Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 89. Dua Jenius


__ADS_3

Wu Shanghe yang mengetahui Putranya telah kembali ke Kediamannya dalam keadaan pingsan bersama dua orang dari Sekte Langit bergegas kembali dari Pertemuan dengan Walikota.


“Bagaimana keada Sheng’er? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang cemas dan nada suara yang terburu-buru.


“Tuan Besar tidak perlu khawatir. Tuan Muda baik-baik saja. Dia hanya terlalu lelah dan saat ini sedang istirahat di kamarnya tapi....” ucap Paman Zing yang bertanggung jawab mengurus Kediaman Wu saat Wu Shanghe pergi dengan wajah yang bingung.


“Ada apa? Katakan yang sebenarnya!” ucap Wu Shanghe dengan nada suara yang mendekat Paman Zing untuk segera bicara.


“Tapi kondisi itu berbanding terbalik dengan dengan dua orang yang datang bersama Tuan Muda!” ucap Paman Zing dengan kepala tertunduk ke bawah.


Wu Shanghe yang tidak memahami maksud ucapan Paman Zing bergegas pergi menuju tempat Tetua Dong dan Ketua Wang dirawat.


Wu Shenghe yang mengenali salah satu orang yang terbaring dan sedang diperiksa oleh Tabib langsung berlari dan ikut cemas.


“Te-Tetua Hu! Apa yang terjadi padanya? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


“Keadaannya tidak baik-baik saja. Beliau terkena racun dan terluka parah!” ucap Tabib dengan ekspresi wajah yang lesu.


Wu Shanghe yang mendengarnya langsung menjadi lemas dan kembali bersemangat karena menyadari jika dirinya tidak bisa diam saja.


“Aku akan membayarmu dengan harga yang mahal asalkan kau bisa menghilangkan racun tersebut dan menyelamatkannya!” ucap Wu Shanghe dengan tatapan mata seolah telah membuat keputusan.


“Maafkan aku! Meskipun kau membayarku dengan harga yang mahal tapi ini melebihi kemampuanku! Aku tidak bisa menghilangkan racunnya karena aku bukanlah ahli racun!” ucap Tabib tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


Wu Shanghe yang mendengar penolakan yang tidak ingin didengarnya sama sekali hanya bisa mengepalkan tangannya dengan sangat kuat lalu membiarkan Tabib itu keluar diantar Paman Zing.


“Antar dia keluar dan lakukan yang harus dilakukan!” ucap Wu Shanghe yang memberikan peringatan kepada Paman Zing untuk membuat Tabib tersebut menyimpan masalah ini sebagai rahasia.


Di saat Wu Shanghe sedang berpikir keras untuk membantu menyelamatkan Tetua Hu dan orang lain yang datang bersama Wu Sheng meskipun dirinya tidak tau identitas orang tersebut menjadi terkejut saat Wu Sheng muncul secara tiba-tiba.


“A-Ayah! Maafkan aku yang telah merepotkanmu!” ucap Wu Sheng dari belakang dengan ekspresi sedih dan wajah yang masih pucat.

__ADS_1


“Kenapa kau disini? Seharusnya kau istirahat di kamarmu. Aku adalah Ayahmu dan kita keluarga. Tidak ada hal yang merepotkan bagi Orangtua jika harus membantu Anaknya yang dalam masalah!” ucap Wu Shanghe dengan senyum yang menenangkan.


“Terima kasih, Ayah!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut dan perasaan yang sangat bersyukur karena dapat kembali ke masa lalu dan telah berhasil menghalangi hal buruk terjadi.


“Kembalilah ke kamarmu. Masalah disini biarkan Ayah yang mengatasinya!” ucap Wu Shanghe dengan suara yang tegas sambil menepuk pelan bahu Wu Sheng.


Wu Sheng yang telah memeriksa kondisi Tetua Dong sebelum dirinya kehilangan kesadarannya langsung menggelengkan kepalanya menolak niat baik Wu Shanghe.


“Ayah tidak bisa mengatasinya sendirian!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin sambil menatap tajam ke arah Tetua Dong yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.


Wu Sheng yang teringat satu nama yang pastinya bisa menyelamatkan Tetua Dong pun meminta Paman Zing memanggil orang tersebut dan memeriksa kondisi Tetua Dong.


“Bagaimana? Apakah kau bisa menetralkan racun tersebut?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius dan rasa penasaran yang tinggi.


Dua Saudara Nu, Nu Pong dan Nu Ping yang telah diselamatkan Wu Sheng ternyata telah belajar dengan sangat keras dengan semua yang telah diberikan oleh Wu Sheng sebelum dirinya pergi menuju Sekte Langit.


