheng yang melihat semuanya menatapnya dengan wajah yang penasaran pun membuat Wu Sheng menarik nafas panjang dan menceritakan yang ada di dalam pikirannya.


“Aku hanya berpikir bahwa beberapa hari ini sangat tenang! Tetua Hu dan Mo Sanlang bahkan anak buahnya tidak mencari masalah sama sekali!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Apakah mereka semua takut membuat masalah makanya tidak mencarimu untuk membalas dendam? Apalagi setelah mengetahui bahwa Tetua Dong yang mendukungmu di Sekte Langit ini!” ucap Su Jing dengan percaya diri.


“Hmmm, atau mungkin saja Tetua Hu dan Mo Sanlang sangat sibuk dengan pengobatan dan pemulihan Mo Sanlang jadi tidak punya waktu untuk hal lain!” ucap Su Zhulan yang dengan cepat memberikan pendapatnya.


“Aku tidak tau. Aku hanya merasa ini sangat aneh seperti keadaan yang tenang sebelum badai datang!” ucap Wu Sheng yang membuat temannya yang lain ikut takut sambil saling berpandangan satu sama lain.


Semua yang dikatakan oleh Wu Sheng ternyata benar. Tetua Hu ternyata merencanakan kudeta untuk menguasai Sekte Langit.


Tetua Hu yang berambisi menjadi Ketua Sekte sejak lama pun memutuskan untuk menerobos tempat persembunyian dimana Ketua Sekte Langit melakukan latihan tertutup.


Tetua Hu yang sengaja menjadikan Mo Sanlang alasan dirinya tidak muncul di hadapan Murid Sekte Langit dan Tetua yang lain ternyata memimpin tim untuk melakukan penyerangan.


Xi Wang adalah Ketua Sekte Langit saat ini melakukan Pelatihan Tertutup selama tiga tahun terakhir dan membagi tugas mengatur Sekte kepada Tetua Sekte selama dirinya tidak ada.


Tetua Hu yang terus mencari lokasi keberadaan Ketua Wang selama ini akhirnya mendapatkan petunjuk tersebut setelah tiga tahun terakhir dan meyakini dengan pasti tempat keberadaannya pun pergi menuju lokasi tersebut bersama Mo Ling yang merupakan Kepala Keluarga Mo sekaligus Ayah Kandung Mo Sanlang.


Tetua Hu yang pergi menuju Hutan Heian pun akhirnya sampai setelah tiga hari perjalanan dengan mempersingkat waktu menggunakan Kertas Formasi Teleportasi.


“Apakah kau yakin jika Ketua Wang sungguh berlatih di Hutan ini?” tanya Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang lurus ke depan.


“Tentu saja, Tetua Hu. Anak buahku telah melakukan pencarian dan kami telah menemukan bukti keberadaan Ketua Wang di sini!” ucap Mo Ling dengan percaya diri.


“Baiklah. Kalau begitu kita masuk sekarang dan biarkan Penjaga Keluarga Mo menunggu disini!” ucap Tetua Hu yang memberikan perintah.


Mo Ling yang mengerti maksud ucapan Tetua Hu pun bergegas memberikan perintah kepada Penjaga Keluarganya untuk berjaga di luar Hutan Heian.


“Jangan biarkan ada orang yang masuk ke dalam Hutan! Hentikan mereka dengan segala cara dan berikan kode jika terjadi masalah!” ucap Mo Ling dengan nada suara yang tegas.


Semua Penjaga yang memahmi tugas yang diberikan kepada mereka pun dengan cepat membuat formasi penjagaan sementara Mo Ling dan Tetua Hu serta Seorang Master Formasi bergerak masuk menyusuri Hutan Heian.

__ADS_1


Mo Ling yang telah menandai Hutan Heian sebelum Ekspedisi ini pun bergegas menyusuri Hutan dan setelah berjalan selama beberapa jam keduanya ternyata terjebak di tengah Hutan.


“Dimana tempat itu? Kenapa kita hanya berputar di tempat ini sebanyak dua kali?” tanya Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang marah.


“Aku kurang tau persis posisinya karena orang yang aku kirim tidak pernah kembali setelah masuk ke tempat ini!” ucap Mo Ling dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang khawatir.


“Jika yang kau katakan benar maka saat ini kita telah terjebak di dalam pada sebuah perangkap yang dibuat seseorang!” ucap Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang serius.


Tetua Hu yang mengetahui letak permasalahannya pun dengan cepat mengalihkan perhatiannya pada Master Formasi yang diundangnya datang.


“Tempat ini telah dipasang sebuah Formasi Ilusi dimana siapapun yang memasukinya akan selalu tersesat dan tidak bisa menemukan jalan keluar!” ucap Seorang Master Formasi yang memakai jubah panjang berwarna hitam hingga menutupi kepalanya.


“Aku akan mencoba menemukan titik lemah dari Formasi ini dan menghancurkannya!” ucap Master Formasi dengan suara yang terdengar serius.


Master Formasi yang tidak ingin identitasnya diketahui orang lain itu pun dengan cepat bergerak kesana kemari guna menemukan yang dicarinya.


Setelah berpindah tempat selama beberapa menit akhirnya Master Formasi tersebut menemukan titik lemahnya.


“Pohon itu adalah titik terujung dari Pusat Formasi ini dan juga titik terlemahnya! Jika kau menghancurkan pohon itu hingga berkeping-keping maka Formasi ini pun akan ikut hancur!” ucap Master Formasi sambil menunjuk ke arah Sebuah Pohon yang ada di depannya.


Mo Ling yang tidak mungkin meminta Tetua Hu melakukan itu dengan cepat mengumpulkan Energi Qi-nya ke tangannya dan memuku Pohon tersebut dengan sekuat tenaga.


Pohon yang terlihat sangat kuat dan kokoh itu pun hancur hanya dalam sekali pukulan dan Hutan lebat yang dilihat ketiganya pun menghilang.


“Formasinya... hancur!” ucap Mo Ling dengan wajah yang gembira dengan suara yang ceria sambil melihat ke sekelilingnya.


Namun sebelum ketiganya bisa tenang tiba-tiba Seekor Griffin muncul dan menyerang ketiganya dengan sangat brutal.


“Awaaaaasssss!” teriak Tetua Hu dengan suara yang keras kepada Mo Ling dengan ekspresi wajah yang terkejut.


#Bersambung#


Kenapa bisa ada Griffin di tempat tersebut, ya? Apakah ketiganya akan menemukan tempat persembunyian Ketua Wang yang sedang melakukan Latihan Tertutup? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2