Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 118. Tua Bangka Mesum


__ADS_3

Semangat tinggi dan tekad yang kuat yang dilakukan oleh Wu Sheng ternyata memberikan hasil yang tidak sia-sia.


Wu Sheng yang terus memaksa dirinya hingga batas tertentu melawan tekanan gravitasi membuat tubunya mengalami terobosan.


“Aaarrrgghhh!”


“Hah! I-ini... Ini adalah hasil yang tidak disangka!”


“Aku akhirnya berhasil mencapai tubuh ini!”


Wu Sheng yang berhasil membuat tubuhnya sangat kuat bahkan tak akan mudah terluka karena pukulan dari Seorang Master Surgawi Akhir setelah beberapa kali gagal melakukan terobosan.


Wu Sheng yang sangat bahagia semakin memasang wajah ceria saat tekanan yang menghalanginya menghilang.


Wu Sheng yang melihat cahaya terang di depannya pun berjalan lurus dan menemukan sebuah ruangan dengan segunung Pil dan tiga buah patung di depannya.


“Apa ini? Segunung Pil tingkat Delapan dan tiga buah patung?”


Wulong yang bersembunyi di dalam Pedang Wu pun keluar dan memberitaukan Wu Sheng sesuatu yang membuat Wu Sheng menjadi waspada.


“Jangan terburu-buru dengan keuntungan yang ada di depan mata!”


“Ketiga patung yang ada di depan Pil-Pil tersebut sungguh tidak biasa!”


Wu Sheng yang memahami maksud dari ucapan Wulong pun mengambil sebuah batu kecil yang ada di sekitarnya dan melemparkannya ke arah tumpukan Pil.


“Jika seperti itu maka lebih baik untuk mencaritau kebenarannny!” gumam Wu Sheng.

__ADS_1


Seperti sebuah prediksi yang menjadi kenyataan, batu kecil yang menggelinding menuju segunung Pil langsung berubah menjadi debu.


Ketiga patung yang awalnya diam saja dan tidak bergerak sama sekali tiba-tiba mengangkat pedangnya dan menghancurkan batu kecil tersebut.


Wu Sheng yang melihat itu membuka matanya sangat lebar dan mencoba melakukan beberapa percobaan.


Wu Sheng yang lagi-lagi melemparkan batu kerikil ke arah patung dari berbagai arah pun menyadari sesuatu yang sangat penting.


“I-ini adalah Formasi Sihir tingkat Tujuh dan akan sangat sulit untuk menghancurkannya karena celahnya terlalu kecil!” ucap Wu Sheng bingung.


“Kau benar! Sangat sulit menghancurkan Formasi itu tapi bukan berarti tidak ada celah untuk mengambil Pil tersebut!” jawab Wulong serius.


Wu Sheng yang mengikuti arahan Wulong pun bekerjasama dengan Wuselong untuk menyelinap mengambil Pil yang menjadi penjagaan ketiga patung.


Tepat setelah Wu Sheng berhasil memindahkan setengah dari Pil tersebut ke dalam Cincin Penyimpanan sebuah suara terdengar di belakangnya.


“Kau cukup cerdas dan memiliki kemampuan anak muda!”


Namun sebelum Wu Sheng mengatakan sesuatu, Wulong yang berada di dalam Pedang tiba-tiba keluar dan menampakkan wujudnya.


“Tua Bangka Mesum! Tidak disangka ternyata kau pun telah menjadi Roh sekarang!” ucap Wulong dengan senyum tipis di wajahnya.


"Hmmm, sayangnya aku bukanlah roh sekarang Tua Bangka Gila! Aku hanyalah sekumpulan kesadaran yang akan segera menghilang!" jawab Pria itu sedih.


Wu Sheng yang bingung dengan yang terjadi hanya diam di tempatnya dengan alis mengkerut ke atas lalu memutuskan bicara untuk menyelesaikan keraguannya.


“Tu-tunggu! Wulong apakah kau mengenalnya?” tanya Wu Sheng bingung.

__ADS_1


“Tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah rivalku!” ucap Wulong dengan tawa lebar.


Wu Sheng yang tidak mengerti maksud rival di kata-kata Wulong pun mengalihkan pandangannya pada Roh yang berada di sampingnya dengan wajah yang tak kalah bingung.


“Itu adalah di masa lalu saat kami masih sama-sama hidup tapi sekarang telah berbeda!” jawab Roh tersebut sambil menganggukkan kepalanya.


Roh yang tersebut ternyata adalah Master Formasi dan juga Kultivator yang berhasil mencapai puncak kejayaan.


Namun gagal di detik terakhir karena tak bisa menahan Serangan Petir Malapetaka saat memasuki gerbang menuju Immortal.


Wu Sheng yang mengingat tentang Immortal dari buku yang dibacanya di Kediaman Keluarga Mo pun menjadi penasaran tapi tak mendapatkan penjelasan apapun.


“Kau tak perlu mengetahui namaku. Kau hanya perlu memanggilku Master!”


Wulong yang tak ingin kehilangan kesempatan berharga pun mulai bicara dan mengambil keuntungan.


"Hei! Tua Bangka Mesum! Kau dan aku telah saling mengenal cukup lama semasa hidup dan kau akan segera menghilang bukan? Kenapa tidak kau berikan semua yang kau miliki kepadanya?" tanya Wulong sambil melirik Wu sheng.


"Hahaha.... Kau masih sama seperti dulu! Kau sungguh tidak tau malu mengatakan ini padaku!" jawabnya dengan tawa lebar.


"Tapi yang katakan itu benar! Baiklah! Mengingat kejadian di masa lalu, aku akan melakukan seperti yang kau katakan!" ucap Pria tua menyerah.


Pria tua itu pun mengalihkan pandangannya pada Wu Sheng lalu menatap dingin ke arahnya lalu menatap dengan sorot mata yang pasrah.


“Kau bersamanya itu berarti kau adalah Tuan yang dilayaninya jadi aku akan memberikan semua yang aku miliki padamu!”


Wu Sheng yang terkejut dengan yang dikatakan oleh Pria Tua yang ada di depannya tidak kalah terkejut saat melihat tiga patung di belakangnya hancur.

__ADS_1


“Kau bisa mengambil semua Pil yang ada disana dan semua hartaku yang tersimpan di balik pintu di belakangnya!"


#Bersambung#


__ADS_2