Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Dua Puluh Lima


__ADS_3

"Dia adalah Bripka Resti, dan dia akan menemani keseharianmu, Sayang!" jelas Brad. Politikus muda itu menyerah dan mengizinkan istrinya yang berkepala batu keluar rumah seperti sedia kala. Atas pertimbangan matang dan demi kesembuhan Melissa lah, Brad meruntuhkan egonya.


Tak tanggung-tanggung, Anggota Dewan dari Fraksi PBKB itu memilih salah satu penyedia jasa pengawalan dari kalangan non sipil. Dan polisi non aktif yakni Bripka Resti menjadi pilihan Brad sebagai pengawal khusus bagi Melissa.


Brad mengenalkan pengawal khusus itu pada sang istri. Dan Melissa pun tak kaget dengan apa yang telah dilakukan oleh pria empat puluh tahun tersebut.


"Hai, pengawalku! bagaimana aku menyebutnya? Oh ya, Nona Resti?" Melissa menelisik sejauh apa ia mampu menerka seperti apa sifat Resti yang merupakan mata-mata dari Brad sang suami.


"Siap! Ibu bisa memanggil saya dengan Resti saja."


Cukup lama Melissa mengamati Resti dari ujung kepala hingga kaki. Polwan wanita yang kini tak aktif lagi itu telah dipilih oleh Brad sebagai mata-matanya. Melissa juga cukup tak percaya jika suaminya akan melakukan hal seperti ini lagi padanya di saat ingatannya masih belum terkumpul sepenuhnya.


Dengan berat hati, Melissa masuk ke dalam mobil khusus yang telah dipersiapkan untuknya. Dan bahkan Resti sendiri yang bertugas mengawal serta mengemudikan mobil untuk Melissa. Tak hanya Resti, bodyguard lain yang sebelumnya menjaga Melissa juga tampak mengikuti wanita itu dari mobil lain.


Melissa membuka kacamata hitam yang tadi bertengger di pangkal hidungnya. Kejadian seperti ini, tak sekali ini saja dirasakan oleh Melissa. Ia bahkan telah mulai terbiasa. Melissa merasa jika menjadi putri konglomerat tidak sekaku ini.


Tak ada percakapan yang berarti di dalam mobil. Bahkan Melissa yang dulu ceria, kini tak banyak berbicara. Mel tak ingin menambah panjang masalahnya dengan Brad. Karena, jika sedikit saja ia kelepasan bicara, Resti pasti akan melaporkannya pada Brad.


"Apa kamu sudah sarapan, Resti?"


"Siap, sudah, Bu."


"Bisa tidak kamu jangan terlalu kaku seperti ini. Tolong bedakan mengawal aku dengan mengawal Perwira." Melissa merasa canggung jika Resti bersikap formal hingga berlebihan seperti ini.


Pasalnya, selain pengawal, Resti dan dirinya juga sama-sama seorang perempuan. Lagipula, Melissa bukan tipe wanita yang gila hormat.


Mobil yang dikendarai oleh Resti berhenti tepat di depan sebuah kedai kopi kekinian favorit anak muda setelah Melissa memintanya untuk berhenti.


"Tunggu di sini! aku hanya sebentar saja." ucap Melissa sebelum keluar dari mobil dan mengenakan kacamatanya kembali.

__ADS_1


Wanita tersebut tak ingin pengawal barunya mengikuti ke manapun ia pergi. Hingga meminta Resti untuk tetap berada di dalam mobil saja karena ia hanya pergi membeli kopi saja.


Tak berselang lama, Melissa tampak keluar dari pintu kaca dengan menenteng sebuah kantong kertas di tangan kanannya kemudian masuk kembali ke dalam mobil.


Melissa mengulurkan segelas kopi berukuran grande dan sebungkus kue pada Resti. Jurnalis itu tak ingin Resti menganggap jika dirinya adalah orang yang tak tahu diri.


"Maaf, Bu. Saya tidak bisa menerima ini."


"Sudah kubilang bukan, jangan terlalu kaku. Kau membuat aku canggung saja." balas Melissa tak ingin Resti terlalu bersikap kolot padanya.


"Ta-tapi ini ... " Resti masih berusaha menolak pemberian Melissa.


Sehingga Melissa harus membujuk Resti, "Apa kamu lupa jika suamiku kaya? Uang tak seberapa ini tidak akan membuatnya melarat. Lagipula kalau aku mau, aku bisa merampok seluruh uangnya."


