Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 28. Kemenangan Wu Sheng


__ADS_3

Wu Sheng yang mendapatkan Jurus Muslihat yang sangat kuno dari Tetua Dong yang telah menjadi Gurunya kembali di Kehidupan ini.


Wu Sheng yang terus menyerang Wu Fang dengan Jurus Muslihat tanpa henti akhirnya membuat Wu Fang kerepotan.


“Kemarahan Monster, Lompatan Kera!” ucap Wu Sheng dengan suara yang keras lalu melompat tinggi ke atas langit lalu menghajar pipi kanan Wu fang hingga Wu Fang mundur ke belakang beberapa hari.


“Aaaarrrggghhh.....! Kau! Wu Sheng! Beraninya kau....!” ucap Wu Fang dengan wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.


“Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!” ucap Wu Sheng yang menerjang Wu Fang berkali-kali hingga akhirnya Wu Fang terjatuh ke lantai Arena.


“Aaaarrgghh! Uhukk.. Uhukkk!” ucap Wu Fang yang berlutut dengan satu kaki dan satu tangan di dadanya lalu memuntahkan darah segar.


Wu Sheng yang ingat jika kehancuran Keluarganya dimulai dengan dirinya yang telah salah menilai orang yang memakai topeng baik seperti Wu Fang dan Lu Fuqin pun memutuskan untuk menghancurkan ikatan itu.


“Ini adalah serangan terakhirku! Tinju Raungan Serigala Kelabu!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengeluarkan delapan puluh persen kekuatannya.


Wu Sheng yang mengeluarkan tiga buah kekuatan Qi yang terdengar seperti raungan Serigala yang mengarah ke tubuh Wu Fang.


Wu Fang yang berusaha menahan serangan pertama ternyata tidak berhasil untuk menahan ataupun menghindari serangan kedua sehingga membuat Wu Fang terjatuh kembali ke lantai Arena dengan darah yang segar lagi.

__ADS_1


Wu Fang yang tak akan bisa bertahan dari serangan terakhir Wu Sheng dapat dipastikan akan mati membuat Tetua Feng yang tak rela kehilangan anaknya naik ke atas Arena Pertandingan menghentikan Wu Sheng.


“Tidak! Fang’er!” teriak Tetua Feng yang berdiri di tengah Arena Pertandingan Hidup dan Mati dan menghancurkan serangan ketiga Wu Sheng dengan sangat mudah.


Master Zhang yang melihat Tetua Feng telah menyalahi peraturan bergegas naik ke atas Arena Pertandingan sementara Wu Sheng yang tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mempermalukan Tetua Feng dan Wu Fang secara bersamaan.


“Tetua Feng, apa maksud ucapanmu? Apakah kau sedang menjilati ludahmu sendiri sekarang?” sindir Wu Sheng dengan tatapan mata yang merendahkan ke arah Wu Fang yang terluka parah dan juga Tetua Feng.


Tetua Feng yang tak ingin melayani perkataan Wu Sheng sama sekali karena menurutnya yang terpenting adalah nyawa Wu Fang pun memasukkan Pil Penyembuh tingkat Tiga ke dalam mulut Wu Fang.


Wu Fang yang menelan Pil yang sangat bagus itu pun kembali pulih dan kekuatannya yang hilang kembali lagi dengan sangat cepat.


“Tuan Muda Wu Sheng, apakah kau akan tetap membunuh Wu Fang?” tanya Master Zhang dengan ekspresi wajah yang serius.


“Aku sudah tidak memiliki niatan lagi untuk bertarung dengan orang yang curang dan seperti anjing yang bisanya menjilat ludahnya sendiri!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang dingin.


“Jika seperti itu maka aku umumkan kepada semua orang bahwa Pemenang dalam Pertandingan Hidup dan Mati adalah Tuan Muda Wu Sheng!” ucap Master Zhang dengan suara yang lantang yang disambut dengan sorak-sorai dari Penonton.


Wu Shanghe dan Wu Lei yang melihat Wu Sheng berhasil menang pun menjadi sangat senang dan bahagia.

__ADS_1


Wu Shanghe yang tak akan menyiakan kesempatan yang bagus ini pun memberikan pengumuman penting kepada semua orang di Klan Wu.


“Aku! Wu Shanghe! Kepala Keluarga Wu, menyatakan bahwa Tetua Feng dan Wu Fang dikeluarkan dari Keluarga! Mereka berdua bukan bagian dari Keluarga Wu lagi!” ucap Wu Shanghe dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang merendahkan ke arah Tetua Fang.


Semua orang yang mendengar pengumuman yang dibuat oleh Wu Shanghe langsung bersorak-sorai menyebut nama Wu Sheng dan Wu Shanghe berulang-ulang kali.


“Hidup Tuan Muda Wu!”


“Hidup Kepala Kleuarga Wu!”


Di saat kebahagiaan sedang dirasakan oleh Wu Sheng secara tidak terduga sebuah serangan yang mendadak datang dan mengarah ke arah Wu Sheng.


“Tidak!” Sheng’er!” ucap Wu Shanghe yang langsung berlari ke arah Wu Sheng dan berniat mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Putranya itu.


“Kakak Sheng’er, awas...!” ucap Guang Yao yang berada tak jauh dari Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang sangat cemas.


“Tidak, Ayah! Menjauhlah! Aku bisa menghadapi ini sendiri!” ucap Wu Sheng yang langsung bergerak cepat dan menghilang dari pandangan Wu Shanghe.


#Bersambung#

__ADS_1


Kemana perginya Wu Sheng? Siapa yang menyerang Wu Sheng secara tiba-tiba? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2