Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 22. Guru


__ADS_3

Wu sheng yang sampai di Gunung Tianghe berniat melawan Hewan Buas tingkat pertama terlebih dulu untuk membiasakan dirinya dengan pertarungan dengan tubuh barunya.


“Aku bisa bertarung dengan caraku yang lama tapi itu akan beresiko mencelakai tubuhku yang ini yang masih sangat baru! Aku tidak bisa mengambil resiko. Aku harus mengetahui kondisi tubuhku yang sekarang untuk bisa memaksimalkan potensiku!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Namun saat Wu Sheng sampai dirinya melihat Hewan yang ditemuinya dan telah dijadikannya sebagai teman perjalanannya itu pun menjadi aneh.


“Gruuuu! Gruuu! Gruuu! Ucap Gruxiao dengan suara yang sedikit keras sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Ada apa Gruxiao? Apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung.


Wu Sheng yang melihat ke arah Gruxiao bersikap aneh secara tiba-tiba mendengar suara orang yang sedang bertarung tak jauh dari tempatnya berada.


“Suara apa itu? Apakah itu suara pertarungan?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Aku hanya berada di Level Bumi tingkat Menengah. Jika mereka tau aku ada di sekitar Pertarungan maka aku akan dalam masalah nantinya!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Ayo kita pergi, Gruxiao! Kita tidak bisa ada di sini terus jika tidak keberadaan kita akan ketahuan dan itu akan menjadi masalah ke depannya!” ucap Wu Sheng sambil melihat ke arah Gruxiao lalu mengulurkan tangan meminta Gruxiao bersembunyi di dalam jubahnya.


Wu Sheng yang menyadari bahwa Kekuatannya masih sangat lemah bahkan Keahlian Bertarungnya sangatlah buruk tidak ingin terlibat pada perkelahian orang lain tapi suara teriakan yang sangat dikenalnya membuat dirinya tak bisa menutup mata.


“I-Itu... Apakah itu suara teriakan Guru? Tu-Tunggu! Aku tau jika Guru menderita luka yang parah karena pertarungan dengan musuhnya tapi aku tidak pernah tau kapan, bagaimana dan siapa musuh Guru karena dia tidak mau menceritakannya kepadaku!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.


“Jika itu benar suara teriakan Guru maka ini adalah hari dimana Guru mendapatkan luka itu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tidak! Aku tidak bisa membiarkan Guru terluka parah dan akhirnya menderita selama bertahun-tahun karena luka itu lalu meninggal! Aku harus membalas jasa Guru yang telah membantuku di masa lalu!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Wu Sheng yang sangat khawatir dengan yang terjadi pada Gurunya itu pun berlari ke sumber suara dengan hati-hati dan bersembunyi di balik semak-semak.

__ADS_1


“Tetua Dong! Hari ini adalah hari kematianmu dan aku yang akan menjadi mautmu!” ucap Pria Tua dengan pakaian berwarna putih dengan pedang di tangannya.


“Hah! Apa kau pikir membunuhku akan semudah itu? Tidak akan. Aku akan pernah memberikan yang kau inginkan, Tetua Hu!” ucap Tetua Dong dengan suara yang lantang dengan tatapan mata yang tajam dengan sisa darah di sudut bibirnya.


“Kalau begitu tunjukkan saja dan jangan banyak bicara!” ucap Tetua Hu dengan suara yang keras dengan senyum yang licik.


Wu Sheng yang melihat pertandingan dua orang yang berada di level Langit tingkat Akhir itu menjadi tercengang tapi Wu Sheng yang tidak bisa diam saja mencari sesuatu yang bisa membantu Tetua Dong membalikkan keadaan.


“Sial! Apa yang harus aku lakukan! Jika seperti ini terus maka Guru akan menderita luka yang sama dengan di masa lalu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang frustasi.


Wu Sheng yang telah tinggal di Gunung Tianghe sangat lama di kehidupannya yang lalu sangat tau tempat tinggal Hewan Buas dengan kekuatan yang tinggi.


“Itu dia... Itu adalah tempat sarang Griffin berada. Aku akan membuat Griffin itu kemari dan menjadikan orang yang menyerang Guru menghadapinya!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan pandangan mata lurus ke depan.


Wu Sheng yang pergi ke tempat tinggal Griffin mencoba untuk menarik perhatian Griffin pun masuk ke dalam Goa dengan sangat hati-hati.