Resti ternganga mendengar istri dari bosnya ini, pasalnya selama ini yang ia tahu dari beberapa sumber jika Melissa adalah wanita angkuh dan cuek.


Tidak hanya Resti saja yang terkejut mendengar penuturan Melissa. Brad bahkan sampai menjatuhkan smartphone yang ia gunakan untuk meretas mobil Melissa.


Brad tidak merasa jika apa yang dikatakan oleh Melissa akan benar terjadi. Pasalnya, selama ini Melissa bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang miliknya. Selain tak ingin banyak terlibat dengan urusan suaminya, Melissa juga membedakan keperluan pribadi serta keperluan sehari-hari.


Dan Melissa sama sekali tidak menyentuh harta Brad untuk keperluan pribadinya. Selama ini, Mel hanya menggunakan penghasilannya dari bekerja untuk menghidupi dirinya. Sedangkan, jika berniat untuk berhura-hura, Melissa akan menggunakan pemasukannya dari keuntungan saham di perusahaan sang ayah.


"Terimakasih, Bu!" Pada akhirnya, Resti menerima pemberian dari Melissa setelah berulang kali istri bosnya merayunya.


Melissa tiba di kantor Woman's Daily diantar oleh Resti pagi menjelang siang ini. Mel sama sekali tak merasakan hal apapun di kantor ini. Niatnya datang ke tempat yang selama ini ia besarkan hanya untuk menapak tilasi kehidupan lamanya.


"Bu Melissa?"


"Pagi, Bu."

__ADS_1


Beberapa karyawan Woman's Daily saling menyapanya Melissa dengan hangat. Mereka sama sekali tidak mengetahui jika selama ini Melissa menderita Amnesia. Yang para karyawan tahu Melissa mengalami kecelakaan hingga meminta cuti dari pihak kantor tempat ia bekerja.


"Anda sudah sembuh, Bu?" Claudia tampak girang begitu atasannya bisa mulai bekerja kembali. Karena tanpa ada Melissa, entah bagaimana perusahaan akan menyelesaikan setiap masalah yang terjadi.


"Oh, iya." Melissa menjawabnya dengan singkat.


Claudia kemudian mengantar Melissa ke ruangannya. Clau bahkan sangat berterimakasih karena Melissa tidak berhenti bekerja meski baru saja sembuh dari kecelakaan.


Claudia beranjak meninggalkan Melissa di ruangannya, sebelum itu Claudia sempat berpamitan, "Nanti, saya akan memberikan rencana seminggu ke depan pada Bu Melissa."


Melissa hanya mengangguk, niat hati ingin mengunjungi kantor untuk mendapatkan sebagian ingatannya ternyata telah menyeretnya masuk ke dalam tanggung jawab tim.


Sedangkan Brad, Pria kejam itu terus saja mengawasi sang istri bagaimanapun caranya. Brad tak ingin kehilangan kesempatan mempertahankan Melissa untuknya. Selain meletakkan Resti sebagai bidak catur untuk mengawasi Melissa, Brad juga telah menyiapkan surat pengunduran diri untuk Melissa agar wanita itu berhenti dari kantornya.


Tentu saja hal semena-mena mendapatkan perlawanan dari Melissa. Namun, justru Melissa tak ingin menunjukkan kekesalannya di depan semua orang.


Melissa diminta menandatangani surat pengunduran dirinya dari Woman's Daily. Hingga membuat wanita itu mengemasi barangnya dengan wajah ditekuk ke bawah.


"Jangan pergi, Bu! aku kira Bu Melissa datang untuk kembali bekerja. Bukan untuk resign." bujuk Sandra yang sebelumnya telah dibantu oleh Melissa dalam menghadapi tuntutan Amanda.


"Lalu aku harus bagaimana? Aku tak bisa apa-apa." Melissa melanjutkan mengemasi barang-barangnya dan memasukkan ke dalam sebuah boks putih.


"Ini tidak benar 'kan, Bu?" Claudia yang sejak tadi girang karena kembalinya Melissa kini juga tampak sedih.


"Aku pergi dulu, kalian berdua harus saling bekerjasama."


Melissa benar-benar meninggalkan Woman's Daily seperti yang dikehendaki oleh Brad.


...****...

__ADS_1



__ADS_2