
"Siapa Anda? Apa yang Anda lakukan di sini? Jangan sentuh aku! Aku harus segera pergi dari sini sebelum ujian semester berakhir." bentak Melissa Andriana kepada sang dokter ketika dokter tersebut memeriksa kondisi Melissa.
"Sayang, apa yang kamu katakan? Ujian semester apa?" Brad tertegun dengan sikap Melissa yang merasa ketakutan pada orang lain.
Melissa menepis tangan yang handak menyentuh pundaknya, "Jangan sentuh aku! kau siapa?" Mel begitu ketakutan dengan suasana asing di ruangan ini. Karena tak ada satupun yang ia kenali.
Hingga mau tak mau dokter yang menangani Melissa memerintahkan perawat wanita agar menyuntikkan obat penenang pada Melissa.
Dokter mengatakan jika Melissa mengalami amnesia akibat dari cidera pada bagian otaknya.
Melisa didiagnosa menderita amnesia. Amnesia atau hilang ingatan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Meski bersifat ringan, gangguan daya ingat akibat amnesia juga bisa mengganggu kehidupan penderitanya.
Amnesia ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh ingatan penderitanya. Meski demikian, penderita amnesia umumnya masih dapat mengingat identitas dirinya, hanya saja mereka cenderung kesulitan untuk mengingat hal baru atau mengingat kejadian di masa lalu.
"Ciptakan suasana aman dan nyaman, agar beliau tidak ketakutan!" pinta dokter tersebut ketika berbincang dengan Brad di ruang kerjanya.
__ADS_1
Sebagai salah satu orang yang berpengaruh, pihak rumah sakit tentu saja memberikan pelayanan nomor wahid bagi Brad. Dengan leluasanya ia mampu berkonsultasi serta meminta dokter bertemu dengannya kapanpun.
"Baiklah! akan aku coba. Semoga dengan metode yang Anda katakan tadi, bisa mengobati istri saya."
Penyebab utama amnesia adalah terjadinya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi untuk membentuk sistem limbik. Sistem limbik tersebut berperan dalam mengatur emosi dan juga ingatan seseorang. Bagian otak tersebut bisa rusak jika mengalami benturan yang sangat kencang. Ketika kepala terbentur kencang, maka ada kemungkinan dinding otak mengalami cedera berupa retak. Kepala yang terbentur tersebut meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap amnesia.
"Kita memiliki pilihan kapan dan serta apa saja memori yang bisa kita hilangkan, mungkin Ibu Melissa merasa jika memori di masa ini sangat mengerikan baginya, sehingga ia hanya mengingat masa remajanya,"
Kemampuan mengingat Melissa hanya bisa menyimpan memori pada masa sekolahnya. Karena sejak tadi ia hanya mengulang kalimat sekolah serta ujian semester. Ia merasa telah bolos sekolah dan bisa ketinggian ujian.
Suasana di kamar naratama Melissa kini lebih kondusif, wanita itu kini telah tenang dengan memejamkan kedua matanya. Hingga detik ini, Brad belum memberitahu keadaan Melissa pada keluarganya. Selain memiliki segudang kesibukan, Brad tak ingin kabar kecelakaan Melissa mencoreng namanya sebagai suami yang tidak bertanggungjawab di mata orangtua Melissa.
Hanya sang adik lah yang ia utus untuk membawakan bunga kesukaan Melissa. Ari meminta sang adik yang bernama Glenn untuk datang mengantar sebuah buket bunga seperti yang sering ia berikan pada Melissa.
Glenn menerima permintaan sang kakak lelaki untuk membawakan bunga untuk klien Ari. Dengan imbalan penawaran menarik dari pengacara muda tersebut.
__ADS_1
Mahasiswa semester akhir itu datang ke ruang Tulip kawasan VIP. Matanya tertuju pada wajah cantik yang terbaring dengan mengenalkan pakaian rumah sakit. Glenn sangat terpesona dengan Mahakarya Tuhan ini.
Hingga membuatnya terlonjak ketika meletakkan buket bunga titipan sang kakak karena wajah cantik itu secara spontan membuka mata.
"Kakak ... bisakah kau membantuku? Aku harus keluar dari rumah sakit ini."
Tubuh Glenn membatu, baru kali ini ia berhadapan dengan pasien yang tiba-tiba memintanya untuk membantu keluar dari rumah sakit. Tidak hanya itu saja, Glenn juga masih terperanjat dengan kecantikan wajah Melissa ketika wanita dengan suara manja itu membuka matanya dengan spontan.
"Ba-bagaimana? Aku ke sini hanya mengantar ini!" tunjuk Glenn dengan jari telunjuk ia harapkan pada sebuah buket bunga indah di atas bedside cabinet rumah sakit.
"Mohon bantuannya, aku sangat ingin keluar dari rumah sakit ini." Mata Melissa berkaca-kaca dan dengan wajah yang memelas, ia merayu Glenn agar membawanya keluar dari rumah sakit ini.
"Baiklah, aku ada ide!"
...****...
__ADS_1
Gimana, cocok gak Glenn ama Melissa?