Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 115. Perampok Dadakan


__ADS_3

Wu Sheng yang tau jika Mo Sanlong akan menjadi duri dalam daging di masa depan tidak menyangka akan bertemu dengan Mo Sanlong begitu cepat.


“Pengecut yang melarikan diri dan meninggalkan Guru serta Klannya di saat Pemberontakannya gagal ternyata muncul di hadapanku sekarang!”


“Tidak disangka akan bertemu denganmu begitu cepat!”


Mo Sanlong yang mengingat kembali kabar buruk tentang kematian dan nasib jasad Guru dan Keluarganya pun menjadi sangat marah.


“Br*ngsek! Aku tidak akan pernah mengampunimu!”


“Aku akan membunuhmu dan menjadikan jasadmu sebagai persembahan atas roh Guru dan semua Klanku!”


Mo Sanlong yang berpikir bahwa dirinya yang telah semakin kuat setelah menjalankan latihan terlarang bersama Master Dang tidak menyangka jika perbedaan kekuaan di antara dirinya dan Wu Sheng ternyata begitu besar.


“Sial! Bagaimana bisa si br*ngsek ini semakin kuat?”


“Kenapa semua jadi begini? Kenapa aku tetap tidak bisa mengalahkannya?”


“Padahal aku sudah melakukan berbagai cara untuk menjadi lebih kuat dan membalaskan dendamku!”


Mo Sanlong yang tidak pernah berpikir bahwa saat dirinya sedang berlatih menjadi kuat, Wu Sheng tidak hanya duduk diam karena pada kenyataannya Wu Sheng pun ikut berlatih lebih keras.


“Jurus Daun Berguguran!” ucap Mo Sanlong dengan daun yang berputar di sekitarnya lalu menyerang Wu Sheng.


“Langkah Angin! Tinju Kilat Petir!” ucap Wu Sheng yang menghindari serangan dengan jurusnya lalu mengeluarkan serangan balasan.


“Telapak Kabut Ungu!” ujar Mo Sanlong.


“Formasi Perisai Angin Emas! Formasi Menyerang, Tinjuan Kaisar Berdarah!” balas Wu Sheng yang mengeluarkan Formasi tingkat Satu dan Dua secara beruntun.


Mo Sanlong yang tidak bisa menghindari Formasi yang dibuat Wu Sheng dengan begitu cepat pun akhirnya terkena serangan dan menabrak pohon yang ada di belakangnya.


“Aaaarrrgghhh!”


Mo Sanlong yang terkena serangan merasakan tulang rusuknya patah dan tangan kanannya terkilir hingga menyebabkan dirinya kesulitan mengeluarkan serangan balasan.


“Tidak! Aku tidak boleh mati disini!”


“Aku harus kabur dan menjadi lebih kuat lalu mengalahkan mereka kemudian membalaskan dendam ini!


Mo Sanlong yang berniat kabur lagi ternyata sudah diketahui oleh Wu Sheng sehingga tepat sebelum Mo Sanlong mengaktifkan Kertas Formasi Teleportasi miliknya Wu Sheng telah mengeluarkan Api Pelahap.


“Aaaaarrrggghhhh! Aaaarrgghhh! Aaaarrgghhh!”


Api Pelahap yang membakar lengan kiri Mo Sanlong membuat Mo Sanlong membuat keputusan sulit dengan memutuskan tangan kirinya lalu meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Wu Sheng yang tidak berhasil menghentikan Mo Sanlong yang kabur terpaksa harus bersabar dan mengalihkan perhatiannya pada Yan Duxing yang terluka parah.


“Sial! Tikus itu kabur lagi!”


“Saudara Yan, bertahanlah! Aku akan menyembuhkanmu seperti semula!” ucap Wu Sheng serius.


Sementara itu, Mo Sanlong yang terjatuh ke tanah tepat setelah Formasi Teleportasinya membawanya ke tempat lain merasakan sakit yang teramat dalam pada tubuhnya.


“Aaarrgghh! Kurang ajar! Aku pasti akan membalasmu Wu Sheng!”


Di saat bersamaan, Yuan Lu yang bersembunyi dan mengikuti Mo Sanlong bersama Murid Sekte Tao lainnya pun muncul di hadapan Mo Sanlong.


“Menyedihkan!” gumam Yuan Lu.


“Dasar tidak berguna! Aku kira kau dapat membunuh beberapa Murid Sekte Langit tapi ternyata kau sangat lemah!” ucap Lin Shanhe dengan tatapan merendahkan.


Mo Sanlong yang tidak ingin mati di tempat itu pun menurunkan harga dirinya dan meminta pertolongan tapi tidak disangka Yuan Lu dan Lin Shanhe yang berdiri di hadapannya justru menyerangnya.


“Sekte Tao tidak membutuhkan orang yang lemah sepertimu!” jawab Lin Shanhe.


“Maka lenyaplah dari dunia ini dan berikan kekuatanmu padaku!” bisik Yuan Lu dengan senyum licik.


Yuan Lu yang tau jika Master Dang hanya memanfaatkan Mo Sanlong sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuanya saat Pertandingan Dinasti Yuan pun membunuh Mo Sanlong.


