Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 73. Ujian Murid Luar


__ADS_3

Wu Sheng yang menyadari bahwa fondasi kultivasinya terganggu akibat perbuatannya yang memaksa menerobos meski fondasi yang dimilikinya belum kuat menyadari bahwa Aliran Energi Qi miliknya terhambat.


“Sepertinya saat aku keluar dari dalam Dimensi Panlong, Guru sudah memperhatikan bahwa ada yang salah pada tubuhkku. Oleh karena itu, Guru memberikan Batu Giok Hijau ini kepadaku!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang terlihat sangat tersentuh.


“Guru memang tidak memberikanku arahan secara langsung seperti Guru lainnya tapi Guru selalu memperhatikanku dan membantuku jika aku dalam masalah!” ucap Wu Sheng lagi.


“Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Guru. Aku akan memperbaiki Aliran Qi milikku dan memperkuat fondasiku agar tidak menjadi masalah pada Kultivasiku di masa depan!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan tekad yang kuat.


Wu Sheng yang duduk bersila di atas Batu Giok Hijau pun mengeluarkan cahaya berwarna kuning di sekitarnya.


Aliran Energi Qi yang awalnya tersumbat perlahan terbuka dan menjadi lancar dan kotoran yang disebabkan oleh Kenaikan Kultivasi secara mendadak pun keluar berbentk keringat dan berbau sangat busuk.


Wu Sheng yang terus berlatih selama dua belas hari pun akhirnya membuka matanya dan menyadari bahwa tubuhnya sangatlah kotor.


“Aaarrgghhh! Sepertinya aku harus berendam di Kolam Obat dan mandi terlebih dahulu! Tubuhku sangat bau dan kotor!” ucap Wu Sheng yang dibalas dengan anggukan persetujuan dari Wulong, Gruxiao dan Wuselong.


Wu Sheng yang tidak mengalami peningkatan apapun selama berlatih sudah merasa cukup puas karena masalah yang dihadapinya ternyata dapat diatasi dengan baik.


Wu Sheng yang telah berganti pakaian dan berniat meninggalkan tempat pelatihan itu lalu kembali ke Sekte Langit secara tiba-tiba dihentikan oleh Wulong.


“Tunggu! Mau kemana kau anak muda? Apakah kau ingin langsung kembali ke Sektemu itu?” tanya Wulong dengan tatapan mata yang tajam dengan tangan terlipat di dada.


“Tentu saja aku harus kembali karena Ujian Murid Luar Sekte Langit akan segera dimulai jika aku tidak kembali tepat waktu, aku pasti akan dikeluarkan dari Sekte tanpa perlawanan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


Wulong yang mendengar perkataan Wu Sheng pun menepuk jidatnya lalu menjentik dahi Wu Sheng dengan sangat kuat.


“Dasar bodoh! Apakah kau akan meninggalkan Harta Karun yang berharga itu begitu saja?” ucap Wulong dengan wajah yang kesal.


“Batu Giok Hijau itu dapat membantu memulihkan Kekuatanku jika aku menyerapnya jadi letakkan Pedang Wu di atas Batu Giok itu!” ucap Wulong dengan tangan menunjuk ke arah Batu Giok Hijau.


Wu Sheng yang hampir lupa dengan Harta Karun yang didapatkannya pun melakukan seperti yang dikatakan Wulong dan dalam hitungan menit Wulong yang telah menyerap semua Energi yang ada pada Batu Giok Hijau pun mengeluarkan cahaya keemasan.

__ADS_1


Cahaya itu pun meneranngi seluruh tempat dan menyebabkan Wu Sheng terpaksa menutup matanya secara keseluruhan.


Pedang Wu yang telah mendapatkan Energi lagi menjadi sangat senang saat wujud roh miliknya telah berubah dari Bayi menjadi anak laki-laki berumur delapan tahun.


Wu Sheng yang melihat perubahan pada Wulong ikut bahagia tapi kebahagiaan itu tak hanya sampai di situ ternyata Wulong memberitaunya satu hal baik lainnya.


“Saat ini Kekuatanku telah kembali lima puluh persen dari Kekuatan awalku dan kau bisa meminjam kekuatanku melalui Pedang Wu itu lalu mengkombinasikannya dengan Energi Qi milikmu!” ucap Wulong dengan percaya diri.


“Jika seperti itu maka apakah aku dapat memakai Pedang Wu sebagai senjataku dan aku tidak perlu memilih senjata secara acak untuk bertarung saat Ujian Murid Luar nantinya?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Dasar bodoh! Tentu saja kau bisa menggunakannya. Pedang Wu adalah Benda Pusaka yang hanya bisa dipakai oleh Keturunan Keluarga Wu!” ucap Wulong dengan percaya diri.


