
Mo Sanlang yang sejak awal telah mensabotase Ujian Wu Sheng menjadi kesal karena Wu Sheng berhasil lolos tanpa bertanding sama sekali bahkan berhasil menang menjadi juara pertama.
“Dasar bodoh! Pengecut! Kenapa kalian memilih mundur daripada menyerangnya?” teriak Mo Sanlang kepada beberapa Murid Luar yang telah menjadi anak buahnya.
“Ma-Maafkan kami Bo-Bos!” ucap salah satu di antara ketiganya dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang takut.
Mo Sanlang yang mendengar penjelasan ketiga bawahannya pun melemparkan cangkir teh yang ada di tangannya ke lantai hingga pesan untuk melampiaskan kemarahannya.
“Keluar! Keluar kalian! Dasar bodoh!” teriak Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang kesal dengan suara yang meninggi.
Mo Sanlang yang sendirian di ruangannya pun memikirkan ulang semua yang dikatakan oleh bawahannya itu satu per satu.
“Jika yang dikatakan mereka itu benar maka saat ini semua orang telah berpikir bahwa Wu Sheng adalah orang yang sangat hebat dan kuat!” ucap Mo Sanlang dengan tangan terkepal erat.
“Tidak ada yang bisa diandalkan! Sepertinya aku harus bergerak sendiri menyingkirkan sumber masalahnya!” ucap Mo Sanlang dengan tekad yang kuat dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.
Sementara itu, Wu Sheng yang menjadi pemenang dalam Ujian Murid Dalam mendapatkan hadiah poin sebanyak 10.000 poin dan untuk Nanggong Xuenli mendapatkan hadiah 7.500 poin sebagai pemenang kedua lalu pemenang ketiga mendapatkan 5.000 poin.
“Selamat kepada Pemenang dan Murid yang bertahan menjadi Murid Sekte Langit! Aku juga ingin menyampaikan bahwa sepuluh Murid terkuat akan menjadi Murid Dalam!” ucap Master Luo dengan suara yang ceria dengan wajah yang bahagia.
Yan Duxing yang sangat senang akan kemenangan Wu Sheng pun ikut senang karena dirinya ternyata bisa menjadi Murid Dalam bersama Wu Sheng.
“Saudara Wu, apa kau percaya itu? Sekarang kita telah menjadi Murid Dalam! Aku senang sekali!” ucap Yan Duxing dengan suara yang terdengar sangat bahagia.
“Kau benar! Penampilanmu pun sangat bagus. Selamat karena telah menjadi Murid Dalam Saudara Yan!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang tulus.
“Ini semua karena bantuanmu. Jika bukan karena buku yang aku dapatkan saat bersamamu mengumpulkan poin maka aku tidak akan bisa seperti sekarang!” ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang bersyukur.
“Aku yang menjadi Anggota Penjinak Hewan dan memiliki Xon sebagai Hewan Kontrakku tak akan bisa terwujud kalau bukan karenamu Saudara Wu.!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang bahagia sambil mengelus lembut Harimau Bertaring.
__ADS_1
Wu Sheng yang melihat Yan Duxing bahagia pun ikut senang dan keduanya pun bersama memasuki Tempat Tinggal Murid Dalam.
“Apakah ini tempat tinggal kita sekarang? Energi Qi yang ada jauh lebih banyak daripada saat kita menjadi Murid Luar!” ucap Yan Duxing yang mulai berkomentar.
“Tidak hanya Energi Qi yang lebih banyak tapi juga sumber daya yang disediakan dua kali lipat dari yang didapatkan saat menjadi Murid Luar!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang lurus ke depan.
Wu Sheng yang melihat Mo Sanlang tak jauh darinya pun menjadi sangat kesal dan mengingat semua yang dilakukan Mo Sanlang padanya sebelumnya.
“Hah! Serigala berbulu domba!” ucap Wu Sheng dengan suara yang cukup besar hingga dapat di dengar semua orang yang ada di sana.
Mo Guo yang berada di dekat Mo Sanlang pun menjadi sangat marah dan kesal saat mendengar perkataan Wu Sheng.
“Dasar br*ngsek! Apa yang kau katakan tentang Kakakku? Apakah kau sudah bosan hidup?” teriak Mo Guo dengan suara yang lantang sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Wu Sheng.