Yuan Lu yang menyerap semua Energi Qi dan kultivasi yang dimiliki Mo Sanlong tanpa bersisa membuat Mo Sanlong berubah menjadi Mayat kering.


“Aaaarrggghh! Aaaarrrgghhh! Aaaarrgghhh!”


“Ti-tidak! Hen-hentikan!” ucap Mo Sanlong terbata-bata.


Yuan Lu yang merasakan kekuatan perlahan masuk ke dalam tubuhnya dan menjadikan dirinya semakin kuat menjadi sangat bahagia.


“Ini adalah Kekuatan yang Guru katakan dan kekuatan ini menjadi milikku sekarang!” ucap Yuan Lu dengan tawa lebar.


Lin Shanhe yang tidak ingin ketinggalan momen bahagia itu berdiri di hadapan Yuan Lu dan mengucapkan selamat padanya lalu mengambil keuntungan lain untuk dirinya.


“Selamat Saudara Yuan! Kau telah berhasil naik dua tingkat berkat Mo Sanlong!” ucap Lin Shanhe dengan senyum bahagia.


“Tidak disangka ternyata pengecut ini masih memiliki beberapa benda berharga!” gumam Lin Shanhe yang menyimpan cincin penyimpanan milik Mo Sanlong.


Di sisi lain, Yan Duxing yang terluka akhirnya dapat sembuh dengan sangat cepat berkat bantuan dari Wu Sheng.


“Selesai! Sekarang kau telah benar-benar sembuh dan sehat!” jawab Wu Sheng lega.


“Terima kasih untuk bantuanmu, Saudara Wu! Jika kau tidak datang dan menyelamatkanku. Mungkin saja saat ini aku telah menjadi mayat!” ucap Yan Duxing bersyukur.

__ADS_1


“Apa yang kau katakan? Tak perlu mengucapkan apapun! Jawab Wu Sheng dengan senyum ramah.


“Tempat ini sudah tidak aman lagi! sebaiknya kita pergi dan mencari tempat lain!” saran Wu Sheng.


“Kau benar! Ayo, kita pergi sekarang!” jawab Yan Duxing setuju.


Keduanya yang berpindah tempat pun terus bertarung dengan beberapa Hewan Buas untuk mendapatkan Inti Kristal Cyan hingga tak jarang menjarah kelompok lain.


“Saudara Wu! Cara ini sangat melelahkan! Ayo kita serang kelompok lain dan ambil Inti Kristal serta Harta Karun mereka!” saran Yan Duxing.


“Itu adalah ide yang bagus tapi kita tidak boleh bersikap gegabah. Apa kau mengerti maksudku Saudara Yan?” tanya Wu Sheng.


“Aku sangat mengerti dan jangan khawatir!” balas Yan Duxing percaya diri.


Dalam waktu singkat, Yan Duxing dan Wu Sheng berubah menjadi Perampok berjubah hitam yang menjarah setiap orang.


“Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan? Pergi dari sini!”


“Apa yang kami inginkan ada padamu jadi kami akan mengambil semuanya!”


“Aaaarrgggghh! Tidak!”


Wu Sheng dan Yan Duxing yang berburu tanpa henti membuat hampir setengah dari Peserta Pertandingan Dinasti Yuan telah menjadi targetnya.


“Sudah lima hari berlalu dan kita telah mendapatkan banyak sekali Inti Kristal Saudara Wu!” ucap Yan Duxing dengan tatapan mata berkilau menatap Inti Kristal dan Harta Karun yang ada di depnanya.


“Kau benar dan sekarang saatnya kita berhenti. Kita harus mencari keberadaan teman kita yang lain!” ucap Wu Sheng dingin.


“Baiklah! Kita pergi sekarang!” jawab Yan Duxing setengah hati tapi tetap pergi mengikuti saran dari Wu Sheng.


Kabar tentang Perampok Berjubah Hitam yang merampok semua kelompok yang ditemuinya tenyata sampai ke telinga Zhixia, Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang telah berkumpul.


“Kita harus hati-hati! Jangan lengah dan tetap waspada!” saran Zhixia.


“Aku dengar kabar bahwa ada Kelompok baru yang menyembunyikan identitasnya lalu menyerang kelompok lain dan merebut Inti Kristal serta Harta Karun yang didapatkan!” ucap Zhixia serius.


“Ini bukan sebuah kabar atau gosip karena aku melihat kelompok lain yang terluka menceritakan pengalamannya!” jawab Hua Nan.


“Aku pun berpikir jika ini bukan sebuah gosip tapi fakta dan katanya salah satu diantara keduanya adalah Master Formasi!” ucap Nanggong Xuenli dengan wajah serius.


Ketiganya yang tidak menyadari bahwa orang yang dibicarakan adalah dua anggota kelompoknya yang belum berkumpul menjadi takut tanpa disadari keduanya.


#Bersambung#


Akankah identitas Wu Sheng dan Yan Duxing akan tetap terjaga selama Pertandingan atau terbongkar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2