Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 97. Rencana Pembunuhan


__ADS_3

Mo Sanlang yang berdiri di dalam Goa sendirian ternyata sedang menunggu kedatangan Master Dang yang merupakan salah satu Master di sekte Tao.


*Master Dang \= Guru dari Wu Fang (Sepupu Wu Sheng yang kalah dalam Pertandingan Hidup dan Mati)*


Master Dang yang merupakan Kultivator tingkat Surgawi yang hanya beberapa Tahap lebih rendah dari Ketua dan beberapa Tetua dari Sekte Tao pun muncul di hadapan Mo sanlong dengan sikap yang angkuh.


"Kau datang meminta bertemu denganku buru-buru sepertinya mendapatkan masalah dalam rencanamu!" sindir Master Dang dengan senyum yang sinis.


Mo Sanlang yang tidak pernah diredahkan orang lain selama hidupnya menjadi sangat marah pada Master Dang tapi Mo Sanlang yang sadar jika situasinya sangat buruk memutuskan menahan dirinya.


"Master benar sekali! Rencana Guruku dikacaukan oleh49 Tetua Dong dan Muridnya, Wu Sheng, sehingga membuat Guruku sekarang ditahan seperti Penjahat lalu Keluargaku hancur dibantai oleh mereka dan aku terpaksa lari demi bisa mempertahankan nyawaku demi membalaskan dendam semua orang!" ucap Mo Sanlong dengan tatapan mata yang penuh kebencian.


Master Dang yang mengingat nama dua orang yang telah mempermalukannya di Kota Tianxi pun ikut marah dan kesal.


"Aku ingat kedua orang itu! Aku pun punya sedikit permasalahan dengan mereka!" ucap Master Dang yang membuat Mo Sanlong mengembangkan senyum penuh harap.


"Aku akan membantumu. Aku akan menjadikanmu Muridku di Sekte Tao lalu mengikutkanmu dalam Perlombaan yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi!" ucap Master Dang dengan tatapan mata yang dingin.


"Tapi kau pun harus melakukan sesuatu sebagai imbalannya!" ucap Master Dang dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Saya akan melakukan apapun demi bisa kembali dan membalaskan dendam Guru dan seluruh orang Klanku!" ucsp Mo Sanlong dengan tekad yang kuat.


Seperti yang dikatakannya, Mo Sanlong mengatakan semua hal yang berisikan informasi penting di Sekte Langit kepada Master Dang termasuk berita tentang kemungkinan Murid yang akan mengikuti Perlombaan.


"Jika yang kau katakan itu benar maka kedua orang ini adalah rintangan terbesar Sekte Tao untuk menjadi Juara dan menjadi Sekte Terkuat di Daratan Yuan!" ucap Master Dang dengan senyum yang licik.


Master Dang yang telah mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkannya pun melemparkan Token yang membuktikan Mo Sanlong adalah Muridnya lalu pergi meninggalkan Mo sanlong sendirian.


"Aku telah memberikanmu Tokenku tapi untuk sampai di Sekte Tao itu tergantung dari usahamu karena aku tidak akan membawamu bersamaku!" ucap Master Dang dengan ekspresi wajah yang dingin.


Setelah beberapa saat, Master Dang yang telah kembali ke Sekte Tao pun menceritakan semuanya kepada Ketua Ze dengan sangat detail.


"Hahaha... Sekte Langit sangat bodoh sehingga bisa melepaskan tikus keluar dan menyebabkan masalah pada mereka!" ucap Ketua Ze dengan tawa yang lebar.

__ADS_1


"Jika yang kau katakan benar maka segera kirim orang untuk membunuh orang terkuat nomor satu dan nomor dua Sekte Langit berdasarkan kelemahan yang dikatakan oleh Pemberontak itu!" ucap Ketua Ze dengam ekspresi wajah yang bahagia.


“Kita harus menjadi pemenang dalam Pertandingan itu dan habisi Pemberontak itu setelah semua ini selesai!” ucap Ketua Ze dengan tatapan mata yang sinis sambil berbalik arah menatap Master Dang.


“Serahkan saja semuanya padaku! Jangan khawatir! aku akan melakukan semuanya dengan sangat baik!” ucap Master Dang dengan senyum yang lebar.


Di sisi lain, Ketua Wang yang merasa sangat tua dan tidak sanggup lagi memimpin Sekte Langit membuat keputusan yang mengejutkan semua orang.


“Aku ingin mengundurkan diri dari posisi Ketua Sekte. Aku ingin hidup tenang dan damai di suatu tempat di Sekte Langit!” ucap Ketua Wang dengan ekspresi wajah yang lelah di hadapan Tetua Dong, Tetua Ming dan Master Luo.


“Apa yang anda katakan Ketua? Sekte langit masih sangat membutuhkan anda!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak bisa menerima keputusan dari Ketua Wang.


“Itu tidak benar! Aku telah menghilang dari Sekte Langit selama beberapa tahun dan Sekte Langit masih baik-baik saja. Itu sudah membuktikan semuanya!” ucap Ketua Wang sambil menggelengkan kepala pelan.


“Aku telah membuat keputusan dan aku akan mengumumkannya di hadapan semua orang keesokan paginya!” ucap Ketua Wang yang telah membulatkan keputusannya.


