Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 72. Batu Giok Hijau


__ADS_3

Wu Sheng yang mengetahui bahwa Mo Sanlang adalah musuh terbesarnya di Sekte Langit pun memutuskan untuk menjadi lebih kuat.


“Aku harus pergi ke Paviliun Pelatihan dan meminjam Ruang Pelatihan lalu menjadi lebih kuat! Aku tidak bisa diam dan menunggu saja!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Aku telah menyingkirkan orang yang dikirmnya untuk mencelakaiku maka akan ada kemungkinan di masa depan dia akan bergerak sendiri untuk melenyapkanku!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.


Wu Sheng yang berjalan menuju ke Paviliun Pelatihan tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Tetua Ming sehingga membuat Wu Sheng menunda rencananya.


“Gu-Guru! Te-Tetua Ming!” ucap Wu Sheng dengan suara yang meninggi dengan wajah yang terkejut.


“Duduklah Wu Sheng! Jangan takut! Tetua Ming sudah mengetahui semuanya!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang serius.


Wu Sheng yang mendengar perkataan Tetua Dong pun menganggukkan kepalanya dan menurut tanpa ada perdebatan.


Tetua Dong yang menyadari bahwa Wu Sheng telah menjadi target dari Mo Sanlang dan Tetua Hu pun memberikan sesuatu kepada Wu Sheng.


"A-apa ini Guru?" tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang fokus pada kotak yang ada di tangannya.


"Itu adalah peta dan juga kunci menuju tempat pelatihan tersembunyi pribadi milikku di bawah Gunung ini!" ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang serius.


"Guru tidak bisa melindungimu ataupun membantumu secara terang-terangan seperti Guru yang lain karena Guru ingin kau menjadi kuat dengan caramu sendiri!" ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang sedikit sedih.


"Sebentar lagi adalah Ujian terakhir untuk Murid Sekte Luar dan Guru ingin kau menjadi juaranya!Guru harap kau bisa masuk menjadi Murid Dalam dan bersaing dengan Murid di Daftar Kekuatan!" ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.


Wu Sheng yang mendengar perkataan Tetua Dong pun menguatkan tekadnya dan menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"Jangan khawatir Guru! Wu Sheng tidak akan pernah mengecewakan Guru! Wu sheng pasti akan menjadi Murid Dalam dan pemenang dalam Ujian tersebut!" ucap Wu sheng dengan tatapan mata yang tajam.


Tetua Ming yang hanya diam saja sejak Wu sheng dan Tetua Dong mulai bicara pun menepuk tangan dengan sangat keras untuk menarik perhatian keduanya.


"Aku rasa saat ini Kakak Dong telah mengatakan yang ingin dikatakannya maka sekarang ini adalah giliranku!" ucap Tetua Ming dengan senyum yang lebar.


Wu sheng yang mendengar perkataan Tetua Ming secara tiba-tiba merasa situasi di sekitarnya menjadi sangat canggung dan kaku tapi suasana itu ternyata langsung dicairkan oleh Tetua Ming sendiri.

__ADS_1


"Argh, aku menolak permintaan Tetua Ming sebelumnya karena aku telah memiliki Guru dan jika Tetua Ming sudah tau Guruku yang sebenarnya maka apa yang harus aku lakukan!" ucap Wu sheng dalam hati sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Jangan cemas! Aku tidak bertanya hal aneh kepadamu. Aku tau rencana Kakak Dong dan memberikannya tempat yang aman untuk bisa bertemu denganmu karena aku juga ingin kau melakukan sesuatu untukku nanti!" ucap Tetua Ming dengan senyum yang licik.


Tetua Ming yang tak ingin menyembunyikan apapun saat meminta bantuan pun mengatakan semuanya dengan sebenarnya.


"Sekte Langit adalah Sekte yang terkuat di antara tiga Sekte terkenal di Daratan Yuan di mata orang lain dan itu semua karena kita bisa menjadikan Murid Sekte Langit mencapai tingkat Kultivasi yang tinggi dengan sangat cepat!" ucap Tetua Ming dengan suara yang rendah.


"Tapi kita hanya memiliki kelebihan disana dengan bantuan Dimensi Panlong yang dibuka setiap tahunnya tapi kita kalah di Alkemia dan Formasi di banding Sekte lain!" ucap Tetua Ming dengan wajah yang frustasi.


“Jadi maksud Tetua Ming apa?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang bertanya-tanya.


“Kau memiliki kemampuan Alkemia yang baik karenanya aku ingin kau ikut dalam Pertandingan Tiga Sekte yang akan dilakukan tahun depan dan itu bisa terjadi jika kau bisa masuk kualifikasi yang ada!” ucap Tetua Ming dengan senyum yang licik.


