
Wu Sheng dan Yan Duxing yang telah pergi meninggalkan Sekte Langit pun turun dari Puncak Gunung Songchi.
Wu Sheng yang tidak ingin Yan Duxing pergi bersamanya menjalankan tugas tapi tak mengetahui apapun yang akan dilakukannya pun memberitau semuanya kepada Yan Duxing.
“Aku telah mengambil enam buah tugas di Papan Tugas di Paviliun Pelatihan dan semua tugas yang aku ambil adalah menangkap Hewan Buas. Ini adalah Hewan Buas yang harus kita bawa!” ucap Wu Sheng sambil menunjukkan Plakat Tugas yang diambilnya.
Yan Duxing yang melihat nama Hewan Buas yang ditunjukkan padanya pun menjadi sangat ceria dan memberitaukan sebuah fakta mengejutkan pada Wu Sheng.
“Hmmm, jika kita hanya perlu menangkap Hewan Buas ini maka itu sangatlah mudah! Serahkan saja semuanya padaku!” ucap Yan Duxing dengan percaya diri.
“Aku akan membuat ramuan yang akan menarik perhatian ke enam Hewan Buas ini dan Saudara Wu menangkap Hewan ini. Bagaimana?” ucap Yan Duxing dengan senyum yang lebar.
“Agh, sebenarnya keluargaku adalah Ahli dalam Penjinakkan Hewan Buas dan aku telah mempelajari semua karakteristik Hewan Buas dan cara menanganinya!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang malu-malu.
Wu Sheng yang awalnya terkejut pun kembali sadar dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan saran dari Yan Duxing.
Yan Duxing yang tak ingin menunda waktunya karena melihat matahari sudah hampir tenggelam pun pergi mencari tanaman obat yang menjadi sumber ramuannya.
Wu Sheng yang tidak memiliki pekerjaan lain pun berburu Hewan yang bisa dimakan dan membuat api unggun.
Gruxiao yang dibawa oleh Wu Sheng melakukan tugas pun akhirnya menunjukkan hawa kehidupannya setelah mencium bau daging bakar yang sangat lezat.
“Grrruuuu! Grrruuuu!” ucap Gruxiao dengan wajah yang penuh semangat yang membuat Yan Duxing yang fokus akan ramuannya pun mengalihkan pandangannya pada Wu Sheng.
“Apakah itu Hewan Peliharaanmu? Siapa namanya? Hewan ini lucu sekali tapi aku belum pernah melihatnya!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang penasaran.
“Benar! Namanya Gruxiao dan aku sering memanggilnya Gru!” ucap Wu Sheng yang memperkenalkan Gruxiao karena Wu Sheng yakin Yan Duxing tak akan menghianatinya.
“Wah! Salam kenal! Namaku adalah Yan Duxing dan aku adalah teman dari Mastermu ini!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang lebar.
“Hmmm, kau pasti menunjukkan wujudmu karena kau lapar, bukan? Aku juga lapar sekali.” Ucap Yan Duxing yang telah mengalihkan pandangannya pada daging bakar milik yang ada di hadapan Wu Sheng.
Wu Sheng yang tak bisa menahan daging bakar yang telah masak itu pun membagi daging tersebut kepada Yan Duxing dan Gruxiao.
__ADS_1
Yan Duxing yang telah menyiapkan segalanya pun memberitau Wu Sheng akan persiapannya sambil memakan daging bakar.
“Aku telah membuat ramuan untuk menarik perhatian hewan-hewan itu jadi kita hanya perlu meletakkan ramuan itu di beberapa tempat dan menangkapnya!” ucap Yan Duxing dengan penuh bangga.
“Baiklah. Kita akan meletakkan ramuan yang telah kau buat setelah makan. Bagaimana?” tanay Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Yan Duxing.
Keduanya yang telah menentukan lokasi tempat peletakkan ramuan sebelum matahari terbenam pun melakukannya dengan sangat cepat dan hati-hati.
Lalu setelah semuanya selesai keduanya pun memutuskan untuk beristirahat di atas pohon tanpa menghidupkan api unggun untuk menghindari serangan hewan buas di malam hari.
Keesokan paginya, Wu Sheng yang pergi ke tempat menjadi perangap pertama sesuai dengan arahan dari Yan Duxing pun melihat Seekor Hewan Buas yang telah berada di sekitar ramuan.
“Hmmm, hewan itu telah terkena ramuan yang telah aku buat jadi sekarang adalah saat yang tepat untuk menangkapnya!” ucap Yan Duxing memberikan aba-aba kepada Wu Sheng dengan suara yang pelan.
