
Wu Sheng yang awalnya ingin langsung ke Paviliun Pengetahuan secara tak terduga mendapat halangan dari beberapa orang yang tak dikenal.
"Tunggu! Apakah kau Wu Sheng yang berhasil menaiki tangga ke seribu dalam Ujian Masuk?" tanya Seorang Pria dengan tubuh yang besar dan kekar dengan wajah yang garang bernama Qin Chuan.
"Benar! Itu aku! Ada keperluan apa kau ingin menemuiku?" tanya Wu sheng dengan wajah dan nada suara yang datar.
"Aku ingin mengajakmu untuk menjadi anak buahku. Jika kau mau menjadi anak buahku maka aku jamin tak akan ada seorangpun di Sekte Langit ini yang akan membulimu!" ucap Qin Chuan dengan percaya diri.
"Aku akan memberimu sumber daya sebanyak tiga kali lipat dari jumlah sumber daya yang biasa didapatkan Murid baru sepertimu!" ucap Qin Chuan dengan tawa yang keras.
Wu Sheng yang mendengar ada orang yang ingin menjadikannya anak buah pun merasa ingin tertawa saat mengingat tentang masa lalunya yang orang yang berbakat.
"Hahaha... Apakah otakmu sudah bergeser dari tempatnya? Kenapa kau pikir aku mau menjadi anak buah dari orang sepertimu!" ucap Wu sheng dengan tawa yang keras.
"Br*ngsek! Beraninya kau menghinaku! Apa kau sudah bosan hidup?" teriak Qi Chuan dengan suara yang keras dengan wajah yang marah.
Yan Duxing yang mengenal pria yang mengajak Wu Sheng bicara langsung memberitau Wu sheng kenyataan itu.
"Tu-tunggu! Wu Sheng, kau tak seharusnya membuatnya marah seperti itu. Apakah kau tidak tau siapa dia?" tanya Yan Duxing dengan wajah yang terkejut dan takut di saat bersamaan.
"Dia adalah Qi Chuan. Namanya ada di daftar orang terkuat di Sekte Langit dan dia ada di nomor dua puluh lima! Dia dijuluki Si Gila Kekar!" ucap Yan Duxing dengan wajah yang berubah ungu karena takut.
Di saat yang sama, Nanggong Xuanli yang berada di dalam Perpustakaan pun menyoroti percakapan keduanya dan begitu pula dengan Tetua Dong yang tidak disadari siapapun terus memantau Wu Sheng.
"Dasar bodoh! Seekor Babi ingin memakan Elang. Hmmm, mustahil!" gumam Nanggong Xuanli dengan tatapan mata merendahkan yang diarahkan kepada Qi Chuan.
"Jika kau menerima tawaran Babi itu dan melakukan yang dikatakannya maka kau tidak pantas menjadi lawanku!" ucap Nanggong Xuanli lagi dengan wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Qi Chuan yang senang karena ada Murid baru yang bisa mengetahui tentangnya dengan sangat mudah bahkan ketakutan seperti itu pun menurunkan amarahnya.
"Apa kau dengar yang dikatakan oleh temanmu itu? Jika kau tak ingin aku buat babak belur sebaiknya kau berlutut di hadapanku dan meminta maaf!" ucap Qi chuan dengan wajah yang sombong.
"Aku pun akan memaafkanmu dan menerimamu menjadi anak buahku jika kau mau mencium kakiku!" ucap Qi Chuan dengan wajah yang bahagia.
Wu sheng yang mendengar penjelasan Yan Duxing dan juga kata-kata yang dikatakan oleh Qi Chuan pun tersenyum licik.
"Aku tidak takut pada B*bi gemuk sepertimu! Aku tidak peduli kau ada di urutan keberapa karena bagiku kau tak layak mendapatkan penghormatan dariku!" ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang merendahkan.
Qi Chuan yang tak terima dengan perkataan Wu Sheng pun menjadi sangat marah lalu tanpa pikir panjang mencabut pedangnya dan menyerang Wu sheng.
"S*alan! Jika aku tidak memberimu pelajaran kali ini maka aku tak akan pernah bisa tenang!" ucap Qi Chuan dengan suara yang lantang dengan wajah penuh amarah.
Wu Sheng yang tau jika Sekte Langit tidak senang ada yang berkelahi di luar Arena Pertandingan memutuskan untuk tetap berdiri di tempatnya tanpa melakukan perlawanan sama sekali.
