Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 45. Permintaan Tanding


__ADS_3

Qin Chuan yang permintaannya ditolak oleh Wu Sheng pun menjadi sangat kesal dan mulai memikirkan cara untuk membalas Wu Sheng yang sombong.


"Hah! Kau mungkin bisa sombong sekarang tapi aku akan membuat kesombonganmu hancur nantinya!" ucap Qin Chuan dengan senyum kecil dan tatapan mata yang tajam.


Sementara itu, Wu Sheng yang telah sampai di tempat tujuannya selanjutnya pun menyadari bahwa tempat tersebut sangatlah ramai.


"Hmmm, Paviliun Latihan ini ternyata sangat ramai! Aku akan mencari keberadaan Papan Pengumuman Tugas itu!" ucap Wu sheng dengan tatapan mata yang fokus ke depan.


"Yan Duxing bilang jika Murid Luar diperbolehkan mengambil tugas untuk mendapatkan poin sejak hari pertama memasuki Sekte dan letak Papab Tugas itu ada di dalam Paviliun Pelatihan di lantai satu jadi sebaiknya aku masuk sekarang!" ucap Wu Sheng yang berjalan masuk ke dalam Paviliun Pelatihan.


Wu sheng yang melihat banyak sekali orang berkumpul di lantai satu pun menemukan ada 4 buah papan pengumuman yang diletakkan di empat sisi di Paviliun Pelatihan di lantai sat, yaitu Utara, Barat, Timur dan Selatan.


"Hmmmm, jumlah Siswa yang berkumpul menunjukkan kesulitan setiap tugas dan itu membuatku penasaran! Aku akan mencoba melihat tugas di tempat yang tersepi hingga teramai!" ucap wu sheng yang telah menentukan keputusannya.


Wu sheng yang telah berpindah-pindah dari satu sisi ke sisi yang lain pun menyadari beberapa hal yang sangat penting.


"Hmmm, sisi sebelah selatan memiliki tingkat kesulitan tertinggi dan sisli sebelah utara memiliki tingkat kesulitan terendah sedangkan sisi sebelah barat dan timur memiliki tingkat kesulitan yang sedang!" gumam Wu sheng dengan wajah yang serius.


"Murid yang berada di level bumi biasanya akan mengambil tugas di sebelah utara karena akan mengurangi resiko terluka!" ucap Wu sheng dengan wajah yang sedang berpikir.


"Murid di level langit biasanya memiliki sisi barat atau timur sedangkan sisi selatan biasanya diambil oleh Seorang Master atau Murid Inti yang membutuhkan sumber daya yang banyak untuk peningkatan yang cepat!" ucap Wu sheng dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku saat ini ada di level Langit tingkat Awal meskipun begitu kekuatanku lebih kuat dari orang yang memiliki kekuatan yang sama denganku jadi aku akan mencoba mengambil tugas yang ada di sisi barat atau timur!" ucap Wu sheng yang telah mempertimbangkan semuanya.


Setelah berdiri selama lima menit di papan tugas sisi barat dan timur akhirnya Wu Sheng memutuskan mengambil tiga tugas dari setiap sisi dan menyimpan plakat tugas yang tertempel.


Wu Sheng yang tak ingin ada yang mengambil tugas yang telah diputuskannya pun mendaftarkan semua tugas atas namanya.


"Aku ingin mengambil tugas-tugas ini dan aku ingin meminta izin keluar meninggalkan Sekte selama tiga hari!" ucap Wu sheng dengan suara yang tegas.

__ADS_1


Senior yang memiliki tugas untuk mencatat tugas yang diambil Murid Sekte Langit pun mencatat semuanya lalu mengusir Wu sheng pergi.


Wu sheng yang tidak peduli dengan sikap senior yang menurutnya kurang ajar itu pun berbalik arah dan meninggalkan Paviliun Pelatihan setelah memberikan sedikit pelajaran.


"Aarrggghhh! Kepalaku! Aduuhhh! Sakit sekali!" ucap Senior itu dengan suara yang keras setelah terjatuh dari kursinya dalam posisi terbalik.


"Br*ngsek! Siapa yang melakukan ini padaku? Jika aku menemukan orangnnya, aku pasti akan menghajarnya hingga babak belur!" ucapnya dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


"Idiot! Itu adalah akibatnya jika meremehkan orang lain dan tugasmu!" ucap wu sheng dengan senyum yang licik lalu berjalan menuju ke pintu gerbang keluar Sekte Langit.


Namun sebelum Wu sheng berhasil mencapai pintu gerbang, wu sheng melihat banyak Murid yang berlari dengan wajah yang penuh semangat.


"Ada apa ini? Kenapa semuanya teruru-buru sekali? Apa telah terjadi sesuatu yang mengejutkan?" tanya Wu sheng pada dirinya sendiri dengan wajah yang bingung.