Wu Sheng yang mendapatkan kode itu pun melemparkan jarum perak yang telah diolesi obat halusinasi sebelumnya ke leher Hewan Buas hingga dalam hitungan menit Hewan Buas itu pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
Wu Sheng dan Yan Duxing yang memiliki kerjasama yang sangat bagus pun tanpa disadari berhasil menangkap enam Hewan Buas yang menjadi tugas keduanya hanya dalam waktu setengah hari.
“Tentu saja dan ini tak akan bisa dilakukan tanpa pengetahuanmu tentang Hewan Buas itu!” ucap Wu Sheng yang memuji dengan tulus.
“Saudara Wu, kau terlalu memujiku. Kau bahkan lebih hebat dariku karena berhasil membuat keenam Hewan Buas itu tidak sadarkan diri!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang malu.
Wu Sheng yang telah menyimpan keenam Hewan Buas itu ke dalam Cincin Penyimpanan milik Qi Chuan yang telah diambilnya pun memutuskan kembali hingga sebelum Gruxiao tiba-tiba keluar dan pergi.
“Semuanya telah selesai. Sebaiknya kita kembali ke Sekte segera dan mengumpulkan poin.” Ucap Wu Sheng dengan wajah yang datar.
“Kau benar Saudar Wu. Ayo kita kembali sekarang!” ucap Yan Duxing yang telah berbalik arah menuju ke Sekte Langit.
“Tu-Tunggu! Gruxio! Mau kemana kau? Gruxiao!” teriak Wu Sheng dengan suara yang keras sambil berlari mengejar Gruxiao yang pergi ke arah lain yang diikuti oleh Yan Duxing di belakangnya.
Wulong yang tiba-tiba muncul terbang di samping Wu Sheng pun memberitau Wu Sheng sesuatu tentang Gruxiao.
“Jangan sampai kehilangan jejanya. Sepertinya Hewan kecil itu telah menemukan sebuah harta karun yang sangat bagus di sekitar sini!” ucap Wulong dengan percaya diri.
__ADS_1
Wu Sheng yang mengetahui itu pun mengaktifkan Langkah Langit dan mengejar Gruxiao dengan kecepatan penuh.
Yan Duxing yang berlari mengejar Wu Sheng dan Gruxiao pun akhirnya ketinggalan jauh dan menggunakan instingnya untuk menemukan keduanya.
Wu Sheng yang telah berhasil menemukan Gruxiao pun berhenti di sebuah Goa dengan mulut yang sangat besar.
“Goa ini sangat besar dan menakutkan! Apakah di dalamnya ada harta karun yang berharga?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri.
“Apakah kau merasakan ada Harta Karun yang bagus di dalam Goa ini?” tanya Wu Sheng sambil bertanya kepada Gruxiao yang telah ada di dalam pangkuannya.
“Grruuuu! Grrruuuu!” ucap Gruxiao dengan suara yang keras dengan sangat yakin yang membuat Wu Sheng menatap tajam ke adalam Goa.
Di saat Wu Sheng ingin masuk ke dalam Goa secara tiba-tiba Yan Duxing yang tertinggal jauh di belakang akhirnya muncul.
“Saudara Wu! Tunggu! Tunggu aku!” ucap Yan Duxing dengan suara yang lantang dengan nafas yang tidak beraturan dengan wajah yang sangat lelah.
“Darimana saja kau? Kenapa lama sekali?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang bingung dengan nada suara yang cuek.
“Kau yang pergi meninggalkan aku sendirian dengan kecepata yang tidak manusiawi! Apa kau tidak lihat bagaimana kondisiku sekarang?” tanya Yan Duxing dengan wajah yang kesal.
Wu Sheng yang mengingat akan dirinya yang mengaktfkan Jurus Langkah Awan dan meninggalkan Yan Duxing jauh di belakang pun terdiam dan mengalihkan pembicaraan ke arah lain.
“Ehem! Baiklah! Kau sudah ada di sini jadi aku akan mengatakannya padamu bahwa aku memutuskan untuk masuk ke dalam Goa ini dan menjelajahinya!” ucap Wu Sheng yang menunjuk pada Goa yang ada di sampingnya.
“Jika kau tak ingin pergi bersamaku maka kau bisa kembali ke Sekte Langit lebih dulu dan aku akan menjelajahi Goa ini sendirian!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang serius.
“Apa yang kau katakan Saudara Wu? Kita pergi kemari berdua dan itu artinya kita pun harus kembali berdua jadi aku akan ikut denganmu masuk ke dalam Goa tersebut!” ucap Yan Duxing dengan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang mendengar perkataan Yan Duxing dan melihat tekad yang kuat pun menganggukkan kepalanya lalu memasuki Goa Misterius itu bersama.
#Bersambung#
Hal apa yang menanti keduanya di dalam Goa Misterius? Harta Karun apa yang akan menanti keduanya di dalam? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1