Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 80. Formasi Tinjuan Kaisar Berdarah


__ADS_3

Wu Sheng yang tak disangka telah berlatih di Gunung Tianghe selama dua bulan ternyata telah menjadikan dirinya pengingat bagi Hewan Buas yang ada disana.


Wu Sheng yang telah memburu Hewan Buas tanpa kenal ampun ternyata telah memburu hingga ratusan Hewan Buas selama dua bulan dan mengumpulkan banyak sekali Inti Kristal untuk dirinya sendiri.


Tetua Dong yang datang ingin menjemput Wu sheng pun mengubah rencananya saat melihat Wu Sheng tak lagi dikejar Hewan Buas tapi justru menjadi pemburu yang ditakuti Hewan Buas yang ada di sana.


"Cukup mengesankan! Sepertinya ini akan sangat menarik! Sebaiknya aku menguji sampai sejauh apa dia berhasil berkembang!" ucap Tetua Dong dengan mata yang menyipit tajam.


Tetua Dong yang tiba-tiba datang secara tak terduga langsung bergerak menyerang Wu Sheng dan membuatnya bergerak cepat menyimpan semua Inti Kristal yang telah dikumpulkannya lalu bertahan dengan menggunakan Pedang Wu.


"Gu-Guru! Apa yang kau lakukan?" tanya Wu Sheng dengan wajah terkejut dengan mata dan mulut terbuka lebar.


"Aku ingin melihat kemajuanmu! Tunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya!” ucap Tetua Dong yang tidak menunggu Wu Sheng bersiap dan dengan cepat menyerang Wu Sheng kembali.


Wu Sheng yang tertantang dengan ucapan Tetua Dong pun mengaktifkan Langkah Angin dan menyerang Tetua Dong semua yang dimilikinya.


“Tinju Kilatan Petir!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengarahkan tinjunya dengan Petir ke arah Tetua Dong.


Tetua Dong yang merupakan Master Formasi dapat dengan mudah mengaktifkan Segel Formasi Perlindungan.


“Perisai Angin Emas!” ucap Tetua Dong yang dengan cepat kumpulan angin berkumpul berwarna emas di depan Tetua Dong dan melindunginya dari Petir milik Wu Sheng.


Wu Sheng yang tidak berhenti disana pun menyerang Wu Sheng kembali dengan Jurus Muslihat miliknya namun sebanyak apapun jurus yang dikeluarkan Wu Sheng, Tetua Dong dengan cepat mematahkan serangan tersebut.


“Kemarahan Monster, Lompatan Kera!” ucap Wu Sheng yang melompat sangat tinggi ke atas dan mengarahkan tendangannya ke tubuh Tetua Dong.


“Tendanganmu terlalu lemah dan lompatanmu terlalu tinggi!” ucap Tetua Dong yang berkomentar tentang serangan Wu Sheng.


“Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!” ucap Wu Sheng yang menyerang lagi dan melanjutkan serangan dengan kaki lainnya.


“Serang lebih kuat! Keluarkan delapan puluh persen kekuatanmu!” ucap Tetua Dong dengan suara yang lantang.

__ADS_1


“Ini adalah serangan terakhirku! Tinju Raungan Serigala Kelabu!” ucap Wu Sheng yang kali ini mengeluarkan seratus persen kekuatan Energi Qi dan menyerang Tetua Dong dengan yang dimilikinya.


“Ini cukup bagus tapi terlalu lemah untuk bisa membuat Mo Sanlang terluka!” ucap Tetua Dong yang berdiri dengan tegap setelah menghentikan semua serangan dari Wu Sheng.


Wu Sheng yang merasa sangat lelah karena tak ada satupun serangannya yang mengenai ataupun menyentuh pakaian Tetua Dong pun menyerah.


Wu Sheng yang kelelahan pun terduduk di tanah dengan nafas yang tidak beraturan dengan wajah yang sangat lelah.


“Guru, kau terlalu kuat! Kenapa kau tidak memberikanku kemudahan sedikit saja?” ucap Wu Sheng yang protes kepada Tetua Dong.


“Apa gunanya latihan yang kau jalani selama dua bulan jika aku hanya memberimu kemudahan!” ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.


Tetua Dong yang menyadari bahwa Wu Sheng terlalu lemah untuk bisa mengalahkan Mo Sanlang yang berada di peringkat tiga di Sekte Langit pun mengeluarkan dua buah gulungan dan memberikannya kepada Wu Sheng.