Nu Pong adalah orang yang pendiam dan memiliki bakat dalam mengenali racun, membuat racun dan menawarkan racun sedangkan Nu Ping sang Adik adalah orang yang periang dan memiliki bakat di bidang senjata.


“Saya bisa menetralkannya Tuan Muda! Tolong beri saya waktu satu hari untuk membuat penawarnya!” ucap Nu Pong dengan ekspresi wajah yang serius dengan tubuh yang berdiri tegap.


“Baiklah! Aku percaya padamu! Paman Zing akan memberikan apapun yang kau butuhkan untuk membuat penawarnya!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang sangat percaya akan kemampuan Nu Pong.


Wu Shanghe yang sangat penasaran memutuskan untuk tidak menanyakan apapun dan percaya kepada Wu Sheng sepenuhnya.


Lalu setelah kepergian Nu Pong, Wu Sheng pun menceritakan semuanya kepada Wu Shanghe tanpa ada yang ditutupi.


“Jadi dua budak yang kau beli itu ternyata memiliki bakat yang sangat hebat dan sebelum kau pergi kau telah membekali mereka dengan sumber daya yang banyak?” tanya Wu Shanghe yang ingin memperjelas pemahamannya akan situasi yang tidak terduga itu.


“Benar Ayah! Maafkan aku yang tidak mengatakannya sejak awal!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Kenapa kau meminta maaf? Kau tidak perlu melakukannya! Ayah selalu percaya padamu!” ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lembut.

__ADS_1


“Ayah justru senang karena kau dikelilingi orang-orang yang hebat! Ayah bisa tenang jika kau berada jauh disana!” ucap Wu Shanghe yang telah mengetahui semuanya.


Wu Sheng yang menyerahkan kesembuhan Tetua Dong kepada Nu Pong pun memfokuskan dirinya pada Ketua Ming yang terluka parah.


“Meskipun Energi Qi yang ada di dalam tubuhnya telah kembali normal tapi akibat dari Energi Qi yang berantakan menyebabkan Ketua Wang akan mengalami kemunduran dalam kultivasi di masa depan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


“Aku harus mengatasi ini dan membantunya naik tingkat untuk menghentikan Tetua Hu menjadi Ketua Sekte di Kehidupan ini!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Wu Sheng yang memutuskan untuk membuat Pil Linxi yang akan meningkatkan persentasi kenaikan tingkat menjadi seratus persen.


Hanya dalam waktu satu jam, Pil Linxi yang diperlukannya itu pun berhasil dibuat dan membuat wangi Pil tersebar ke seluruh tempat di Kediaman Keluarga Wu.


Wu Shanghe yang mencium wangi Pil yang sangat harum dan tak biasa itu ikut penasaran dan pergi menemui Wu Sheng.


“Ayah!” panggil Wu Sheng yang melihat Wu Shanghe telah muncul di depannya dengan wajah penasaran.


“Maafkan Ayah yang tidak sopan. Ayah tau kau baru saja membuat Pil baru untuk Ketua Wang hanya saja Ayah sangat penasaran.” Ucap Wu Shanghe yang merasa malu.


“Ayah tidak perlu malu seperti itu. Aku membuat Pil Linxi dan ditanganku ada tiga buah Pil. Aku akan memakai satu untuk Ketua Wang dan sisanya aku ingin memberikannya kepada Ayah dan Kakak Lei!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut.


Wu Sheng yang telah mendapatkan semua yang dibutuhkannya pun memulai proses penyembuhan setelah ditinggal berdua di ruangan tersebut.


Wu Sheng yang memulai proses pengobatannya pun meletakkan Ketua Wang ke dalam Bak Mandi yang sangat besar dengan cairan yang berisikan ekstrak Tanaman Obat berumur ribuan tahun.


Wu Sheng yang mengeluarkan Jarum Perak yang diberikan Tetua Dong kepadanya pun menusukkan Jarum Perak tersebut satu per satu ke tubuh Ketua Wang lalu memasukkan Pil Linxi ke dalam mulutnya dan menunggu hasilnya.


“Aku telah melakukan semua yang aku lakukan. Sekarang hanya tinggal menunggu hasilnya, jika Ketua Wang berhasil melewati malam ini dengan baik maka Ketua Wang akan berhasil menjadi orang yang baru tapi jika gagal maka tak akan ada kesempatan lagi di masa depan!” ucap Wu Sheng sambil menarik nafas panjang.


#Bersambung#


Apakah Ketua Wang akan berhasil melakukan terobosan ataukah gagal? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2