“Aku akan memilih salah satu di antara kalian bertiga sebagai Ketua yang baru jadi aku harap siapapun yang aku pilih akan bisa mengemban tugas ini dengan baik dan siapapun yang tidak aku pilih akan membantu yang lain dengan ikhlas!” ucap Ketua Wang sambil menatap ketiganya dengan senyum yang lembut.


Ketiganya yang mendengar perkataan Ketua Wang pun saling berpandangan lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.


“Guru! Apakah kau memanggilku?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.


“Benar sekali tapi tunggu... Kenapa kau berpakaian sangat rapi? Apa kau berencana ingin pergi meninggalkan Sekte Langit?” tanya Master Dong dengan ekspresi wajah yang curiga.


“Agh, aku berencana untuk turun gunung sebentar mencari beberapa tanaman obat dan juga alat untuk membuat formasi!” ucap Wu Sheng yang berbohong karena tak ingin diketahui niat sebenarnya dirinya.


“Aku mengerti tapi sepertinya kau harus menundanya untuk sementara waktu karena besok pagi akan ada pengumuman mengejutkan dari Ketua Wang!” ucap Tetua Dong dengan nada suara dan kata-kata yang terdengar misterius.


“Baiklah, guru. Murid akan menurut!” ucap Wu Sheng yang bertanya lagi meskipun rasa ingin taunya sangatlah tinggi dan memutuskan untuk kembali ke halamannya.


Wu Sheng yang terpaksa harus menunda rencananya pun memutuskan untuk melihat kemajuan dari Wulong.


“Wulong! Muncullah!” ucap Wu Sheng dengan suara yang sedikit keras dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengangkat Pedang Wu ke hadapannya.

__ADS_1


Wulong yang awalnya berumur anak kecil berubah menjadi anak remaja yang tampan yang membuat Wu Sheng merasa sedikit tidak percaya diri.


“Hei! Siapa kau? Kenapa kau ada di Halamanku?” teriak Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan menunjuk ke arah Wulong yang telah berubah wujud.


“Tuan, apakah kepalamu terbentur saat kembali dari Penjara Bawah Tanah? Bagaimana bisa kau tidak mengenaliku? Aku adalah Wulong, roh dari Pedang Wu!” ucap Wulong dengan ekspresi wajah yang datar dan suara yang dingin.


“Apa? Kau adalah Wulong! Bagaimana mungkin? Kenapa kau sangat tampan?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


“Aku memang sangat tampan. Tuan saja yang bodoh dan tidak mengetahui itu!” sindir Wulong dengan kata-kata yang kasar.


“Kau ini! Mulutmu masih saja pedas! Bagaimana aku tau jika kau tampan sementara saat pertama kali melihatmu, kau berwujud kakek tua.” Ucap Wu Sheng dengan nada suara yang protes.


Wu Sheng yang penasaran dengan kekuatan yang dimiliki oleh Pedang Wu setelah menyerap Benda Pusaka yang diberikannya terakhir kali pun mencoba menggunakannya.


“Hmmm, kau tidak ada gunanya jika hanya tampan. Sekarang tunjukkan padaku kekuatan yang kau miliki!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius sambil menggenggam erat Pedang Wu.


Wu Sheng yang mengalirkan Energi Qi ke ganggangan pedang pun menjalar hingga menutupi seluruh Pedang dan hanya dalam sekali tebasan pohon besar yang ada di hadapan Wu Sheng hancur bersamaan dengan tembok tebal di belakangnya.


“Hebat sekali! Kekuatanmu sangat kuat!” ucap Wu Sheng yang memuji kekuatan Pedang Wu dengan wajah yang sangat bahagia.


Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena Master Luo muncul tak lama kemudian dengan wajah yang marah.


“Apa yang telah kau lakukan Wu Sheng? Apakah kau ingin menghancurkan Halaman yang ada di Sekte Langit?” teriak Master Luo dengan ekspresi wajah yang sangat garang.


“A-ampun Master! A-aku hanya sedang berlatih dan tidak sengaja menghancurkannya!” ucap Wu Sheng yang mencoba membela dirinya dengan suara yang gagap dengan wajah yang canggung.


“Apa kau pikir alasanmu bisa dibenarkan? Kau harus dihukum! Kau harus membersihkan hasil perbuatanmu ini!” ucap Master Luo dengan suara yang meninggi dengan mata yang melotot tajam.


“Baik, Master!” ucap Wu Sheng dengan suara yang rendah dengan kepala tertunduk ke bawah menyesali perbuatannya sambil menarik nafas panjang.


Setelah kepergian Master Luo, Zhixia yang melihat hasi dari perbuatan Wu Sheng pun memuji Wu Sheng yang akhirnya membuat Wu Sheng kembali senang.


“Apakah kau yang melakukan ini semua Kakak Wu Sheng? Aku tidak menyangka kau hebat sekali. Aku yakin kau pasti telah menjadi orang terkuat nomor tiga di Sekte Langit menggantikan Mo Sanlong!” ucap Zhixia dengan senyum yang lebar yang dibalas Wu Sheng dengan anggukan kepala perlahan dengan senyum puas.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah rencana Master Dang akan berhasil? Akankah orang terkuat nomor satu dan dua Sekte Langit akan dikalahkan oleh Master Dang? Tungu jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2