“Gruuu!” ucap Gruxiao dengan suara yang sedikit berisik tapi langsung dihentikan oleh Wu Sheng dengan menutup mulutnya.


Gruxiao yang menunjuk ke arah Telur Griffin langsung ditolak oleh Wu Sheng karena Wu Sheng masih memiliki perasaan yang tidak ingin memisahkan anak dari ibunya.


“Apa kau ingin aku mengambil telur itu untuk menarik perthatian?” tanya Wu Sheng dengan suara yang berbisik.


“Tidak! Itu tidak boleh! Kita tidak boleh mengambil telur itu. Griffin betina itu sedang menjaga telurnya yang sepertinya sebentar lagi akan menetas! Aku kemari bukan untuk menjadi orang kejam yang memisahkan anak dari ibuya karena aku hanya ingin meminta bantuannya sedikit!” ucap Wu Sheng dengan suara yang pelan sambil bersembunyi di balik dinding goa.


Wu Sheng yang melihat Tanaman Obat yang bisa dijadikannya Pil Penguat Tubuh berdasarkan catatan ramuan obat yang diberikan oleh Tuan Roh memutuskan untuk mengambil tanaman obat tersebut.


“Sebagai gantinya aku akan mengambil tanaman obat yang ada tak jauh dari telur itu dan tanaman obat itu cukup berharga!” ucap Wu Sheng dengan ekpsresi wajah yang serius.

__ADS_1


Wu Sheng yang mengganti jubahnya yang awalnya berwarna hitam menjadi putih sama seperti dengan Tetua Hu lalu mengambil beberapa bulu dari Griffin pun mengoleskan bulu tersebut ke jubah yang dipakainya dan tak lupa memakai topeng wajah berwarna hitam dan putih di sisi kanan dan kiri.


“Orang tua itu memakai pakaian putih jadi aku harus mengganti jubahku dengan yang berwarna putih karena Griffin adalah hewan yang pintar!” ucap Wu Sheng dengan ekpsresi wajah yang serius.


Wu Sheng yang telah berhasil menyimpan Tanaman Obat tersebut ke dalam cincin penyimpanannya pun keluar dari goa sambil melemparkan batu ke arah goa dan terus berlari menjauh.


“Roooaaarrrrr!” teriak Griffin dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang marah karena telah menyadari tanaman obat yang dijaganya dengan sungguh-sungguh ternyata telah dicuri.


Wu Sheng yang melihat Griffin terbang tak jauh darinya bergegas pergi menuju tempat pertarungan dengan kecepatan maksimalnya.


Griffin yang bisa melihat Wu Sheng berlari menjauh sambil memegang beberapa tanaman obat lain yang juga ikut dibawanya sebagai alasan untuk mengikat Griffin untuk ikut bersamanya pun meningkatkan kecepatannnya.


“Sial! Kenapa Griffin ini terbang begitu cepat? Aku harus mengerahkan semua kemampuanku untuk bisa kabur!” ucap Wu Sheng sambil terus berlari dengan pandangan mata yang sesekali melihat ke arah Griffin yang mempersempit jarak keduanya.


Gruxiao yang bisa mendengar bahwa pertarungan antara Tetua Dong dan Tetua Hu semakin dekat secara buru-buru berlari menyembunyikan diri dengan semua yang dimilikinya.


“Sedikit lagi! Ayo bertahan! Aku pasti bisa!” ucap Wu Sheng yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk terus berjuang tanpa menyerah.


Wu Sheng yang menemukan tempat persembunyian yang pas segera bersembunyi dan Griffin yang kehilangan jejak Wu Sheng pergi ke sumber suara pertarungan.


Griffin yang melihat dua orang yang sedang bertarung dan menemukan pria dengan jubah berwarna putih tanpa aba-aba langsug menyerang Tetua Hu dengan sangat keras.


“Aaaarrggghhh!” ucap Griffin dengan suara yang keras lalu sebuah petir muncul menghentikan pertarungan berikutnya.


“Dasar hewan yang menj*jikkan! Beraninya kau menyerangku! Aku akan memberimu pelajaran yang setimpal!” ucap Tetua Hu dengan emosi yang menggebu-gebu.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Tetua Hu berhasil mengalahkan Griffin? Atau apakah Wu Sheng berhasil menyelamatkan Guruny**a? Tebak jawabannya di kolom komentar ya**..


__ADS_2