
Wu Sheng yang merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkannya pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar di malam hari setelah meninggalkan Gruxiao dan Wuselong tertidur di dalam kamar.
“Hah! Aku harus mencari cara untuk bisa meningkatkan kekuatanku dengan cepat sekarang!” ucap Wu Sheng sambil berjalan keluar sambil sekilas melihat ke belakang sebentar.
“Aku akan keluar sebentar lalu kembali lagi setelah pikiranku kembali jernih!” ucap Wu Sheng yang langsung melompat meninggalkan kamarnya.
Wu Sheng yang berjalan menuju Hutan yang ada di bawah Gunung Songchi pun tiba-tiba melihat ada seseorang datang dengan terburu.
“Suara apa itu? Sepertinya aku melihat ada orang yang datang!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang penasaran.
Wu Sheng yang tidak bisa meninggalkan rasa penasarannya pun berlari menuju ke sumber suara dengan perlahan dan hati-hati.
Di saat Wu Sheng tidak menemukan apapun di depannya secara tak terduga Zhixia muncul di hadapannya dalam kondisi yang tidak baik.
“To-tolong aku...!” ucap Zhixia dengan wajah yang memerah dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke seluruh tubuhnya.
Wu Sheng yang merupakan Ahli dalam Alkemia dan Pengobatan serta mengetahui tentang Racun dapat mengetahui yang terjadi pada Zhixia hanya dalam satu kali penglihatan.
“Di-dia terkena Racun Perangsang Wanita!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang terkejut dengna mata yang terbuka lebar.
“Hmmm, Racun ini sangat kuat. Jika dia tidak bisa menyalurkan h*srat maka wanita ini akan langsung mati!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.
Wu Sheng yang menjadi bingung dengan situasi yang dihadapinya saat ini pun merasakan sakit di bagian kepala belakangnya.
“Hah! Kenapa aku bisa berada di situasi yang sulit seperti ini sekarang?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri dengan wajah yang bingung sambil menarik kasar wajahnya ke bawah.
Zhixia adalah Murid dari Master Luo yang merupakan Master yang bertanggung jawab atas Paviliun Pelatihan dan juga Anggota dari Departemen Kedisiplinan.
__ADS_1
Zhixia yang merupakan wanita tercantik di Sekte Langit dengan menjadi orang terkuat nomor empat di Sekte Langit menjadikan dirinya selalu menjadi pusat perhatian.
Zhixia yang tau jika akan banyak pria yang akan selalu mendekatinya dan menggunakannya untuk mencapai tujuannya tidak menyangka akan masuk perangkap salah satu pria yang memujanya.
“To-tolong aku! A-aku mohon!” ucap Zhixia dengan suara yang terbata-bata dengan wajah yang kesakitan.
Wu Sheng yang mendengar ada suara orang bergerak ke arahnya pun mendapatkan pilihan yang sangat sulit tapi rasa kemanusiaan yang tinggi membuat Wu Sheng menolak menjadi pria br*ngsek.
“Hah! Salahkan diriku yang tidak bisa melihat wanita baik-baik dinodai oleh Pria yang tidak bermoral!” ucap Wu Sheng sambil menarik nafas yang panjang.
Wu Sheng yang tak ingin ketahuan pun langsung menggendong Zhixia ke dalam pelukannya dan melesat dengan Jurus Langkah Angin lalu menghilang dengan sangat cepat.
Wu Sheng yang tak ingin ada orang yang mengetahui jika dirinya datang membawa Zhixia ke dalam kamarnya pun langsung masuk dan meletakkannya di dalam kamar mandi.
“Hah! Ini sungguh merepotkan!” ucap Wu Sheng sambil menarik nafas yang panjang dengan wajah yang frustasi.
“Aaaaarrggggg! Aaaaggghhhh!” ucap Zhixia dengan suara ******* yang panjang sebanyak dua kali dengan wajah yang memerah.
“Hmm, kenapa kau harus mendesah dengan suara yang besar seperti ini? Bagaimana jika ada yang mendengarnya?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang kesal.
Wu Sheng yang melihat Zhixia semakin tidak nyaman pun menuangkan air dingin ke dalam Bak Mandi hingga penuh yang membuat pakaian Zhixia basah semua.
Zhixia yang memakai pakaian yang tipis dan lembut tanpa sadar membuat pakaian dalamnya dapat terlihat dengan sangat nyata.
“Hah! Kenapa aku bisa melihat ini? Aku harus menawarkan Racun Perangsang Wanita sebelum wanita ini juga terkena flu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang sangat terganggu.
Wu sheng yang melepaskan pakaian luar Zhixia dan hanya menyisahkan pakaian dalamnya itu pun mengeluarkan 24 Jarum Perak.
__ADS_1
Wu Sheng yang tau jika ingin menetralkan Racun di dalam tubuh hanya membutuhkan Tehnik Pernafasn Kuno tapi hal itu sulit dilakukan karena Zhixia sedang tidak sadarkan diri.
“Hmmm, aku tidak bisa meminta melakukan Tehnik Penafasan Kuno karena dia tidak sadarkan diri jadi aku harus membantunya melakukan Tehnik Pernafasan Kuno!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.
Wu Sheng yang memulai pengobatannya pun meletakkan beberapa jarum perak di tenggorakan Zhixia dan beberapa jarum lainnya di beberapa bagian sensitif di tubuh Zhixia.
Setelah penempatan Jarum Perak selesai, Wu Sheng pun menggunakan Pelahap Api untuk menyerap semua racun yang ada.
Hanya dalam hitungan menit tubuh Zhixia yang awalnya panas perlahan menjadi normal dan wajah yang memerah kembali seperti semula.
“Hah! Akhirnya berakhir juga!” ucap Wu Sheng sambil menarik nafas panjang dengan wajah yang sangat lega.
“Hmmm, sebaiknya aku memindahkannya ke tempat tidur karena aku tidak bisa membiarkannya tetap di dalam Bak Mandi semalaman!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang kesal.
Wu Sheng yang tak bisa mengeringkan pakaian Zhixia karena tak ingin melihat Zhixia tanpa busana pun membungkusnya dengan selimut sangat tebal.
“Hmmm, aku rasa ini cukup meskipun saat ini Nona Zhixia akan terlihat seperti ulat dalam kepompong raksasa!” gumam Wu Sheng sambil menatap Zhixia yang terbaring di tempat tidurnya.
Wu Sheng yang sangat lelah setelah membantu Zhixia menawarkan racun pun terduduk di kursi dan beristirahat hingga akhirnya tertidur.
Wu Sheng yang tertidur secara tidak terduga melihat sebuah bilah pedang yang sangat tajam berada di lehernya.
“Pria br*ngsek sepertimu harus mati dengan menyedihkan!”
#Bersambung#
Siapa yang meletakkan bilah pedang di leher Wu Sheng? Apa yang akan dilakukan Wu Sheng pada orang tersebut? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1