Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 96. Kabur


__ADS_3

Wu Sheng yang pergi ke Penjara Bawah Tanah setelah mendapatkan izin dari Tetua Dong dan Ketua Wang pun melihat Mo Gui yang sedang terikat di dinding dengan luka di seluruh tubuhnya.


"Hmmmm, sepertinya interogasi penjahat di Sekte Langit cukup keras dan menyakitkan!" gumam Wu Sheng yang mengomentari kondisi Mo Gui yang mengenaskan.


"Tidak disangka jika Master Luo yang cantik dan baik hati akan menyiapkan jenis hukuman berat ini untuk membuat penjahat mengatakan kebenarannya!" ucap Wu sheng lagi dengan tatapan mata dan ekspresi wajah yang datar.


Mo Gui yang awalnya hanya diam menundukkan kepalanya setelah disiksa langsung menatap Wu Sheng dengan penuh kebencian saat melihat Wu sheng di depannya.


"Jangan menatapku seperti itu! Kau tak seharusnya marah padaku tapi marahlah pada Saudaramu yang kejam itu!" sindir Wu sheng dengan senyum licik.


"Kau yang selalu mendukungnya tidak disangka akan dijadikan tumbal untuk dirinya agar bisa melarikan diri dan bebas sendirian sementara kau harus menderita di ruangan ini!" ucap wu sheng dengan wajah yang dingin.


Wu sheng yang melihat Mo Gui yang kehabisan energi sedang berusaha mengumpulkan kekuatannya lagi untuk bicara dengannya pun menarik nafas panjang.


"Kau tak perlu bicara apapun karena tujuanku datang kemari bukan karena ingin mendengar informasi ataupun penyataan tidak bersalahmu!" ucap Wu sheng dengan wajah yang serius.


"Tujuan utamaku adalah darahmu, darah Keluarga Mo!" ucap Wu sheng yang dengan cepat menggores lengan Mo Gui dengan pisau kecil lalu meletakkan tetesan darah segar itu ke Benda Pusaka Keluarga Mo.


Wulong yang hanya diam melihat yang dilakukan Wu sheng sejak awal langsung merasa puas saat harta karun yang diharapkan dapat mengembalikan kekuatannya seperti semula menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Apakah ini Mangkok Emas yang sama seperti sebelumnya?" tanya Wu sheng dengan wajah yang bingung sambil melihat Mangkok Emas yang ada di tangannya telah berubah menjadi sebuah Perisai Emas yang besar, kuat dan kokoh.


"Tentu saja. Mangkok Emas itu disegel kekuatan sesungguhnya dan hanya akan bisa menunjukkan kekuatan dan wujud aslinya saat darah Keluarga yang dilindunginya keluar sama sepertiku yang akan bereaksi saat menyadari bahwa tak ada lagi Keturunan Keluarga Wu saat kau meninggal!" ucap Wulong dengan serius.


Wu sheng yang paham akan maksud ucapan dari Wulong pun menganggukkan kepalanya dan menyerahkan Perisai Emas itu kepada Wulong.


Wulong yang sangat senang menerima pemberian Wu sheng lalu menyerap semua energi yang ada hingga habis tak bersisa.


Wu sheng yang memberikan waktu kepada Wulong melakukan yang sangat ingin dilakukannya pun mengalihkan pandangannya pada Mo Gui.


"Kau sungguh orang yang bodoh!" ucap Wu sheng sambil mengeluarkan Gruxiao dari dalam bajunya dan mengarahkannya pada Mo Gui.


Pemikiran Wu sheng ternyata benar. Gruxiao menemukan sesuatu di balik lengan baju sebelah kiri dan Wu sheng yang penasaran pun mencari tau.


"Hmmm, apa ini? Kunci? Kunci apa ini?" tanya Wu Sheng dengan mata yang berkilau karena membayangkan akan menemukan hal berharga lainnya.


"Kembalikan padaku! Kunci itu milikku dan bukan milikmu!" ucap Mo Gui dengan suara yang meninggi sambil menatap Wu sheng dengan penuh amarah.


"Kenapa aku harus mengembalikannya. Kau berada pihak yang salah dan kalah jadi sudah sepantasnya jika aku pemenangnya mengambil apapun sebagai kompensasi!" ucap Wu sheng dengan senyum licik.

__ADS_1


Wu sheng yang tak bisa membiarkan Mo Gui memberitau orang lain tentang yang didapatkannya pun menusukkan sebuah jarum perak ke leher Mo Gui dengan sengaja sambil tersenyum lembut.


"Di ujung jarum ini terdapat sebuah racun yang dapat membuat siapapun yang terkena racun ini akan merasakan sakit yang aman sangat di semalaman!" ucap Wu sheng dengan suara yang rendah.


"Kau akan merasakan sakit ini selama satu minggu dan setelah satu minggu aku akan kembali memberikanmu penawar sementara jika menutup mulutmu dengan baik!" ucap Wu sheng dengan tatapan mata yang sinis.


"Tapi jika kau tidak bisa maka aku akan membuatmu menderita bagaikan di neraka!" ucap wu sheng dengan suara yang tegas dan wajah yang serius.


Wu sheng yang tidak berniat mendengar apapun dari Mo Gui pun berbalik arah meninggalkan Penjara Bawah Tanag dengan kunci yang tersimpan di dalam cincin penyimpanannya.


Sementara itu, Mo sanlong yang berhasil melarikan diri bersembunyi di dalam Goa di Kota Yancheng setelah memberikan bayaran terakhir kepada Master Formasi yang membantunya kabur.


"Sial! Beraninya dia merampokku! Jika bukan karena dia adalah Master Formasi, aku pasti sudah membunuhnya sekarang!" ucap Mo Sanlong dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan terkepal erat menahan emosi.


Mo Sanlong yang sangat membenci Wu sheng dan semua orang yang ada di dalamnya pun memutuskan untuk balas dendam.


"Aku harus membalas semua perbuatan mereka karenanya menemuinya adalah satu-satunya cara." ucap Mo Sanlong dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


#Bersambung#

__ADS_1


siapakah orang yang akan ditemui oleh Mo Sanlong? Bagaimana cara Mo Sanlong membalas Wu sheng dan yang lainnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2