Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Selalu Menunggu


__ADS_3

Keadaan mendesak, sehingga membuat Brad memutuskan untuk mendarat ke Bandara terdekat dari posisi mereka saat ini. Meski Melissa menolak untuk landing di tempat lain, Brad tak memedulikan sang istri. Pasalnya, keselamatan Melissa dan calon buah hati mereka adalah yang utama.


Begitu roda-roda pesawat semakin berhenti, petugas medis yang telah bersiap di dekat landasan menanti kedatangan Melissa. Istri dari gubernur terpilih tersebut segera mendapatkan pertolongan pertama.


Beberapa paramedis serta dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi diminta secara langsung oleh politisi lelaki tersebut untuk menangani kondisi sang istri.


"Sayang, tahan bentar, ya?" Brad menguatkan sang istri agar lebih tahan menghadapi hal yang mengkhawatirkan ini.


Dokter memeriksa kondisi bayi Melissa dengan alat pindai gelombang suara bertekanan tinggi atau disebut juga USG.


"Letak janin baik-baik saja," jelas dokter tersebut tanpa melepaskan padangan matanya dari layar yang menampilkan calon buah hati pasangan muda tersebut.


"Jadi istri saya kenapa, dok?"


"Ibu mengalami kontraksi palsu,"


Sejenak Melissa menelaah Kalimat sang dokter lelaki itu, "Ternyata nggak cuma cinta aja yang palsu, kontraksi juga ada yang palsu," Eh buset celetuk Melissa tanpa rasa bersalah di depan sang suami yang begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Mel, dont kidding me!"


Si dokter dan perawat yang memeriksa Melissa menahan tawa mereka, jika yang mereka hadapi bukan orang penting seperti yang dikatakan oleh opini publik, pasti semua tenaga kesehatan yang saat ini berada di ambulans yang membawa Melissa akan tertawa tiada henti.


Walaupun dimulai saat awal kehamilan, kontraksi palsu umumnya baru mulai dirasakan sejak usia kehamilan 16 minggu. Saat kontraksi palsu ini terjadi, kemungkinan tidak menimbulkan efek berarti pada ibu hamil.


Kontraksi palsu ditandai dengan otot-otot rahim mengencang. Untuk mengenalinya, Anda dapat menempelkan tangan di atas perut dan rasakan betapa tegang otot perut yang berada di atas rahim Anda. Kontraksi palsu umumnya terjadi selama sekitar 30 detik, tidak lebih dari dua kali per jam dan bisa saja terjadi beberapa kali dalam sehari.


Barulah ketika Melissa mendengar penjelasan dari dokter, ia bisa percaya jika perutnya yang kram karena kontraksi palsu.


Kembali Melissa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Di kota pahlawan ini lah, perjalan pulang Melissa harus terhenti. Karena Brad bersikukuh meminta sang istri menjalani perawatan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

__ADS_1


**


Di kamar rawat inap naratama ini, Melissa harus menjalani perawatan meski merasa jika janinnya tidak dalam bahaya.


Dan selama kurang dari setengah jam berada di kamar VIP inilah, ponsel Brad tak henti-henti berdering. Sehingga membuat politikus PBKB tersebut kalang kabut.


Untung saja, sebelum menemui Melissa di ruang ini, Brad sempat berkonsultasi dengan dokter yang menangani sang istri. Dokter meminta agar Melissa banyak beristirahat dan jangan terlalu banyak berpikir. Karena penyebab kram pada perut adalah stress yang berlebihan.


Brad langsung menyadari jika tekanan yang dirasakan oleh Melissa berasal darinya. Karena pencalonan Brad lah, yang membuat Melissa banyak memikirkan hal yang berlebihan.


"Selain stress apa ada hal lain, dok?"


"Jaga pola makan saja, Pak!"


Brad berniat untuk menanyakan hal yang lebih mendalam seperti masalah berhubungan badan ketika masa kehamilan.


"Banyak orang yang menganggap berhubungan intim di trimester pertama kehamilan akan membahayakan janin dalam kandungan. Padahal, hal tersebut aman dilakukan dengan beberapa syarat."


"Apa saja syaratnya, dok?" Brad sangat antusias jika berkaitan dengan nasib basoka miliknya.


Banyak ibu hamil yang merasa perubahan gairah seksual terjadi pada trimester pertama. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya mungkin perubahan hormon yang menyebabkan ibu hamil merasa mual dan cepat lelah. Namun, jika kesehatan ibu dan kandungan baik-baik saja, sebenarnya hubungan intim cukup aman untuk dilakukan ibu hamil pada trimester pertama selama dilakukan dengan wajar.


"Perhatikan posisi letak janin dan kenyamanan sang ibu," jelas sang dokter mengenai syarat diperbolehkannya keinginan Brad.


**


"Sepertinya papamu sibuk, Nak!" Sindiran Melissa berhasil mengalihkan perhatian Brad dari ponselnya.


"Bukan begitu, Mel ... ada banyak ucapan selamat dari relasi. Selain itu hari ini akan diumumkan perolehan hasil nyata." Brad berjalan mendekati sang istri dan duduk di sofa dekat ranjang rawat inap Melissa.

__ADS_1


"Brad ... " panggil Melissa dengan suara pelan tak dibuat-buat. Dan ini serius Melissa memanggilnya dengan lembut.


"Ada apa, apa kamu ingin sesuatu?" Suaminya mengelus mesra kepala Melissa dengan tangannya.


"Pergilah! aku dan anakmu akan baik-baik saja di sini,"


"Tidak, Sayang! aku akan menjagamu. Aku sudah mengatakan jika berhalangan hadir."


Melissa ingin meyakinkan sang suami jika ia benar-benar bisa menjaga dirinya sendiri.


"Mereka butuh kamu, aku akan di sini menunggu kamu. Jangankan hari ini, selama ini aku setia menunggumu, Brad."


Pernyataan dari Melissa tadi membuat hati Brad teriris. Tak peduli sepenting apa pertemuannya. Yang Brad inginkan hanyalah bersama dengan istri yang ia cintai.


"Maafkan aku karena membuatmu menunggu lama, Mel,"


"Sekarang kamu percaya bukan, aku bisa menunggu kamu. Karena aku mencintaimu!"


Dengan bujukan serta pernyataan cinta yang tulus dari Melissa, sang politikus akhirnya luluh dan bersedia meninggalkan Melissa di kota pahlawan ini.


Meski begitu, Brad tak serta-merta meninggalkan Melissa begitu saja. Selain mengawasi 24 jam ruangan Melissa, Brad juga meminta pelayanan istimewa dari rumah sakit tersebut dengan meletakkan dua orang perawat serta satu orang dokter khusus di kamar Melissa.


Tak hanya itu saja, Brad juga menugaskan beberapa penjaga di depan kamar Melissa untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Semua itu harus Melissa terima dengan imbalan bisa ditinggal oleh Brad.


"Kamu memenjarakan aku lagi, Sayang?" Melissa sedikit kesal pada sang suami.


"Apa? Kamu memanggil aku apa, Mel? Coba ulangi lagi!"


...****...

__ADS_1


__ADS_2