Wu Sheng yang senang mendengarnya pun mengambil semua Tanaman Obat yang ada lalu membiarkan Kolam Obat yang telah terkontaminasi akan kotorannya dan kembali ke Sekte Langit.


Wu Sheng yang ternyata tidak langsung kembali ke Sekte Langit karena saran dari Wulong pun berlatih di bawah Gunung menghadapi Hewan Buas dengan menggunakan Pedang Wu untuk membuat Wu Sheng beradaptasi.


Wu Sheng yang menuruti saran tersebut pada akhirnya kembali ke Sekte Langit di detik-detik terakhir Pertandingan Ujian Murid Luar di mulai.


“Aku tidak pergi jauh! Aku hanya turun Gunung dan berlatih di sana!” ucap Wu Sheng dengan suara yang merendah.


Master Luo yang kembali menjadi Juri dalam Pertandingan Ujian Murid Luar dengan cepat berdiri di atas Arena Pertandingan dan menunjukkan papan besar yang ada di belakangnya.


“Ini adalah Papan yang menunjukkan Peringkat kalian di antara semua Murid Luar Sekte Langit. “ ucap Master Luo dengan semangat yang membara.


“Lalu Murid yang berada di Peringkat Seratus ke bawah akan dikeluarkan dari Sekte Langit dan hanya Murid di Peringkat Lima teratas yang akan menjadi Murid Dalam!” ucap Master Luo dengan senyum yang lembut.


Semua Murid yang mendengar pernyataan dari Master Luo dengan cepat menolak peraturan yang disebabkan hingga menyebabkan keributan di bawah Arena Pertandingan.


“Apa-apaan Peraturan ini? Kami telah berlatih dengan sangat keras, bagaimana kami bisa dikeluarkan begitu saja?”


“Ini sungguh sangat tidak adil. Kenapa kami harus menerima Peraturan yang berat sebelah ini?”

__ADS_1


“Kami adalah Murid Sekte Langit dan kami tidak akan pernah meninggalkan Sekte Langit!”


Master Luo yang mendengar semua pernyataan protes dan kata-kata penolakan dari beberapa Murid yang tidak percaya akan kemampuannya pun menjadi sangat kesal.


“Diam!” teriak Master Luo dengan suara yang lantang yang menyebabkan semua orang terdiam seketika karena suara Master Luo yang terlalu keras hingga menyebabkan telinga berdenging.


“Sekte Langit hanya menerima Murid yang berbakat dan Murid yang tidak masuk kualifikasi harus keluar dari Sekte Langit!” ucap Master Luo dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tangan terlipat di dada.


“Siapapun yang menolak Peraturan ini maka dinyatakan kalah dan bersedia meninggalkan Sekte Langit saat ini juga!” ucap Master Luo dengan aura yang mengintimidasi.


Orang-orang yang awalnya sangat bersemangat menentang peraturan yang diucapkan langsung menutup mulutnya rapat dan menundukkan kepalanya karena tak berani menatap mata Master Luo yang sedang marah.


Master Luo yang tidak ingin kecantikannya pudar karena menghadapi orang-orang yang tidak penting pun melanjutkan Acaranya dan memulai Pertandingan Murid Luar.


"Jika tidak ada lagi yang ingin protes ataupun komentar maka aku akan melanjutkan Pertandingan ini!” ucap Master Luo yang telah meredahkan amarahnya.


“Ujian Pertandingan ini akan terdiri dari dua ronde! Ronde Pertama adalah Babak Penyisihan karena di Babak ini akan mengeliminasi banyak Murid hingga mendapatkan seratus orang dari kalian!” ucap Master Luo dengan senyum yang lebar.


“Babak Kedua adalah Babak Finalis dimana di Babak ini kita akan menjadi Pertandingan satu lawan satu hingga mendapatkan yang terkuat dari kalian semua!” ucap Master Luo dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Master Luo yang tidak ingin menunda waktu Pertandingan pun melanjutkan penjelasannya dan masuk ke Pertandingan ke Babak Pertama.


“Seperti yang kalian lihat! Di belakang sini telah ada 10 Arena Pertandingan yang dapat digunakan dalam Babak Pertama!” ucap Master Luo yang memperkenalkan Arena Pertandingan di belakangnya.


“Setiap Arena Pertanding terdiri dari 10 orang dan hanya 1 orang yang akan berhasil lolos!” ucap Master Luo dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Setelah semua penjelasan diberikan maka aku nyatakan Pertandingan Ujian Murid Luar dimulai!” teriak Master Luo dengan penuh semangat dan suara yang lantang.


#Bersambung#


Bagaimana sistem Pertandingannya nanti? Siapa sajakah yang akan gagal menjadi Murid Sekte Langit? Tunggu jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2