Sebelum rasa penasaran itu semakin besar, Su Jing dan Su Zhulan datang menemui Wu sheng dengan wajah yang terburu-buru.


"Tuan Muda Wu! Gawat! Gawat sekali!" ucap Su Jing dengan nafas yang tidak beraturan dan wajah yang dipenuhi keringat.


"Se-sebenarnya saat ini Kakak Duxing sedang bertanding dengan Senior Qi Chuan di atas Arena Pertandingan dan saat ini Kakak Duxing sedang dihajar habis-habis!" ucap Su Zhulan dengan suara yang bergetar.


"Apa? Siapa yang bertanding dengan siapa?" tanya Wu sheng dengan wajah yang bingung dengan tatapan mata yang menunggu penjelasan.


"Saat ini Yan Duxing bertanding dengan Senior Qi Chuan dan Yan Duxing dihajar tanpa bisa membalas pukulan dari Senior Qi Chuan sama sekali!" ucap Su Jing yang memperjelas informasi yang disampaikan Su Zhulan.


Wu sheng yang mendengar perkataan Su jing dan su Zhulan pun menjadi sangat khawatir lalu berjalan dengan langkah yang cepat menuju Arena Pertandingan.


"Apa? Bagaimana bisa? Kenapa si bodoh itu melakukan itu? Apa di tidak tau jika perbedaan kekuatan keduanya sangatlah jauh berbeda!" ucap Wu sheng dengan wajah yang kesal.


"Itu semua karena Senior Qi Chuan menghina Tuan Muda Wu di hadapan Yan Duxing jadi..." ucap Su Jing dengan wajah yang bingung karena tak bisa menyelesaikan kata-katanya.

__ADS_1


"Hah! Kenapa kau sangat bodoh Yan Duxing? Apakah kau tidak tau jika itu adalah perangkap yang dibuat oleh Qi Chuan untukmu?" ucap Wu sheng dalam hati dengan pandangan lurus ke depan.


Wu sheng yang akhirnya sampai di tempat Arena Pertandingan pun berdiri di tempatnya saat melihat banyak sekali Murid Sekte Langit yang berkumpul di bawah Arena Pertandingan sambil memberikan semangat kepada Qi Chuan untuk menghabisi Yan Duxing.


"Sial! Orang-orang ini sungguh membuatku kesal! Mereka seperti keledai yang tak memiliki akal pikiran yang akan sangat senang saat ada yang menjadi korban!" ucap Wu sheng dengan wajah yang kesal.


Su Jing dan Su zhulan yang akhirnya juga sampai setelah menyusul Wu sheng menjadi sangat terkejut saat melihat Yan Duxing yang berada di posisi yang sangat tidak diuntungkan.


"Bagaimana ini? Jika dibiarkan saja maka Kakak Duxing pasti akan celaka!" ucap Su Zhulan dengan wajah yang terkejut dan khawatir di saat bersamaan.


Wu sheng yang menyadari bahwa semua yang dialami oleh Yan Duxing karena dirinya yang menolak permintaan bertanding dari Qi Chuan pun menjadi merasa bertanggung jawab.


"Jangan khawatir! Aku akan menolong si bodoh itu! Kalian tetaplah disini karena aku tidak ingin kalian ikut terlibat nantinya!" ucap Wu sheng dengan peringatan yang tegas.


Sementara itu, Yan Duxing yang menyesali kebodohannya yang telah menerima tantangan dari Qi Chuan tanpa berpikir panjang pun merasa sangat kesal dan malu.


"Sial! Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa aku sangat bodoh tak bisa mengendalikan emosiku?" ucap Yan Duxing dengan wajah yang kesal.


Qi Chuan yang merasa sangat puas karena berhasil melampiaskan kemarahannya yang tertahan pada Wu sheng terhadap Yan Duxing pun tertawa sangat keras.


"Setelah ini kau akan menjadi orang yang cacat selamanya dan kau hanya bisa menyalahkan kemalanganmu karena memiliki teman yang egois seperti Wu sheng!" ucap Qi Chuan dengan suara yang lantang dan wajah yanh bahagia.


Qi Chuan yang tak menunggu lama untuk bisa menghabisi Yan Duxing pun mengalirkan semua Energi Qi ke kedua tangannya dan menyerang Yan Duxing dengan semua yang dimilikinya.


"Rasakan seranganku ini idiot! Pukulan Bara Api!" teriak Qi Chuan dengan suara yang keras dengan wajah yang penuh semangat.


Yan Duxing yang tak bisa bergerak lagi karena kakinya telah patah disebabkan pukulan Qi Chuan hanya bisa memejamkan matanya berharap pukulan itu sangat cepat hingga tak menimbulkan rasa yang terlalu sakit.


"Aarrrgghhh!"

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah pukulan itu akan benar-benar mengenai Yan Duxing? Apakah Yan Duxing akan selamat nantinya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2