Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 33. Hari Pernikahan


__ADS_3

Guang Yao yang berlatih sesuai arahan dari Wu Sheng pun akhirnya mencapai Level Bumi tingkat Awal dan disebabkan oleh pembukaan Meridian oleh Tetua Dong Tingkat Kultivasi Guang Yao naik drastis.


"Kakak Sheng! Kakak Sheng! Kakak Sheng!" panggil Guang Yao dengan penuh semangat sambil berlari memasuki kamar Wu Sheng tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Guang Yao yang melihat Wu Sheng hanya memakai pakaian setelah mandi langsung berteriak dan berbalik arah menutup matanya.


Wu sheng yang melihay Guang yao menjadi malu setelah melihatnya dengan pakaian mandi pun berniat menjahili Guang Yao.


"Yaoyao, kenapa kau berbalik arah? Buka saja matamu. Bukankah kita akan segera menikah beberapa hari lagi jadi tidak ada bedanya melihat sekarang atau nanti!" ucap Wu Sheng dengan senyum nakalnya.


"Aarrgghh! Kakak sheng nakal! Cepat ganti pakaianmu!" ucap Guang Yao dengan wajah yang sangat merah seperti tomat lalu berlari keluar dengan sekuat tenaganya


Wu Sheng yang sangat senang bisa melihat sisi pemalu Guang Yao menjadi sangat senang dan tertawa dengan sangat keras.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, Pernikahan yang telah dinanti antara Wu Sheng dan Guang Yao pun akhirnya berada di depan mata.


Rumah Kediaman Wu yang telah dihias dengan warna merah yang sangat cerah dengan lampion dan suara petasan yang sangat keras menandakan bahwa Pernikahan akan segera dilaksanakan.


Orang-orang yang melihat Pernikahan tak terduga di Keluarga Wu dengan semua yang telah terjadi pun tak berhenti berbicara.


"Apa kau tau siapa mempelai wanita?"


"Aku dengar dia adalah wanita yang dibawa oleh Nyonya Kediaman Wu yang telah menghilang!"


"Sungguh pernikahan yang tak terduga! Jika Nona Keluarga Lu tidak berselingkuh saat ini mungkin Nona Lu sudah menjadi Menantu Keluarga Wu!"


"Benar sekali! Lihatlah sekarang! Pria yang dipilih telah menjadi cacat dan dikeluarkan sebagai Murid Inti dari Sekte Tao!"


Lu Fuqin yang mendengar perkataan dan perbincangan orang-orang tentangnya pun menjadi sangat marah dan kesal tapi tak bisa melakukan apapun.


Di tempat yang lain, Wu Sheng yang telah siap pun berdiri dengan tegap di depan cermin bersama Gruxiao dengan wajah yang bahagia.


Wu Sheng yang telah berjanji pada Pedang Wu bahwa dirinya akan melindungi Keluarganya dan orang terdekatnya merasa sangat senang karena telah berhasil mewujudkan janjinya.


"Aku sudah mengusir Wu Fang dan Ayahnya yang menjadi penyebab kehancuran Keluargaku!"

__ADS_1


"Aku telah membantu menyembuhkan Kakak Wu Lei dan aku pun akan membantunya menjadi lebih kuat agar tak ada yang bisa menindasnya lagi!"


"Aku pun telah memutuskan hubunganku dengan Lu Fuqin dan berakhir dengan menikahi Yaoyao. Wanita yang selalu ada di sampingku yang tak bisa aku jaga di Kehidupanku yang lalu!"


"Setelah Pernikahan ini terjadi, aku akan selalu menjaga Yaoyao dan menjadikannya satu-satunya Ratuku!"


Wu sheng yang memiliki satu janji terakhir yang belum terwujud pada Pedang Wu pun memutuskan akan menemukan harta yang akan membantu mengembalikan Jiwa Pedang Wu.


"Aku telah berjanji dan aku tak akan mengingkarinya! Setelah Pernikahan ini selesai, aku akan meminta Ayah memberikanmu padaku dan akan aku kembalikan kau ke kekuatanmu semula!" ucap Wu sheng dengan tekad yang kuat.


Wu Sheng yang berjalan ke menjemput pengantinnya pun berhenti di depan sebuah tandu lalu membawa Guang Yao ke Aula Utama.


"Yaoyao, jika kau ingin hidup selamanya denganku maka sambut tangan ini tapi jika tidak maka tangkislah karena sekali kau mengulurkan tanganmu, aku tak akan pernah melepaskannya meskipun kau mengusirku!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang serius.


"Sejak Yaoyao pertama kali melihat Kakak sheng, Yaoyao sudah yakin bahwa Kakak Sheng adalah takdir Yaoyao jadi tak perlu berpikir karena jawaban Yaoyao sudah sangat jelas!" ucap Guang Yao yang menyambut uluran tangan wu Sheng dengan senyum bahagia yang tersembunyi di balik kerudung merahnya.


Di sisi lain, Tamu Undangan di Pernikahan Wu Sheng dan Guang Yao pun perlahan berdatangan yang berasal dari Kediaman Lu dan Kediaman Walikota serta Menara Alkemia yang ada di Kota Tianxi.


