
"Masuklah terlebih dahulu! Ada yang harus kulakukan sebentar," ucap Brad memberi perintah pada Melissa. Agar wanita itu masuk ke dalam rumah seusai mobil yang mereka tumpangi membawa keduanya di kediaman Brad yang berada di daerah Menteng Jakarta Pusat.
Brad memang kerap pulang larut karena kesibukannya sebagai wakil rakyat dan juga hanya untuk sekadar bersenang-senang dengan wanita yang ia bayar.
"Iya," sahut Melissa tanpa peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami.
Lambat laun, Melissa mulai menyadari jika selama ini Brad memang gemar bermain api dengan wanita lain.
Sebelum pria berjas hitam itu bergegas meninggalkan Melissa, sempat ia berucap, "Aku akan segera pulang!"
Melissa hanya membalas ucapan Brad dengan lambaian tangannya saja. Karena Mel juga bingung apa yang harus ia lakukan dengan pria itu. Selain memimpikan untuk lepas dari Brad, Melissa tak pernah memikirkan hal lainnya.
Langkah Melissa gontai memasuki rumah megah berlantai tiga tersebut dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Meski Brad berulang kali menyuruhnya untuk pindah ke atas. Namun, Melissa masih enggan berpindah tempat tidurnya.
**
Keberhasilan Melissa membantu mengatasi masalah Brad berbanding terbalik dengan runtuhnya hubungan baik dengan Ari. Ia merasa telah menyakiti Ari dengan ucapannya siang tadi. Tak seharusnya Melissa mengacuhkan Ari seperti tadi.
"Maafkan aku, aku hanya tidak mau kamu menderita karena aku. Cukup sudah kamu berkorban untukku, Ari." gumamnya. Hampir satu jam ini Melissa berendam di bathtub sembari memikirkan pertemanannya dengan Ari.
Dirasa telah cukup lama, dan tak ingin masuk angin. Membuat Melissa bangkit dari tempat mandinya dan berjalan ke tempat penyimpanan handuk serta segera mengenakannya.
"Ya Tuhan, seperti ini rupanya hidup dalam kegelisahan." keluh Melissa lagi di depan cermin kamar mandi setelah melakukan perawatan rutin terhadap wajahnya.
Seusai menepuk-nepuk lembut wajahnya agar serum yang ia kenakan meresap sempurna, Melissa keluar dari kamar mandi dan segera bersiap manjat mimpinya.
Semua kelelahan dalam seharian ini akan Melissa gantungkan pada sebuah mimpi yang akan ia capai malam ini. Melissa telah sampai pada peraduannya dan bersiap menarik selimut yang akan menutupi sebagian tubuhnya.
Tapi, sebelum Melissa sempat menutup mata. Pintu kameranya berulang kali diketuk. Merasa terganggu dan enggan membuka, membuat Melissa mendiamkan hal tersebut. "Paling Bi Lastri mau nawarin sesuatu, ah aku malas sekali."
Melissa sedikit lelah hari ini. Dan berniat untuk segera tidur lebih awal. Namun, suara itu tak kunjung berhenti. Bahkan kini ketukannya semakin kencang seperti menggedor pintu kamarnya.
"Iiih ... gangguin aja, sih!" Melissa keluar dari selimut dengan mengenalkan baju tidur berbetuk kimono yang berbahan satin.
"Apaan sih, Bi? Jangan ganggu a- ... " keluh Melissa sembari membuka pintu kamarnya.
Namun, sebelum Melissa melanjutkan kalimatnya, sebuah tubuh ambruk di tangannya. Tubuh Brad yang bertumpu pada Melissa dipenuhi bau alkohol yang menyengat hingga Membuat Melissa harus menutup hidungnya dengan satu tangannya yang lain.
"Kamu ini kenapa sih? Nyusahin orang aja!" Melissa menjatuhkan tubuh sang suami dengan kesal. Dan berniat memanggil Colin atau pelayan yang lain untuk membawa tubuh lemah Brad ke kamarnya sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba, ketika Melissa hendak melangkah keluar kamar, Brad menahan kepergian Melissa dengan tangannya. "Mel, temani aku!'
"Kamu ini ngigau, ya?"
Melissa benar-benar kehabisan akal mengahadapi Brad, ia sudah tak tahan dengan ulah pria tua itu. Hingga membuat Melissa harus melakukan sesuatu yakni menarik tubuh Brad hingga keluar dari kamarnya.
Namun, semua itu hanya angan Melissa saja. Nyatanya sebelum ia bisa menarik Brad, lebih dulu Melissa terjungkal hingga menindih tubuh sang suami karena Brad menariknya dengan kencang.
"Hei, lepaskan aku! Kamu bau ... aku tak suka bau ini!" protes Melissa saat sang suami menariknya hingga jatuh tepat di atas dada bidang Brad.
"Tapi aku suka baumu, Sayang!" ujar Brad lalu membungkam mulut Melissa dengan mulutnya agar wanita itu tak nyerocos karena banyak bicara.
Diliputi pengaruh alkohol, membuat pria itu benar-benar memiliki kepercayaan tinggi hingga tak merasa sungkan melakukan hal seperti ini pada Melissa.
"Umhh .... " Melissa hendak berontak dan berdiri. Tapi tenaganya masih kalah jauh dari sang suami. Bahkan kini, Brad mulai berani mendekapnya hingga menggeser tubuhnya yang kini menjadi di bawah sang suami.
"Pria ke pa rat ini benar-benar dirasuki setan!"
"Siapapun ... tolong aku!"
Doa Mellisa hanya tinggal kenangan saja, mana ada yang berani masuk ke dalam kamarnya dan mendapatkan amukan dari pemilik rumah?
Brad menghentikan aktivitasnya dan menatap lembut dengan berbagai arti kepada Melissa, "Tetaplah seperti ini! kau istriku!" ucapnya lalu bangkit dan membawa sang istri yang sejak tadi memberontak menuju peraduan di kamar Melissa.
Napas Melissa semakin memburu ketika sang suami yang dalam pengaruh minuman tengah memborbardir dirinya. Kimono berbahan satin tadi telah terangkat hingga menyaksikan pemandangan indah surgawi.
Tak hanya di bagian atas saja, ciuman serta belaian itu menyerang. Pada pangkal paha serta belakang tubuh Melissa tak ketinggalan.
"Dia sudah gila? Dia mau mem per kosa aku?"
Melissa menggigit lidah yang mengeksplorasi rongga mulutnya sehingga membuat Brad meringis menahan sakit.
"Sayang, kamu nakal! kini aku tak sungkan lagi, awas, ya?" Brad tak marah, bahkan wakil rakyat itu semakin berambisi menggempur sang istri. Karena Melissa memberikan lampu hijau padanya.
"Ya Tuhan, apa malam ini nasib baik tak berpihak padaku?"
Semua perlawanan Melissa tak ada artinya dari pria bertubuh tegap itu. selain kalah besar dan kalah tenaga, Melissa juga merasa jika pria yang tengah dalam pengaruh alkohol ini sungguh berambisi.
"Aku akan memberikanmu sebuah alasan agar tidak bisa pergi dariku, Mel!" ledek Brad di dalam hatinya dengan perangai licik karena bisa mendapatkan Melissa kembali pada malam ini.
__ADS_1
...****...
Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
Sedarkan diriku dari lamunan panjang
Tak terasa malam kini semakin larut
Ku masih terjaga
Sayang kau dimana aku ingin bersama
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau disini aku tenang
Sayang kau dimana aku ingin bersama
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
__ADS_1
Jika kau disini aku tenang
Bersambung ....