Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Dua Puluh Delapan


__ADS_3

Pagi yang cukup hangat dari pagi yang biasanya mendung ini, dimanfaatkan oleh Melissa untuk berolahraga. Wanita itu memang gemar berlari kecil guna menjaga kesehatan tubuhnya agar selalu prima.


Tak hanya Resti saja yang menemani Melissa joging di pagi ini. Mario yang telah rapi tampak ikut berlari kecil di sisi kiri Melissa sembari membacakan schedule istri Brad seharian nanti.


Dari jauh, Brad melihat Melissa tengah berolahraga dengan sebuah earphone bluetooth di telinganya. Pria bertubuh atletis itu sedikit lega karena mengira jika Melissa kesal padanya karena telah meninggalkan semalam.


Mario sempat menegur Resti karena dinilai gagal melindungi Melissa sebab, Ari Dinata mampu mendekati istri atasannya tersebut.


"Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Pak!"


Ucapan dari ketulusan Resti dalam bekerja, sedikit menarik perhatian Melissa. Sehingga, istri Brad tersebut mengentikan aktivitasnya sejenak. "Ada apa? Apa kamu salah?" Melissa melirik Resti yang masih menampilkan wajah penuh penyesalan.


Meski raganya tetap bungkam. Namun, nurani Melissa tak tega jika melihat Resti yang kini bekerja dengannya mengalami penindasan tanpa kesalahan yang diperbuat oleh anggota kepolisian non aktif tersebut.


Melissa bejalan mendekati Mario dengan santai sebelum meninggal joging area dj kediaman Brad seraya berbisik, "Jangan lupa, kau juga memanfaatkan pekerjaan demi kepentinganmu!"


Wajah Mario bersemu merah begitu kata-kata peringatan dari Melissa masuk ke telinganya dengan sopan dan tanpa hambatan.


Dari jauh, Brad sempat mengepalkan tangannya dengan keras. "Apa yang dibicarakan olehnya?" Brad menduga jika Mario tak memiliki malu dengan berani mendekati Melissa.


Dan Melissa? Wanita itu berjalan dengan puas karena berhasil mengancam Mario karena berani menggertak Resti di depannya. Wanita yang baru selesai berolahraga dengan sebuah handuk di tangan karena bersikukuh menolak Resti membawakan handuk bekasnya berjalan hingga tiba di depan sang suami.


"Kamu pagi sekali bangun, Mel?" sapa Brad ketika sang istri tepat berhadapan dengannya.


"Tidurku kurang nyenyak, jadi bangun lebih awal. Aku juga telah menyiapkan sarapan untukmu." Tak seperti tadi malam, pagi ini Melissa lebih cuek dari sebelumnya.

__ADS_1


Brad mengira jika Melissa menahan rasa kesal untuknya sehingga mengabaikan dirinya pagi ini. "Jika begitu, kita sarapan bersama?"


Namun, Melissa menyela sebelum berlalu meninggalkan Brad, "Aku sudah memakan oat, lagipula sekretarismu menyampaikan banyak sekali jadwal hari ini."


"Syukurlah dia tidak mengabaikan aku, dan yang terpenting syukur juga rupanya mereka hanya membahas jadwal saja. Pasti Melissa keberatan sehingga berani seperti tadi pada Mario."


**


Dan benar saja seperti apa yang Melissa katakan pada Brad, Mario memberinya banyak kegiatan hari ini. Mulai dari pertemuan dengan donatur tetap dari sebuah Yayasan milik istri dari pengusaha terkenal. Karena Melissa menjadi salah satu donatur tetap pada Yayasan milik teman baiknya itu.


Melissa pikir dengan pengunduran dirinya, Brad akan lebih manusiawi nyatanya tidak. Pria itu masih semena-mena dengannya. Dalam hal apapun, Brad masih mendominasi. Bahkan, setiap kali Melissa hendak melakukan sesuatu, tak ayal para pelayan serta anak buah Brad selalu merecoki durinya.


Seperti hari ini, meski ingatan Melissa belum kembali sepenuh. wanita itu harus tetap menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh Yayasan wanita. Melissa diundang sebagai salah satu tamu istimewa. Karena selain kucuran dana, Melissa juga berhubung dekat dengan ketua yayasan.


Jangan ditanya seperti apa perkumpulan ibu-ibu penting di negeri ini. Selain pamer kemewahan, mereka juga tidak mau kalah dengan yang lainnya dalam urusan rumah tangga.


"Aku tahu kamu canggung sekali, Mel! tapi, hal seperti ini umum terjadi."


Melissa yang masih kesulitan mengingat wanita di depannya hanya bisa berusaha tersenyum semaksimal mungkin untuk mengurai kecurian.


"Santai aja, aku udah biasa."


**


Seusai pertemuan donatur tetap, Melissa berniat kembali ke rumahnya. Resti dan pengawal yang lain dengan sigap melindungi Melissa di saat apapun. Agar kejadian seperti sebelumnya tak terulang.

__ADS_1


Melissa lebih jarang bertegur sapa dengan Resti. ia sengaja memberi jarak pada pengawal wanitanya agar Brad tidak curiga dengannya. Meski begitu, Melissa tetap tidak mengabaikan pekerjaan Resti.


Setibanya di rumah, Melissa melarang Resti mengikutinya dan meminta Resti untuk beristirahat.


Kedatangan Melissa ke rumah Brad bersamaan dengan sekelompok orang yang mengaku dari sebuah perusahaan Masterpiece untuk urusan peraduan.


"Bapak mengganti dan menata ulang kamarnya, dan mereka adalah interior designer serta pegawai perusahaan kasur." jelas salah satu bibi pelayan.


Melissa merasa tak acuh, karena bagaimanapun ini bukan urusannya.


"Nyonya, kami sudah selesai. Sebelum kami kembali, mohon Nyonya periksa hasil kerja kami." pinta seorang designer pada Melissa sebelum pulang.


"Kok gue sih? Gue bukan nyonya rumah." Melissa merasa risih. Pasalnya ia tak mau ikut campur dalam urusan Brad, semua urusan yang tak ada sangkut pautnya dengan Melissa.


"Kalian kembali saja, bukankah kalian sudah melapor?"


"Bukan begitu,. Nyonya! Bapak telah berpesan supaya Anda mengomentari kinerja kami. Karena semua ini demi kenyamanan Anda."


"Kok jadi aku sih?"


Melissa tak menduga jika Brad melakukan hal ini karena pagi tadi Melissa mengatakan jika dirinya kesulitan tidur dan bangun lebih awal. sehingga pria itu menduga jika Melissa pindah kembali ke kamarnya karena ranjang Brad tidak nyaman. Oleh karena itu, Brad menggantinya dengan ranjang kualitas premium dari perusahaan Masterpiece.


Selain itu, ia juga meminta seorang designer untuk mengubah gaya kamarnya agar lebih homey.


"Aku tidak ada masalah, kalian pulang saja." ucap Melissa singkat.

__ADS_1


...****...



__ADS_2