“Gulungan yang ada di tangan kananmu adalah Gulungan yang berisi tentang Formasi dan aku ingin kau mempelajarinya selama satu hari!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang serius.


“Lalu gulungan yang ada di tangan kirimu adalah Pola Segel Formasi Level Satu, Tinjuan Kaisar Berdarah! Aku akan menunjukkanmu cara membuat polanya satu kali dan sisanya adalah urusanmu!” ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.


Wu Sheng yang merasa mual karena dibawa kembali dengan Formasi Teleportasi tanpa ada persiapan pun memuntahkan isi perutnya sesampainya di Sekte Langit.


Tetua Dong yang merasa sangat jijik dengan yang dilakukan Wu Sheng pun meninggalkan Wu Sheng begitu saja.


“Hah! Guru, kau sangat kejam!” gumam Wu Sheng dengan suara yang pelan dengan perut yang masih terasa tidak nyaman.


Setelah beberapa waktu berlalu, Wu Sheng yang berhasil mengatasi rasa mualnya pun berjalan kembali ke kamarnya.


Namun sesampainya di sana, Yan Duxing ternyata telah menunggunya kembali dengan wajah yang sangat sulit dijelaskan.


“ Saudara Wu! Akhirnya kau kembali! Ma-Maafkan aku! Ini semua salahku! Aku minta maaf!” ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang bersalah.


“Ini bukan salahmu Saudara Yan! Aku melakukan ini bukan karenamu tapi sebenarnya aku punya masalah pribadi dengan orang itu dan aku ingin menyelesaikannya secepat mungkin!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam dengan tangan terkepal erat.

__ADS_1


“Aku mengerti. Apa yang bisa aku lakukan untukmu? Aku berjanji akan membantumu!” ucap Yan Duxing dengan tatapan mata yang berbinar berharap dirinya bisa memberikan bantuan untuk Wu Sheng.


“Aku hanya ingin kau mendoakanku dan mendukungku saat Pertandingan itu berlangsung!” ucap Wu Sheng sambil menepuk pundak Yan Duxing pelan sambil tersenyum lembut.


“Jangan khawatir Saudara Wu! Aku pasti akan mendukungmu dan aku akan mengajak teman yang lain untuk ikut mendukungmu!” ucap Yan Duxing dengan percaya diri.


Wu Sheng yang senang mendengarnya pun tersenyum bahagia lalu kembali ke kamarnya dan membuka isi gulungan yang diberikan Tetua Dong kepadanya.


“Di masa lalu aku menjadi Master Formasi setelah kematian Guru dan tidak bisa menunjukkan kemampuanku padanya!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang sedih.


“Hal itu tak akan terjadi lagi! Aku akan menunjukkan pada Guru bahwa aku akan menjadi orang yang kuat!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Wu Sheng yang memiliki ingatan masa lalu tentang Formasi pun menggunakan ingatan tersebut dan mulai membuat Pola Formasi kembali.


Meskipun terus gagal membuat Pola Formasi beberapa kali, Wu Sheng yang memiliki dasarnya akhirnya berhasil membuat tangannya lebih lentur dalam membuat Pola Formasi.


“Hmmm, menggunakan kuas tinta untuk belajar ulang membuat Pola Formasi adalah cara yang sangat bagus!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Tanganku sekarang sudah lebih lentur sekarang. Sebaiknya aku pergi ke Paviliun Formasi dan mencari Kertas Segel dan Kuas untuk membuat Formasi!" ucap Wu Sheng dengan penuh semangat.


Namun di perjalanan menuju Paviliun Formasi tiba-tiba Zhixia datang menemui Wu Sheng dengan wajah yang marah.


"Apakah kau pikir kau cukup untuk melawan Mo Sanlang? Apakah kau tau siapa yang mendukung Mo Sanlang? Apakah kau pikir jika kau menang maka kau akan baik-baik saja?" teriak Zhixia dengan wajah yang marah.


"Nona Xia, harap tenangkan dirimu! Tolong jangan bersikap berlebihan! Apapun yang aku lakukan tidak ada hubungannya denganmu!" ucap Wu Sheng dengan tegas dengan wajah yang dingin.


Zhixia yang menyadari posisinya menjadi kesal dan hanya bisa menggigit bibir bawahnya lalu mengepal tangannya dengan sangat erat kemudian pergi begitu saja.


"Hah! Aku tau khawatir Nona Xia tapi maaf ini adalah urusanku dan aku tak ingin ada yang ikut campur di dalamnya!" ucap Wu sheng yang menarik nafas panjang lalu melanjutkan rencana awalnya.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2