
Beberapa jam berlalu, Wu Sheng yang mencoba menerobos dengan menghabiskan semua sumber daya yang dimilikinya ternyata tidak berhasil melakukan terobosan dan Wulong memperhatikan Wu Sheng sejak awal mencoba menghiburya.
“Kau masih muda dan terobosan tidak bisa datang selalu. Akan selalu ada waktu yang tepat untuk itu!” ucap Wulong dengan wajah yang serius.
“Aku tau itu dan sepertinya terobosan ini membutuhkan sedikit dorongan dan aku merasa waktunya akan segera datang!” ucap Wu Sheng yang menjadi optimis.
Wu Sheng yang melihat malam yang masih panjang dan bulan masih berada di tempatnya pun memutuskan untuk menyusup ke Sekte Langit mencaritau situasi di dalam Sekte.
“Aku masih memiliki beberapa Kertas Formasi Teleportasi. Aku akan menggunakan itu untuk ke Sekte Langit dan menggunakan Formasi Teleportasiku di masa lalu untuk mempersingkat waktu meskipun itu akan menguras banyak sekali Energi tapi itu lebih baik daripada bertarung tanpa persiapan!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang tau jika teman-temannya hanyalah Murid biasa yang tidak akan bisa memberikannya informasi penting apapun memutuskan untuk menyelinap memasuki halaman Zhixia.
Zhixia yang baru saja selesai mandi karena selesai berlatih pedang di malam hari dengan cepat melemparkan pedangnya ke arah Wu Sheng saat merasakan ada gerakan tak terduga di dekatnya.
“Tu-tunggu! I-ini aku Wu Sheng. A-aku tidak bermaksud untuk mengintipmu. Aku hanya ingin mendapatkan Informasi!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang ketakutan karena pedang tajam milik Zhixia berdiri tegap di hadapan Wu Sheng.
“Hmmm!” ucap Zhixia dengan wajah yang kesal sambil mengambil pedang panjangnya dengan tangan lainnya memegangi handuk yang menutupi tubuhnya.
Wu Sheng yang merasa malu karena tindakannya yang tidak bermoral pun mengalihkan pandangannya dengan wajah yang memerah.
Wu Sheng yang duduk di ruang tamu hanya diam menunggu Zhixia selesai mengganti pakaiannya dan bersikap sangat sopan saat Zhixia datang.
“Apakah kau tau ini sudah pukul berapa? Lalu kemana saja kau? Apakah kau tidak tau jik Depertemen Kedisiplinan sedang mencari keberadaan kalian?” tanya Zhixia dengan terburu-buru dengan tangan bersilang di dada.
“Aku tau jika saat ini sudah sangat larut tapi aku terpaksa karena ini sangat mendesak. Aku bisa menceritakan padamu semuanya tapi bisakah kau memberitauku terlebih dahulu apa yang terjadi di Sekte Langit? Apa yang dilakukan Tetua Hu beberapa waktu ini?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang serius.
Zhixia yang percaya bahwa Wu Sheng bukanlah seorang penjahat meskipun Gurunya mengatakan semua padanya hasil dari Rapat Darurat yang diadakan untuk Petinggi Sekte Langit.
“Aku akan mengatakan semuanya tapi setelah itu berjanjilah jika kau akan mengatakan padaku yang sebenarnya terjadi!” ucap Zhixia dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku berjanji!” ucap Wu Sheng dengan suara yang tegas dengan tangan terangkat ke atas seolah sedang membuat janji pada Zhixia.
__ADS_1
Zhixia yang tidak berniat menutupi apapun mengatakan semuanya dan hal itu membuat Wu Sheng mendengarnya menjadi sangat marah.
“Dasar penghianat! Beraninya dia memfitnah Guruku!” ucap Wu Sheng dengan mata yang berapi-api dengan wajah yang marah.
“Semua yang dikatakan oleh Tetua Hu adalah kebohongan. Guruku adalah orang yang telah membuat Formasi untuk melindungi Ketua Wang dan Tetua Hu adalah orang yang telah menyerang Ketua Wang yang sedang melakukan latihan tertutup!” ucap Wu Sheng yang berdiri.
“Dia tidak hanya meracuni Guruku tapi juga mencelakai Ketua Wang hingga terluka parah!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang yang membuat Master Luo yang tiba-tiba muncul menjadi terkejut.
“Apa maksud ucapanmu itu? Ketua Wang terluka?” tanya Master Luo dengan tatapan mata yang tajam dengan wajah yang curiga.
Wu Sheng yang tau jika Master Luo adalah orang yang netral dan tidak akan berpihak pada siapapun kecuali kebenaran pun memberitau Master Luo semuanya.
