
Wu Sheng yang tidak melihat Pangeran Rong Zhou di tempat Peserta menunggu gilirannya pun menjadi curiga.
‘Kemana Pangeran Rong Zhou? Apakah dia melakukan sesuatu kepada Xiao Jiu?’ pikir Wu Sheng.
Wu Sheng yang tidak bisa membiarkan Pangeran Rong Zhou melakukan hal yang diinginkannya sesuka hati pun memutuskan keluar mencari tau.
Wu Sheng yang tidak bisa memberitau temannya yang lain dengan tujuan kepergiannya pun meminta bantuan Yan Duxing.
“Saudara Yan, aku ada urusan yang sangat penting jadi bisakah kau memberitauku jika sesuatu terjadi di Arena Pertandingan?” tanya Wu Sheng.
“Jangan cemas. Aku akan memberitaumu. Aku akan mengirimkan burung pengantar pesan padamu!” ucap Yan Duxing serius.
Wu Sheng yang mempercayai Yan Duxing pun mengangguk setuju lalu pergi meninggalkan Stadion Pertandingan.
Wu Sheng yang telah memberikan bubuk khusus kepada Pangeran Rong Zhou di pertemuan terakhirnya di Istana Kekaisaran pun menggunakan bubuk itu untuk mencari tau keberadaan Xiao Jiu.
Wu Sheng yang mengikuti jejak dari bubuk yang diberikannya pun sampai di sebuah bangunan kosong tak jauh dari Stadion Pertandingan.
“Apakah Pangeran Rong Zhou ada di dalam?”
Wu Sheng yang menyelinap masuk pun menemukan keberadaan Pangeran Rong Zhou dan bersembunyi.
Wu Sheng yang mendengar ucapan kekesalan Pangeran Rong Zhou sambil memecahkan piring dan gelas yang ada di hadapannya pun menyipitkan matanya.
“Gawat! Xiao Jiu dan keluarganya dalam bahaya!”
Wu Sheng yang telah memutuskan untuk menyelamatkan Keluarga Xiao Jiu terlebih dahulu pun mengikuti beberapa orang yang bergerak menuju ke Kediaman Keluarga Xiao.
Wu Sheng yang tidak membiarkan Kesatria Bayangan menyerang Keluarga Xiao pun bergerak cepat menghalanginya.
“Langat Angin! Tinju Raungan Serigala Kelabu!” teriak Wu Sheng.
Serangan yang begitu kuat dengan Energi Qi yang besar membuat semua Kesatria Bayangan kehilangan nyawanya secara instan.
Wu Sheng yang berhasil menghilangkan satu penghalang dalam penyelamatannya pun bergegas ke tempat Xiao Jiu berada.
Sementara itu, Xiao Jiu yang tidak berada dalam kondisi prima ternyata tidak bisa melawan tiga orang Kesatria Bayangan yang dikirim oleh Pangeran Rong Zhou untuk membunuhnya.
Xiao Jiu yang tidak bisa menghindari pukulan dari ketiganya pun terjatuh ke tanah dengan luka dalam yang parah.
__ADS_1
“Aaarrgghhh!”
“Hah! Sial! Aku tidak ingin mati!”
Kesatria Bayangan yang melihat Xiao Jiu sudah dikalahkan dan tidak berdaya berniat untuk membawa Xiao Jiu ke hadapan Pangeran Rong Zhou.
“Ayo kita bawa orang ini ke hadapan, Yang Muli!”
Wu Sheng yang berhasil sampai tepat waktu langsung menghentikan ketiganya dengan melemparkan beberapa pisau kecil ke arah ketiganya.
Wu Sheng yang melihat Xiao Jiu tidak sadarkan diri dengan darah yang banyak di sekitar tempat pertarungan langsung menyipitkan matanya.
Kesatria Bayangan yang tidak senang ada orang yang mengganggu pekerjaan mereka pun menjadi kesal.
“Siapa kau? Jangan ikut campur urusan kami! Menyingkirlah atau kau pun akan bernasib sama dengan orang yang terbaring di tanah itu!” ucap ketiganya bergantian.
Wu Sheng yang tidak merasa terintimidasi ataupun takut dengan ancaman yang diberikan pun tersenyum licik lalu dengan santainya memberikan Pil Penyembuh kepada Xiao Jiu.
“Bertahanlah! Aku akan menyingkirkan orang ini terlebih dulu!”
