
Wu Sheng yang pergi ke Sekte Langit dengan persiapan yang matang ternyata membawa berbagai macam senjata tersembunyi dan juga racun yang telah dibuat oleh Nu Pong dan Nu Ping.
“Aku tidak bisa menunggunya datang! Sebaiknya aku beraksi sekarang!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang licik sambil melemparkan sebuah botol berisi cairan racun ke tanah.
Cairan racun yang ada di dalam botol itu pun pecah lalu langsung berubah menjadi asap saat menyentuh tanah dan hanya dalam hitungan detik orang-orang yang mencium bau asap itu jatuh pingsan ke tanah karena tak bisa bernafas.
Wu Sheng yang tidak berhenti disana saja melemparkan senjata tersembunyi dengan mengincar titik vital di tubuh prajurit Keluarga Mo satu per satu sehingga menyebabkan prajurit yang terkena senjata langsung meninggal di tempat.
Jenderal Keluarga Mo, Jenderal Shan, yang menyadari ada serangan dari musuh secara mendadak langsung memberikan peringatan kepada bawahannya.
“Serangan musuh! Waspada!” teriak Jenderal Shan dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.
Namun peringatan itu terlambat karena Wu Sheng bergerak dengan sangat cepat dan efisien karena tidak menyisakan detik yang sia-sia.
“Sial! Siapa yang menyerang? Berapa banyak orang yang datang? Kenapa banyak sekali prajurit yang mati dalam waktu singkat?” tanya Jenderal Shan dengan suara yang rendah.
Jenderal Shan yang tidak bisa memprediksi posisi Wu Sheng karena Wu Sheng menggunakan Langkah Angin untuk bergerak cepat menyerang musuh membuat Jenderal Shan kehilangan kesabarannya.
“Keluar kau pengecut! Jangan hanya bersembunyi! Jika kau berani maka hadapi aku!” teriak Jenderal Shan dengan suara yang sangat keras sambil mengangkat Pedang miliknya.
Sementara itu, di saat Wu Sheng terus membunuh prajurit Keluarga Mo, Tetua Hu yang telah berdiri di depan bersama Mo Sanlong dengan cepat menarik perhatian orang-orang.
Tetua Hu yang tidak ingin momen pentingnya hancur karena dirinya tau jika Master Luo tidak menunjukkan dukungan padanya secara langsung Tetua Hu menargetkan Master Luo.
“Aku memberikan pengumuman kepada semua Murid Sekte Langit dan juga Tetua serta Master yang mengajar di Sekte Langit bahwa Ketua Wang telah menghilang karena perbuatan pemberontak, Tetua Dong!” ucap Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang serius.
“Dan ini adalah buktinya! Aku membawa barang milik keduanya di tempat Ketua Wang melakukan Pelatihan Tertutup dimana saat itu Tetua Dong secara diam-diam menyerang Ketua Wang yang menyebabkan Ketua Wang kabur lalu menghilang dalam keadaan terluka parah!” ucap Tetua Hu sambil mengeluarkan dua benda yang ditunjukkannya pada Pertemuan sebelumnya di hadapan Tetua dan Master Sekte Langit.
__ADS_1
Semua orang yang melihat bukti yang dikeluarkan oleh Tetua Hu membuat dua buah reaksi yang telah biasa ditebak yang membuat Tetua Hu mempercepat rencananya.
“Saat ini Tetua Dong sedang bersembunyi dan bersiap melakukan pemberontakan bersama Muridnya Wu Sheng serta Keluarganya!” ucap Tetua Hu dengan semangat yang berapi-api.
“Namun Sekte Langit yang tidak memiliki Ketua saat in disebabkan Ketua yang lama menghilang maka Sekte Langit akan berada dalam situasi sulit saat Tetua Dong muncul bersama pasukannya mengingat Tetua Dong juga Master Formasi!” ucap Tetua Hu yang melanjutkan kata-katanya.
Mo Sanlang yang telah memberikan perintah kepada bawahannya untuk menjadi provokator yang akan menguntungkannya dengan cepat membuat sebagian Murid Sekte Langit membuat keputusan yang menguntungkan mereka.
“Tetua Hu adalah Tetua yang bisa mengalahkan Penghianat itu, bukankah keputusan yang tepat untuk mengangkat Tetua Hu sebagai Ketua Sekte yang baru?” ucap salah satu anak buah Mo Sanlang dengan senyum liciknya.
“Kau benar sekali! Aku juga setuju! Aku pun setuju! Ketua Sekte yang baru!” ucap beberapa Muris Sekte Langit yang kemudian kompak menyuarakan pendapatnya.