Master Luo yang tidak bisa percaya tanpa ada bukti yang nyata pun menyetujui permintaan Wu Sheng untuk menunda Pertemuan Kedua yang dijadwalkan dengan imbalan dapat bertemu Ketua Wang lebih dulu.
Wu Sheng yang telah menyelasaikan rencananya pun memutuskan kembali ke Kediaman Keluarga Wu saat melihat matahari mulai terbit.
Wu Sheng yang telah kembali di saat matahari telah berada di atas tidak menyangka jika ketidakhadirannya membuat Kediaman Keluarga Wu menjadi heboh.
“Aku ada urusan sebentar jadi aku pergi pagi-pagi sekali. Ada apa? Kenapa Ayah memanggilku?” tanya Wu Sheng dengan wajah penasaran.
“Sepertinya ini berhubungan dengan Tetua Dong yang sedang ditangani oleh Nu Pong!" ucap Paman Zing dengan ekspresi wajah yang datar.
Wu Sheng yang penasaran bergegas pergi menemui Tetua Dong di ruangannya yang ternyata telah ada Wu Shanghe dan Nu Pong disana terlebih dulu.
"A-ayah! Maafkan aku pergi begitu saja tanpa mengatakn sepatah katapun!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang bersalah.
"Ayah tidak marah padamu. Ayah hanya khawatir karena kau datang dalam keadaan yang buruk!" ucap Wu shanghe sambil tersenyum lembut.
Wu sheng yang senang karena Wu shanghe begitu mengkhawatirkannya yang bahkan baru diketahuinya di kehidupannya yang sekarang.
Wu Sheng yang hampir melupakan tujuan utamanya pun berbalik arah menatap Tetua Dong yang masih terbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1
“Bagaimana keadaannya? Apakah semua racunnya sudah dinetralkan?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang penasaran.
“Tuan Muda jangan khawatir. Tetua Dong telah melewati masa kritisnya dan akan segera sadar!” ucap Nu Pong dengan percaya diri.
“Aku juga telah memberikan obat yang diberikan oleh Tuan Muda jadi saat ini aku yakin jika saat ini Tetua Dong telah benar-benar pulih!” ucap Nu Pong lagi dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku mengerti. Kau telah bekerja keras. Terima kasih. Sekarang kau boleh istirahat! Aku akan memeriksanya sendiri.” Ucap Wu Sheng yang berjalan ke depan dan mengambil pergelangan tangan Tetua Dong memeriksa denyut nadinya.
Semua yang dikatakan oleh Nu Pong benar, Tetua Dong benar-benar telah terbebas dari racun dan luka di tubuhnya telah menghilang secara tak terduga pun terbangun.
“Gu-Guru! Apakah kau baik-baik saja? Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Wu Sheng dengan terburu-buru dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut disertai dengan wajah yang gembira.
"Guru merasa lebih baik. Rasa sakit yang aku rasakan sebelumnya telah menghilang dan sepertinya semua racun yang diberikan oleh Tetua Hu telah ditawarkan!" ucap Tetua Dong sambil menggenggam tangannya dengan erat.
Tetua Dong yang tidak tau dimana dirinya berada langsung menyadarinya saat melihat sosok seorang pria yang dikenalnya.
"Kepala Keluarga Wu, terima kasih karena telah menyelamatkanku! Aku sungguh berhutang budi padamu!" ucap Tetua Dong dengan tulus sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda terima kasihnya.
"Ja-jangan. Anda jangan melakukan ini Tetua. Kau adalah Guru dari Putraku. Kau telah mengajari Putraku banyak hal bahkan mengubahnya menjadi lebih baik. Aku bahkan tidak tau bagaimana cara untuk membalas semuanya!" ucap Wu shanghe yang dengan cepat menolak ucapan terima kasih Tetua Dong karena merasa jika itu semua adalah kewajibannya untuk membantu.
"Aku mengerti dan sekarang kita sudah bisa melihat bahwa Wu sheng telah menjadi Pria yang kuat dan hebat!" ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang bangga yang dibalas anggukan kepala persetujuan oleh Wu Shanghe.
Wu Sheng yang melihat Tetua Dong masih butuh waktu istirahat selama beberapa waktu pun memutuskan pergi bersama Wu shanghe.
Wu Sheng yang belum memberitau Ayahnya apapun memutuskan untuk mengajaknya bicara dalam perjalanan kembali dari tempat Tetua Dong.
“Ayah, apakah kau punya waktu sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan!” ucap Wu Sheng yang berjalan berdampingan dengan Wu shanghe di taman.
#Bersambung#
Apa yang sebenarnya ingin dibicarakan Wu Sheng kepada Wu shanghe? Bagaimana kondisi Ketua Wang? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1