Wu Sheng yang bergerak sangat cepat dan efisien pun menyerang ketiga Kesatria Bayangan dengan menggunakan Pedang Wu.
“Wulong! Tunjukkan kekuatanmu!”
Di sisi lain, Xiao Jiu yang akhirnya sadarkan diri setelah menelan Pil yang diberikan Wu Sheng menjadi sangat terkejut saat melihat Wu Sheng berdiri di hadapannya bertarung dengan ketiga Kesatria Bayangan.
“Tu-Tuan Muda Wu!”
Xiao Jiu yang melihat Wu Sheng mengalahkan ketiga Kesatria Bayangan dengan begitu mudahnya menyadari bahwa dirinya ternyata sangat lemah.
“Hah! Tidak disangka ternyata Tuan Muda Wu masih memiliki jurus lain!”
“Jika Tuan Muda Wu menggunakan Pedangnya sejak awal maka kesempatanku untuk berdiri di atas Arena Pertandingan tidak akan lebih dari lima menit!”
Xiao Jiu yang melihat Wu Sheng sebagai rivalnya pun berniat menjadi lebih kuat dan bertarung kembali dengan Wu Sheng.
Wu Sheng yang berhasil mengalahkan ketiha Kesatria Bayangan langsung berjalan ke arah Xiao Jiu.
“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Wu Sheng datar.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja. Terima kasih untuk bantuanmu, Tuan Muda Wu!” jawab Xiao Jiu yang membungkukkan tubuhnya di hadapan Wu Sheng.
“Kau tidak perlu bersikap sampai seperti ini. Bukankah kau telah berjanji akan membalasnya pada Istri dan Anakku di masa depan?” ucap Wu Sheng.
Xiao Jiu yang sangat bersyukur langsung menganggukkan kepalanya dan bersumpah akan menepati janjinya jika dirinya dan keluarganya selamat dari kesulitan yang di hadapinya saat ini.
Wu Sheng yang menyadari bahwa Xiao Jiu bisa dijadikan saksi untuk menunjukkan kejahatan yang diperbuat Pangeran Rong Zhou pun memutuskan untuk menyelamatkannya.
“Aku tau jika orang yang telah melakukan semua ini adalah Pangeran Rong Zhou dan aku pun tau bahwa Pangeran Rong Zhou yang telah memaksamu!”
“Aku tidak akan menyalahkanmu karena kau pun terpaksa melakukan ini!”
“Aku akan memberikanmu dan keluargamu perlindungan dan tempat tinggal sementara tapi...!”
“Tapi dengan syarat kau dan keluargamu bersedia menjadi saksi untuk kejahatan Pangeran Rong Zhou saat waktunya tiba!”
Xiao Jiu yang mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan Keluarganya dan dirinya serta membalas Pangeran Rong Zhou dengan cepat mengaggukkan kepala sebagai tanda persetujuan.
Tiga jam berlalu, Pangeran Rong Zhou yang tidak menerima laporan apapun dari orang yang dikirimnya untuk menangkap Xiao Jiu dan membunuh keluarganya menjadi kesal.
“Apa yang terjadi? Kemana semuanya? Kenapa tidak ada seorangpun kembali melapor?”
Pangeran Rong Zhou yang tidak bisa menunggu saja saat semua tidak berjalan sesuai rencananya pun bergegas mengirim tangan kanannya.
“Cari tau yang terjadi dan selidiki kemana semua Kestria Bayangan yang tidak kembali melapor!” perintah Pangeran Rong Zhou.
“Baik, Yang Mulia!”
Wu Sheng yang telah kembali sejak sejam yang lalu dan terus mengawasi pergerakan Pangeran Rong Zhou pun tersenyum puas saat melihat Pangeran Rong Zhou emosi.
Setelah sejam berlalu, Pangeran Rong Zhou yang telah berhasil memenangkan Pertandingan langsung disambut dengan kedatangan tangan kanannya.
"Maafkan kelancangan hamba, Yang Mulia!"
"Saya telah menyelidiki semuanya sesuai dengan perintah dan saya menemukan dua hal yang mengehutkan!"
"Lanjutkan!" perintah Pangeran Rong Zhou penasaran.
Pangeran Rong Zhou yang hanya diam dan mendengarkan laporan menjadi sangat kesal dan marah lalu melemparkan gelas yang ada di dekatnya.
__ADS_1
"Br*ngsek! Xiao Jiu! Aku pasti akan memenggal kepalamu jika aku menemukanmu!"
#Bersambung#