Tetua Ming yang melihatnya menjadi sangat marah dan kesal dan sangat ingin menolak keputusan itu tapi posisinya yang sulit karena Tetua Hu mendapatkan dukungan dari sebagian besar Murid Sekte Langit.
“Sial! Jika aku diam saja maka penghianat dan pemberontak itu akan menjadi Ketua Sekte yang baru tapi jika aku protes maka Murid Sekte Langit akan memandangku berbeda karena aku bicara tanpa ada bukti yang nyata!” ucap Ketua Ming dengan wajah yang penuh dilema.
“Aku tidak akan menghadapimu secara langsung karena kau tidak layak mendapatkan perhatianku!” ucap Wu Sheng yang ternyata telah membunuh semua prajurit Keluarga Mo dalam waktu setengah jam.
Wu Sheng yang melihat hanya tinggal Jenderal Shan tantangan terakhirnya pun mengaktifkan Formasi Teleportasi dan berdiri tepat di hadapan Jenderal Shan lalu mengeluarkan Jurus yang diberikan oleh Ketua Wang padanya.
“Tinju Penjuru Langit!” teriak Wu Sheng dengan sangat keras lalu mengarahkan Energi yang terkumpul membentuk beberapa bintang di sekitar Wu Sheng ke arah Jenderal Shan.
Jenderal Shan yang tidak siap dengan serangan mendadak itu pun terkena serangan telak lalu memuntahkan darah segar lalu kehilangan kesadarannya.
“Hah! Menggunakan Jurus Level Surgawi Awal ini masih belum sempurna dan menguras banyak sekali tenaga tapi hasilnya sangat sebanding karena dapat mengalahkan musuh hanya dengan satu kali serangan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin.
Wulong yang tiba-tiba muncul pun memberikan selamat kepada Wu Sheng dan memberikannya saran yang sangat berguna.
__ADS_1
“Kau baru mempelajari jurus itu beberapa hari dan itu sudah cukup baik dibandingkan dengan orang biasa! Kau hanya perlu berlatih lebih lama dan aku yakin kau pasti akan menguasainya segera!” ucap Wulong dengan wajah yang percaya akan kemampuan Wu Sheng.
“Kau tidak bisa membiarkan mayat-mayat itu tetap disana! Bukankah sangat disayangkan jika cincin atau tas penyimpanan mereka tidak diambil?” ucap Wulong dengan senyum licik.
“Aku mengerti maksudmu! Aku akan mengumpulkannya sekarang lalu menyusul yang lainnya!” ucap Wu Sheng dengan penuh semangat dengan dibantu Gruxiao dan Wuselong.
Wu Sheng yang mendapatkan banyak sekali harta dari prajurit Keluarga Mo dan juga Jenderal Shan yang dikalahkannya menjadi sangat senang.
“Ini adalah jarahan yang sangat besar! Sebaiknya aku pergi sekarang sebelum Mo Ling datang dan mengetahui bahwa aku adalah pelakunya!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin.
Wu Sheng yang tidak ingin ketahuan bergegas mengaktifkan Formasi Teleportasi dan berpindah tempat ke tempat Yan Duxing berada.
“Saudara Wu! Kemana saja dirimu? Pertemuannya telah dimulai!” ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang cemas dan suara yang terdengar buru-buru.
“Maafkan aku! Terdapat sedikit masalah tapi jangan khawatir semuanya telah aku bereskan!” ucap Wu Sheng dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Di sisi lain, Mo Ling yang berjaga di sisi lain Gunung Songchi merasakan keanehan saat Jenderal Shan tidak memberikannya kode apapun setelah setengah jam berlalu.
“Ada apa ini? Kenapa Jenderal Shan tidak memberiku kode apapun!?” tanya Mo Ling pada dirinya sendiri dengan wajah yang cemas.
Mo Ling yang tidak bisa diam saja di tempatnya pun bergegas menuju ke tempat penjagaan lainnya bersama beberapa prajurit.
Mo Ling yang melihat banyak sekali mayat prajurit Keluarga Mo tidak bernyawa di lantai dan Jenderal Shan yang mati dalam kondisi yang mengenaskan pun menjadi sangat marah.
“Sialan! Beraninya mereka membunuh semua orangku! Aku tidak akan pernah mengampuni mereka! Aku akan menghancurkannya hingga menjadi abu!” ucap Mo Ling dengan sumpah sambil menggenggam erat tanah dengan tatapan mata yang penuh dengan dendam.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah pilihan yang akan dibuat Tetua Ming? Akankah Wu Sheng, Ketua Ming dan Tetua Dong dapat menghentikan Tetua Hu menjadi Ketua Sekte? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...