Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 67. Cinta Layu Sebelum Bekembang


__ADS_3

Wu Sheng yang kehabisan stamina tidak bisa mengendalikan ketiga Energi yang berputar di dalam tubuhnya dan menyebabkan gejolak yang hebat di dalam tubuhnya.


Wu Sheng yang terancam kehilangan nyawanya secara tak terduga mendapatkan bantuan dari Api Pelahap.


Api Pelahap adalah Api terpanas yang ada di Daratan Yuan dan bisa melahap apapun yang ada tanpa terkeculi yang secara tak terduga dapat melahap Energi berlebih yang tidak bisa dikendalikan oleh Wu Sheng.


Wu Sheng yang dapat merasakan bahwa gejolak di dalam tubuhnya tidak berlebihan seperti sebelumnya pun dengan cepat menggapai kesadarannya kembali.


Wu Sheng berhasil mengubah ketiga Energi asing menjadi Energi miliknya pun berhasil melakukan terobosan hingga mencapai Level Langit Tingkat Menengah Tahap Lima.


“Kekuatan ini! Kekuatan ini sangat luar biasa!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bahagia sambil mengeluarkan Api Pelahap di telapak tangannya.


Wulong yang bisa merasakan bahwa ada bantuan lain yang mengendalikan Energi yang tak terkendali di dalam tubuh Wu Sheng pun menjadi sangat senang.


“Kau beruntung memiliki Api Pelahap itu!” ucap Wulong dengan ekspresi wajah yang bangga yang membuat Wu Sheng menganggukkan kepalanya dengan percaya diri.


“Sepertinya wanita itu tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi jadi sebaiknya kau pergi keluar dan menyelamatkannya bersama Wuselong yang juga telah menjadi kuat!” ucap Wulong yang mengalihkan pandagannya kepada Wuselong.


Wu Sheng yang menuruti perkataan Wulong pun menjadi sangat terkejut saat melihat Zhixia mengorbakan hidupnya untuk melindunginya.


Wu Sheng yang tersentuh pun meminta Wuselong untuk menahan serangan dari Rubah Ekor Sembilan sementara dirinya memberikan bantuan pertama untuk Zhixia.


Zhixia yang telah melewati masa kritisnya karena Pil terakhir yang didapatkannya di Hutan Kabut pun meminta Gruxiao untuk menjaganya sebentar karena Wu Sheng ingin memberikan pelajaran kepada Rubah Ekor Sembilan.


“Aku akan segera kembali! Jaga Nona Zhixia dengan baik!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut sambil menepuk lembut kepala Gruxiao lalu berdiri dan berhadapan dengan Rubah Ekor Sembilan dengan tatapan mata yang tajam.


Wu Sheng yang telah naik tingkat dengan kekuatan yang sama dengan Rubah Ekor Sembilan pun terus menyerang tanpa henti yang menyebabkan Rubah Ekor Sembilan yang telah melemah karena kehilangan dua ekornya dan kehabisan Energi melawan Zhixia pun dapat dikalahkan dengan mudah.


Wu Sheng yang melihat Zhixia terbaring tidak sadarkan diri dengan lengan yang patah pun mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


“Aku tidak bisa membiarkan lengan dan tulang rusuknya patah tapi aku tidak bisa melepaskan pakaiannya lagi untuk kedua kalinya jika tidak julukan pria mesum akan selalu melekat padaku!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang terlihat frustasi.


Wu Sheng yang tidak memiliki pilihan lain pun menarik nafas panjang dan merobok pekaian luarnya dan membiarkan Zhixia tetap memakai pakaian dalamnya lalu memulai proses pengobatan.


Wu Sheng yang menghabiskan waktu 12 jam untuk mengobati Zhixia pun akhirnya berhasil membuat Zhixia kembali pulih seperti semua setelah menghabiskan banyak sekali Tanaman Obat dan Pil Penyembuh.


Wu Sheng yang kehabisan Energi pun terbaring di samping Zhixia dan tanpa disadarinya dirinya pun memejamkan matanya karena merasa sangat lelah.


Wu Sheng yang tersadar karena dirinya tidak seharusnya tertidur pun bergegas bangun dan melihat Zhixia tak ada di sampingnya.


“No-Nona Zhixia? Kemana dia pergi?” tanya Wu Sheng dengan suara yang rendah dengan suara yang gagap dengan wajah yang bingung.


“Aku di sini! Apa kau pikir aku akan pergi begitu saja dan membiarkanmu mendapatkan semua Kristal Energi ini sendirian untukmu?” sindir Zhixia dengan wajah yang kesal.