Wu Sheng yang menyadari maksud Tetua Ming pun menganggukkan kepalanya dan berdiri dengan tegap.


“Aku mengerti. Aku akan berlatih dengan keras dan menjadi lebih kuat lalu melampaui ekspekstasi Guru dan Tetua Ming!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Wulong yang ternyata menyimak pembicaraan Kedua Tetua dan Wu Sheng langsung menunjukkan wujudnya setelah Wu Sheng telah berada di Gunung.


“Gurumu adalah orang yang sangat hebat! Apakah dia orang yang sama yang menjadi Gurumu di Kehidupanmu yang lalu?” tanya Wulong dengan nada suara yang terdengar sangat penasaran.


“Benar! Dia adalah Guruku dan akan satu-satunya menjadi Guruku baik di Kehidupan yang lalu maupun Kehidupan yang ini!” ucap Wu Sheng yang menghentikan langkahnya dengan tatapan mata yang tajam ke arah Wulong.


“Aku mengerti. Jika seperti maka kau harus berusaha lebih keras untuk tidak mengecewakannya di kehidupan ini karena aku telah memberikanmu kesempatan kedua!” ucap Wulong dengan ekspresi wajah yang angkuh.


Wu Sheng yang tidak terprovokasi dengan perkataan Wulong meskipun dirinya tau jika itu sangatlah sombong tapi bagi Wu Sheng itu adalah kenyataan dan juga hal yang baik bagi dirinya.


“Aku tau. Terima kasih!” ucap Wu Sheng yang tiba-tiba memasang wajah sedih dengan senyum pahit.


“Hei! Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi orang yang sangat perasa? Apakah kau salah makan hari ini?” sindir Wulong dengan tatapan mata yang curiga.


Wu Sheng yang menjadi kesal dengan perkataan Wulong berubah sangat ingin memukul Wulong tapi Wu Sheng yang sadar jika itu sia-sia saja karena Wulong berada di wujud roh.

__ADS_1


Sementara itu, Wu Sheng yang terus berjalan mengikuti Peta yang ada di tangannya menjadi sangat bingung saat menemukan jalan buntu di depannya.


“Apa ini? Kenapa aku bertemu jalan buntu? Apakah aku telah salah memilih jalan?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.


Namun sebelum pertanyaan itu terjawab secara tak terduga Gruxiao dan Wuselong melompat dari dalam baju Wu Sheng.


“Gruxiao! Wuselong!” teriak Wu Sheng dengan suara yang sangat keras sambil mengangkat tangannya mencoba menghentikan keduanya pergi.


“Jangan diam saja! Ikuti mereka berdua!” ucap Wulong dengan suara yang lantang sambil berteriak dengan sangat keras ke arah Wu Sheng.


Wu Sheng yang awalnya terkejut langsung tersadar dan berlari mengejar keduanya yang berlari sangat kencang.


Wu Sheng yang awalnya berpikir bahwa dirinya telah menemui jalan buntu menjadi sangat terkejut saat mengetahui bahwa tanaman yang ada di depannya hanyalah penghalang menuju tempat tersembunyi.


“I-Ini dimana? A-apakah aku telah sampai di tempat yang dikatakan oleh Guru?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang bingung sama melihat ke sekelilingnya.


“Jangan terlalu terkejut! Lihatlah Batu Giok Hijau yang ada di atas Kolam itu!” ucap Wulong sambil menunjuk ke arah depan tempat Wuselong dan Gruxiao berada.


Wu Sheng yang penasaran pun pergi ke arah yang ditunjukkan dan menjadi terkejut saat menyentuh Batu Giok Hijau tersebut.


Wulong yang sudah bisa menebaknya pun tidak ingin menunda-nunda dan memberitau Wu Sheng segalanya.


“Batu Giok Hijau ini adalah Harta Karun yang sangat berharga dan langka!” ucap Wulong dengan ekspresi wajah yang serius.


“Batu Giok Hijau ini bisa memperlancar aliran Energi Qi yang ada di dalam tubuhmu dan membantumu melakukan terobosan dengan mudah tanpa hambatan!” ucap Wulong lagi.


“Batu ini pun memiliki kemampuan menetralkan racun dan menyembuhkan luka dalam akibat pertarungan karena berada di atas Kolam Obat yang di kelilingi oleh Tanaman Obat berumur ratusan bahkan ribuan tahun!” ucap Wulong dengan tangan tersilang di dada.


Wu Sheng yang menjadi sangat bersemangat tidak berpikir panjang dan memulai latihannya hingga sehari sebelum Ujian Murid Luar dilaksanakan.


#Bersambung#


Bagaimanakah hasil latihan Wu Sheng nantinya? Apa yang akan Wu Sheng lakukan dengan Harta Karun yang diberikan Tetua Dong kepadanya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2