“Kau mungkin menjadi yang terkuat di antara Murid Luar tapi di sini berbeda dengan disana! Di sini kau hanyalah sampah yang tidak berguna!” ucap Mo Guo dengan tatapan mata yang merendahkan.
Yan Duxing yang naik darah mendengar penghinaan dan kata-kata kasar dari Mo Guo ingin maju dan memberikan pelajaran kepada Mo Guo tapi dengan cepat dihentikan oleh Wu Sheng.
“Hentikan! Kau tidak perlu melayani perkataan sampah yang sebenarnya!” ucap Wu Sheng sambil melirik ke arah Mo Guo.
Mo Guo yang mendengar perkataan Yan Duxing dengan mudah tersulut emosi dan menarik pedang yang ada di pinggangnya.
Namun sebelum Mo Guo melakukan sesuatu untuk membalas Yan Duxing dan Wu Sheng ternyata Mo Sanlang yang diam saja sejak awal telah melakukan sesuatu.
“Hentikan Xiao Guo!” ucap Mo Sanlang dengan suara yang pelan yang hanya bisa didengar oleh Mo Gui dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
“Ta-tapi Kak! Orang-orang ini sangat sombong! Mereka baru saja menjadi Murid Dalam tapi sudah bersikap seolah mereka adalah orang yang terkuat di Sekte Langit!” ucap Mo Guo yang protes terhadap sikap Mo Sanlang.
“Kau tak perlu melukai tanganmu untuk memberikan mereka pelajaran karena Kakak telah melakukannya lebih dulu!” ucap Mo Sanlang dengan senyum yang licik.
__ADS_1
Wu Sheng yang diam saja dan menggunakan Energi Qi untuk mendengarkan percakapan Mo Sanlang dan Mo Guo pun menjadi panik lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yan Duxing.
“A-apa? Apa yang telah dia lakukan?” ucap Wu Sheng dalam hati dengan wajah yang kesal dengan ekspresi wajah yang cemas.
Mo Sanlang yang telah membulatkan tekad untuk menyelesaikan Wu Sheng sendiri ternyata telah melemparkan jarum kecil yang telah diolesi racun yang mematikan ke tubuh Xon yang sedang ada di dalam pelukan Yan Duxing.
Wu Sheng yang tidak menemukan masalah pada Yan Duxing langsung terkejut saat melihat Xon, Hewan Kontrak Yan Duxing, perlahan warna bulunya berubah putih.
“Saudara Yan! Lihatlah! Apa yang terjadi pada Xon?” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Yan Duxing yang memiliki pengetahuan yang luas tentang Hewan Buas pun ikut menjadi panik dan dengan cepat meletakkan Xon ke tanah lalu memeriksanya.
Di Saat Yan Duxing mencari penyebab Xon tiba-tiba bulunya berubah warna menjadi putih, Mo Sanlang yang tidak tertarik berbalik arah dan meninggalkan Yan Duxing dan Wu Sheng sendiri bersama Mo Guo.
“Kita pergi sekarang!” ucap Mo Sanlang dengan suara yang tegas dengan wajah yang dingin dan sikap yang cuek.
Yan Duxing yang akhirnya menemukan jarum kecil yang bahkan akan sulit terlihat jika Wu Sheng tidak memiliki tingkat kepekaan yang tinggi.
“Apakah jarum kecil ini yang menjadi penyebabnya? Ja-jarum apa ini?” ucap Yan Duxing dengan suara yang bergetar bingung.
“Ini adalah jarum biasa tapi aku khawatir jika jarum ini telah diolesi jarum khusus untuk menyakiti Hewan Buas!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan terkepal erat.
Yan Duxing yang mengetahui bahwa Xon, Hewan Kontrak, yang sangat disayanginya telah diracuni oleh Mo Sanlang menjadi sangat cemas dan khawatir.
Wu Sheng yang tidak mengenali racun yang diberikan Mo Sanlang kepada Xon pun berniat untuk meminta penawarnya tapi sebelum Wu Sheng memintanya Yan Duxing telah berteriak dengan histeris.
“Xon! Xon! Xon!” teriak Yan Duxing dengan sangat keras beberapa kali memanggil nama Xon dengan ekspresi wajah yang takut dengan tubuh yang bergetar.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi pada Xon? Akankah Wu Sheng mendapatkan penawar racun untuk Xon? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...