Wu Sheng yang menjadi lunak karena merasa berhutang nyawa kepada Zhixia yang tidak meninggalkan dirinya di saat kritis bahkan rela mengorbakan dirinya pun merasa lega.


“Maafkan aku! Maaf karena terlambat!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bersalah sambil menundukkan kepalanya.


“Ini memang salahmu karena kau terlambat aku jadi harus menderita dan terluka parah!” ucap Zhixia dengan suara yang keras dengan wajah yang marah.


“Ta-tapi... Meskipun begitu kau tetap menepati janjimu untuk datang dan kau pun telah menyembuhkanku jadi aku memaafkanmu!” ucap Zhixia lagi yang dengan cepat berbalik arah karena merasa sangat malu dengan wajah yang memerah seperti tomat.


Wu Sheng yang tidak bisa menghilangkan rasa bersalah dan hutang budinya pun mengeluarkan Pil Linxi terakhir yang dibuatnya saat Perlombaan Alkemia.


“Maaf telah membuatmu menderita karena itu terimalah ini. Silahkan berkultivasi dengan nyaman. Aku akan melindungimu!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lembut.


Zhixia yang mendengar perkataan Wu Sheng pun menjadi penasaran dan menjadi sangat terkejut saat melihat Wu Sheng dengan mudahnya mengeluarkan Pil yang menjadi incaran semua Murid di Sekte Langit.


“A-Apakah kau yakin memberikan Pil ini untukku?” tanya Zhixia dengan wajah yang terkejut yang tidak ingin menjadi orang bodoh yang melepaskan kesempatan emas yang ada di depan matanya.

__ADS_1


“Tentu saja! Pil ini aku berikan padamu sebagai rasa terima kasihku karena tetap mempercayaiku hingga akhir dan tidak meninggalkanku di saat krisis!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang tulus.


Zhixia yang tidak ingin berdebat apapun dengan cepat mengambil Pil tersebut dan duduk di samping Kristal Energi berwarna Biru lalu menelan Pil Linxi.


Zhixia yang memulai pelatihannya pun akhirnya berhasil melakukan terobosan yang telah diharapkannya.


“Selamat Nona Zhixia! Sekarang kau adalah Kultivator Langit Akhir Tahap Dua!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut.


Zhixia yang sangat senang karena dirinya berhasil mengatasi masalah yang dihadapinya selama berbulan-bulan dan naik dua tingkat di saat bersamaan secara tak sadar memeluk Wu Sheng dengan sangat keras.


Wu Sheng yang merasa tidak nyaman dipeluk oleh Zhixia hanya diam dan tidak membalas pelukan itu sama sekali.


“A-agh! Ma-maafkan aku! Maaf, aku terlalu bersemangat!” ucap Zhixia yang dengan cepat melepaskan pelukannya dan tersenyum canggung di hadapan Wu Sheng.


“Aku tidak apa-apa. Selamat untuk keberhasilanmu Nona Zhixia!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang kaku karena merasa suasananya menjadi canggung.


Zhixia yang menyadari ada yang berbeda pada dirinya pun akhirnya menerima kenyataan bahwa dirinya menyukai Wu Sheng.


“Xia’er! Panggil aku Xia’er!” ucap Zhixia dengan senyum yang lembut dengan wajah yang memerah karena malu.


Wu Sheng yang bisa merasa jika Zhixia memiliki perasaan padanya setelah semua yang terjadi dengan cepat mengendalikan dirinya.


“Nona Xia, selamat untuk terobosanmu!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut yang membuat Zhixia tersenyum pahit mendengarnya.


Wu Sheng yang tidak ingin menyakiti wanita baik seperti Zhixia pun memutuskan untuk tidak memberikan harapan palsu meskipun itu harus membuat Zhixia patah hati di awal.


“Maafkan aku Nona Xia! Di kehidupan ini, aku tidak akan pernah menghianati Yaoyao! Hanya Yao-yao yang akan menjadi wanitaku!” ucap Wu Sheng dengan tatapan yang sedih memikirkan Guang Yao yang diculik di Hari Pernikahan mereka.


Zhixia yang melihat tatapan mata yang senduh dan wajah yang sedih pada Wu Sheng hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menahan rasa sakit hati karena cintanya ditolak sebelum berkembang.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Zhixia akan menyerah pada cintanya atau akan terus mencoba untuk mengejar Wu Sheng? Tulis jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2