"Sekte Langit adalah salah satu dari Sekte Terkuat jadi tidak mungkin Sekte ini tidak memiliki peraturan yang pasti! Aku sangat yakin jika sejak awal sudah ada yang mengawasi dan mewaspadai hal yang akan terjadi!" ucap Wu sheng dalam hati dengan senyum yang licik.
"Kau tak akan bisa mengalahkannya! Dia telah berada di Level Langit Tingkat Awal Tahap Tiga dan kau bukan lawannya! Kau harus lari dari sini dan melapor kepada Guru!" ucap Yan Duxing yang memberikan saran kepada wu Sheng.
"Aku tak akan pergi kemanapun. Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri!" ucap Wu sheng dengan percaya diri.
"Jangan khawatir! Tak akan ada yang akan mengganggu kita!" ucap Wu sheng dengan senyum yang lebar dan menenangkan.
Yan Duxing yang tak percaya kata-kata Wu Sheng tetap merasakan takut dan cemas tapi seperti yang dikatakan Wu sheng, seseorang muncul dan berdiri antara Qi Chuan dan Wu Sheng.
"Hentikan! Apakah kau ingin mendapatkan hukuman dari Departemen Kedisiplinan dan di Penjara di dalam Dungeon Gelap!" teriak seorang wanita yang cantik yang turun dari atas langit dengan sangat anggun.
__ADS_1
Qi Chuan yang mengenali wanita yang menghalangi dirinya itu pun menghentikan serangannya dengan wajah yang kesal.
"Apa yang kau lakukan Zhixia? Kenapa kau menghalangi jalanku?" teriak Qi Chuan dengan wajah yang marah dan nada suara yang tinggi.
"Tidak ada Seorang Murid pun yang diperbolehkan berkelahi ataupun bertanding di luar Arena Pertandingan! Jika ada yang melanggar maka Anggota Departemen Kedisiplinan akan memberikanmu hukuman!" teriak Zhixia dengan wajah yang galak.
Zhixia adalah wanita yang sangat cantik dengan tingkat kultivasi yang tinggi. Meskipun dirinya seorang perempuan, tak seorangpun Murid Sekte Langit yang akan memandang rendah dirinya karena dirinya adalah Murid Inti dari Master Luo dan Murid Terkuat dalam daftar nomor empat.
Qi chuan yang tak bisa mengalahkan ataupun membuat Zhixia sebagai musuhnya pun memutuskan untuk mundur dan memasukkan kembali pedangnya.
"Dasar br*ngsek! Aku tidak akan pernah memaafkanmu jadi tunggu saja pembalasanku!" ucap Qi Chuan dengan wajah yang sangat emosi sambil menunjuk ke arah Wu Sheng.
Wu Sheng yang tidak peduli ataupun menanggapi ancaman dari Qi Chuan hanya memasang tampang cuek.
Zhixia yang tidak senang dengan orang yang suka mencari keributan padahal orang baru pun memberikan sebuah peringatan kecil kepada Wu sheng.
"Jangan suka mencari masalah dengan orang lain meskipun kau memiliki sedikit bakat karena terkadang orang seperti itu akan lebih cepat mati daripada orang yang biasa-biasa saja!" ucap Zhixia dengan kata-kata yang terdengar kasar.
Zhixia yang telah melaksanakan kewajibannya sebagai Anggota Departemen Kedisiplinan pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
Yan Duxing yang diam saja sejak awal akhirnya mulai berkomentar dan mengatakan yang ingin dikatakannya.
"Dasar pengecut! Tubuhnya saja yang besar dan wajahnya yang galak tapi takut dengan perempuan!" ucap Yan Duxing dengan wajah yang sombong sambil mengancungkan jari tengahnya ke arah Qi chuan yang telah menghilang.
"Hmmm, wanita itu juga sombong sekali! Hanya karena wajahnya yang cantik, tubuh yang seksi dan kekuatan yang tinggi! Jika aku bisa sekuat Kakak Bai, wanita itu pasti sudah berlutut memintaku menjadikannya wanitaku!" ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Wu Sheng yang mendengar perkataan Yan Duxing langsung jadi pemberani saat keduanya menghilang dan berubah menjadi orang mati saat keduanya berdiri di hadapannya pun tertawa kecil.
__ADS_1
#Bersambung#
Siapa Kakak Bai yang dimaksud oleh Yan Duxing? Apakah kehidupan Wu sheng di Sekte Langit akan semakin menarik? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...