
Dengan bantuan Glenn lah, Melissa mampu melarikan diri dari rumah sakit. Wanita yang merasa dirinya masih berumur tujuh belas tahun itu mampu meyakinkan Glenn agar bersedia membantunya.
"Bisakah Kakak mengantarkan aku pulang? Aku harus segera pulang sebelum ayah dan ibuku pulang dari Jerman. Karena besok mereka akan memarahi aku jika aku tak di rumah."
Glenn tertegun karena baru kali ini ia merima tugas aneh dari sang kakak lelaki. Tugas Glenn hanya mengirim bunga ke rumah sakit dan bukan membantu pasien itu kabur.
"Tenang aja, nanti aku akan bayar Kakak kok. Uangku banyak. Uang saku bulanananku bisa beli salah satu kavling tanah di Pluit." Melissa merayu Glenn agar mau membantunya dengan iming-iming materi yang berlimpah dari sang ayah.
"Aku akan membantu kamu, jangan bahas uang ya? Karena aku ikhlas kok."
Sepakat, mereka berdua sepakat. Dan kesepakatan mereka ditandai dengan tos ria. Glenn akan mengantar Melissa pulang ke rumahnya dengan motornya miliknya.
**
Dalam perjalanan pulang, Melissa merasa aman ketika Glenn membonceng dirinya. Seperti bisa menyelami hati pemuda tampan itu, Melissa tersenyum indah di belakang Glenn.
"Makasih, ya? Jika gak ada kamu, pasti aku udah dijahatin sama orang."
"Kok bisa? Emangnya kenapa?" Sedikit kepo, Glenn berusaha menyelidik siapa sebenarnya wanita yang dikirimi bunga oleh kakaknya.
"Pokoknya aku takut, aku takut berada di rumah sakit tadi dengan orang jahat. Menurut aku jahat aja."
__ADS_1
Glenn hanya menanggapi penjelasan Melissa dengan, "Hmmm ... " Tak kalah cuek dari sang kakak, Glenn juga sebenernya memiliki sifat tak ingin pusing Dengan urusan orang lain.
Melissa memperkenalkan dirinya pada orang yang udah bersedia menolongnya, "Namaku Melissa, Melissa Effendi. Kelas dua SMA Al-Akbar Blok N."
"Gue Glenn Dinata, mahasiswa teknik sipil semester akhir."
"Wah keren dong, berarti udah tugas akhir dong?"
"Iya, bentar lagi gue lulus. Makanya kamu sekolah yang rajin, ya?"
Glenn tidak menyadari jika wanita yang ia ajak berbincang berusia jauh di atasnya. Glenn masih menganggap jika Melissa beneran berusia 17 tahun seperti apa yang dikatakan olehnya tadi.
Memiliki wajah cantik dan mempesona membuat orang tidak akan percaya jika kini usia Melissa telah menginjak 30 tahun. Apalagi gaya bicaranya yang ceplas-ceplos menambah keyakinan Glenn jika Melissa memang masih bocah dan juga anak mami.
Namun, rumah berpagar tinggi yang dikatakan oleh Mel tadi tampak sepi dari luar. Sehingga membuat Glenn mengurungkan niatnya meninggalkan Melissa pulang sebelum gadis itu pulang dengan aman.
Tak berselang lama, Melissa kembali ke luar rumah guna menemui Glenn untuk mengucapkan terimakasih serta membawakan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan untuk Glenn.
"Nggak usah, aku ikhlas nolongin kamu kok!"
"Ambil aja, aku juga ikhlas bagi ini. Kamu orang baik, pasti suatu saat Tuhan membalas kebaikanmu."
__ADS_1
Melissa memaksa Glenn untuk menerima uang pemberiannya. Karena uang bukan hal yang masalah buat Mel. Melissa cukup bisa menghasilkan uang, sejak kecil semua kebutuhannya selalu tercukupi dengan baik. Namun, meski begitu Melissa tidak mudah untuk menghabiskannya. Wanita itu telah dididik sejak kecil untuk memaksimalkan uang dengan baik oleh orangtuanya. Karena setiap sen rupiah memiliki arti tersendiri.
**
Kabar hilangnya Melissa telah sampai ke telinga Brad. Politisi Partai Bersama Kita Bisa itu pun meninggalkan ruang pembahasan Undang-undang dan segera menuju rumah sakit untuk mengkonfirmasi hilangnya Melissa.
Brad akan memarahi pihak rumah sakit yang ia nilai tidak becus mengurus Melissa dengan baik. Bahkan Brad juga telah menyiapkan kuasa hukum untuk menuntut rumah sakit tersebut nantinya, karena keteledoran yang menyebabkan Melissa kabur.
Bukan hanya Brad saja, Ari yang saat itu juga sedang menjalani sidang sengketa lahan, harus terombang-ambing dalam kecemasan. Pengacaranya tampan itu segera memacu kendaraannya ke rumah sakit guna memastikan hal yang sebenarnya terjadi.
Bukan kepastian saja yang Ari temukan, melainkan wajah songong dan kurang menyenangkan dari Brad calon mantan suami Melissa.
"Untuk apa kau ke sini? Sudah kukatakan bukan jauhi Melissa?"
"Aku ke sini bukan untuk Anda, aku ke sini karena rasa peduliku pada Melissa!"
Ari lalu bergegas meninggalkan rumah sakit dan berusaha mencari keberadaan Melissa. Karena ia bisa menerka dari wajah emosi dari Brad jika Melissa benar-benar telah kabur karena terlalu benci dengan Brad.
"Aku janji, Mel! Aku akan bantu kamu lepas dari pria gila itu." Ari segera meninggalkan rumah sakit menuju tempat yang sering dikunjungi oleh Melissa.
...*"*"*...
__ADS_1
Jan lupa tinggalkan jejak ya gengs, makasih