Wu Shanghe dan Wu Lei yang menyelenggarakan Pernikahan itu pun telah duduk di tempatnya di dalam Aula Utama yang menjadi tempat Acara Pernikahan yang akan diselenggarakan menunggu kedua mempelai memasuki ruangan.


"Tenanglah Ayah! Adik dan Adik Ipar akan segera sampai. Benar bukan Paman Zing?" tanya Wu Lei kepada Paman Zing yang berdiri di samping Wu shanghe dengan nada suara yang mencoba menenangkan Wu Shanghe yang tidak tenang.


"Tentu saja, Tuan Muda Pertama! Tuan Muda Kedua pasti akan segera datang!" ucap Paman Zing dengan percaya diri.


Di saat kecemasan di wajah Wu Shanghe tak mengalami perubahan sama sekali secara tiba-tiba Aula Utama yang awalnya sangat ramai dengan obrolan Para Tamu undangan pun berubah menjadi hening.


Wu Shanghe dan Wu Lei yang penasaran pun melihat ke pintu masuk Aula Utama dan akhirnya melihat Wu Sheng dan Guang Yao memasuki Aula.


Wu Sheng yang memasuki Aula Utama bersama Guang Yao pun memakai pakaian dengan warna merah yang melambangkan keberuntungan dan sukacita diharapkan dapat menjalani rumah tangga hingga akhir hayatnya.


Di saat Wu Sheng dan Guang Yao telah berdiri di Altar Pernikahan, seorang pria yang menjadi pemandu pernikahan itu pun berdiri di samping tak jauh dari kedua mempelai.


“Hormat kepada Leluhur!” ucap seorang dengan sangat keras hingga membuat Wu Sheng dan Guang Yao menundukkan kepala ke hadapan papan nama Leluhur Keluarga Wu.


“Hormat kepada Orangtua!” ucap seseorang dengan sangat keras dan membuat keduanya menundukkan kepala dengan patuh dihadapan Wu Shanghe yang berdiri di hadapan keduanya.

__ADS_1


“Hormat kepada Pasangan!” ucap seseorang dengan nada yang sangat keras hingga menjadi tanda untuk keduanya berdiri berhadapan dan memberi hormat satu sama lain.


Wu Sheng dan Guang Yao yang telah menyelesaikan tiga Penghormatan terakhir pun dinyatakan sah sebagai suami istri setelah acara di tutupi dengan mengantar Guang Yao ke Kamar Pengatin sementara Wu Sheng masih harus menemani beberapa tamu hingga larut malam.


Namun sebelum Guang Yao di bawah ke Kamar Pengantin, satu orang pria dengan janggut putih menerobos masuk ke dalam Kediaman Keluarga Wu.


“Siapa kau? Beraninya kau menerobos masuk kemari!” ucap Wu Shanghe dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.


“Kau tidak perlu tau siapa aku! Satu hal yang perlu kau tau bahwa aku datang untuk membawa Nona Mudaku kembali ke tempatnya yang sebenarnya!” ucap Pria itu dengan aura yang sangat kuat dengan tatapan mata yang tajam.


“Kau salah orang! Tak ada Nona Mudamu di sini!” ucap Wu Lei dengan suara yang lantang dan tegas dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Ini adala hari Pernikahan Putraku! Aku akan mengampunimu jika kau mau pergi dari sini sekarang juga jika tidak...!” ucap Wu Shanghe dengan nada suara yang mengancam dengan wajah yang serius.


“Hahaha... Jika tidak kenapa? Kau hanyalah orang yang lemah! Kau tidak sebanding denganku dan kau berani mengancamku. Apakah kau sudah bosan untuk hidup?” sindir Pria itu dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Aku tidak suka bermain-main. Serahkan Nona Mudaku dan aku pun akan segera pergi dari Kediaman yang sangat buruk ini!” ucap Pria itu dengan kata-kata kasar yang menghina.


Wu Lei yang tidak senang dengan hinaan yang dikatakan orang asing pada Kediaman dan Keluarganya itu pun menjadi marah dan mengalirkan Energi Qi dan menyerang.


“Dasar tua bangka s*alan! Matilah kau!” teriak Wu Lei dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.


Wu Sheng yang tau jika Wu Lei tak akan bisa mengalahkan orang yang menerobos masuk ke Pernikahannya pun menjadi cemas.


“Tidak! kakak!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


Wu Lei yang memiliki tingkat kultivasi jauh di bawah Pria tersebut pun akhirnya terbang mundur ke belakang hingga menabrak tembok dan mengeluarkan darah segar hanya dengan satu pukulan.


“Sialan! Br*ngsek!Beraninya kau menerobos Kediamanku dan mencelakai Putraku! Aku sebagai Kepala Keluarga Wu tak akan menyerah sampai kau mati di tanganku!” teriak Wu Shanghe yang berniat menyerang.


Namun sebelum serangan itu dilancarkan sebuah suara yang lantang berasal dari belakang pun muncul dan menghentikan semua keributan itu.


#Bersambung#


Siapakah Nona Muda yang dimaksud oleh Pria tua yang berjanggut putih? Dapatkah dia membawa Nona Mudanya pergi? Siapakah orang yang mampu menghentikan pertarungan itu? tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2