
Ruang Tulip Naratama adalah saksi bisu tempat terbaring seorang wanita dengan segala kemampuannya yang kini mulai mengendur. Benar, sejak keluar daru ICU Rumah Sakit, Melissa telah dipindahkan ke kamar inap VIP sesuai instruksi dari Brad.
Kecelakaan yang menimpa jurnalis senior itu menjadi pukulan berat bagi Brad. Entah apa yang selalu ada di benak politisi partai Bersama Kita Bisa tersebut. Selama Melissa dirawat di rumah sakit ini, Brad belum menunjukkan batang hidungnya di depan Melissa. Pria itu terlalu malu jika harus berhadapan dengan sang istri yang masih tak sadarkan diri.
Tiang infus dan monitor yang berfungsi untuk memantau kondisi fisiologis pasien secara teratur untuk memastikan stabilitas Melissa menjadi saksi di mana wanita energik yang biasanya sangat bersemangat tersebut kini berbaring lemah tak sadarkan diri.
Sudah tiga hari ini Melissa selamat dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Untung saja, petugas medis cepat dan tepat dengan segera menolong Melissa di tempat kejadian sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Selama tiga hari itulah, hanya Ari Dinata yang tampak menemani Melissa. Ari teman lama Melissa begitu prihatin atas apa yang menimpa sang sahabat. Ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa datang mengantar berkas permohonan perceraian milik Melissa.
Ingin rasanya Ari menggantikan posisi Melissa saat ini. Rasa sayang, peduli serta yang paling utama yakni rasa cinta lah yang membuat Ari dengan setia menemani Melissa.
"Maafkan aku, Mel ... sungguh, semua ini salahku. Jika aku tidak menyerah waktu itu. Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Aku selalu tak berdaya di depan orangtuamu, karena aku bukan berasal dari golongan atas seperti kalian."
Ari menggenggam tangan Melissa yang masih tak sadarkan diri. Suasana hatinya bercampur aduk jadi satu. Ingin sekali rasanya pengacara tersebut mewakili rasa sakit serta penderitaan Melissa.
Pria yang selama ini memendam perasaan yang begitu dalam pada Melissa itu tak kuasa menahan kesedihannya. Ari memang dikenal sebagai teman lama Mel. Mereka bertiga yakni Melissa, Ari serta Wulan bertemu di luar negeri ketika mereka bertiga mengenyam pendidikan lanjutan. Memiliki kesamaan budaya karena berasal dari negara yang sama, membuat mereka dekat satu sama lain.
Dan benih-benih itu tumbuh semakin berjalannya waktu. Menyadari jika Melissa juga memiliki rasa yang sama dengannya, membuat Ari merasa dihinggapi kepedihan. Ia tahu jika suatu saat orangtua gadis pujaannya akan menolak hubungan mereka nantinya. Oleh karena itu, Ari lebih memilih untuk menjalin hubungan bersama Wulan agar Melissa bisa melupakan perasaannya pada pria tampan tersebut.
Lama Ari menatap wajah pucat Melissa dalam keadaan tak sadarkan diri. Tak terasa bulir di matanya ikut jatuh karena menahan rasa haru. Pengacara tersebut segera menghapus air matanya ketika sadar telah menangisi keadaan Melissa.
__ADS_1
Jika tidak ada sidang lanjutan, mungkin Ari akan tetap berada di tempat ini dan menunggu hingga Melissa membuka matanya. Iya, hanya itu saja harapan Ari. Agar Melissa sadar dan membuka kedua kelopak matanya. Ari berharap Melissa akan kembali berjuang seperti dulu, karena ia sangat tahu bahwa Melissa bukanlah wanita yang lemah.
"Aku pergi dulu, kuharap kamu segera bangun, Mel! agar kita bisa menghukum orang-orang jahat itu." ucap Ari sebelum meninggalkan kamar inap Melissa.
Tanpa sadari, di luar ruangan seorang lelaki sejak tadi mencuri dengar apa yang selama ini dikatakan oleh Ari.
Brad hanya bisa mematung mendengar luapan kesedihan pria yang ia duga otak dari rencana Mel akan menceraikannya. Rahangnya mengeras, dan tatapan matanya tajam melihat Ari keluar dari ruangan Melissa.
"Apa yang kau lakukan di kamarnya?" desak Brad merasa berambisi untuk mencerca Ari Dinata.
Ari tak menanggapi Brad, ia merasa jika Brad tak ubahnya seperti orang lain bagi Melissa. Lalu untuk apa Ari harus menjelaskan apa yang ia lakukan di kamar inap Melissa.
Emosi Brad semakin tersulut karena Ari tak menanggapi dirinya dengan pergi tanpa sepatah katapun. Sehingga Brad berteriak, "Jangan datang ke sini lagi!"
"Aku tekankan lagi, anak muda! jangan datang lagi. Aku tak peduli kau siapanya Melissa. Melissa istriku, dan aku tak mau orang lain mempengaruhi hatinya."
Emosi Ari semakin tersulut, karena harga dirinya semakin diinjak-injak oleh Brad. Bagaimana mungkin ia orang lain? Sedangkan dari dulu hingga kini, Ari masih mencintai Melissa.
"Cuih ... Suami? Jika bukan karena kecelakaan ini, Melissa pasti sudah membuangmu! Awas saja jika kau terlibat dalam peristiwa ini, aku tak segan untuk mengancurkanmu." ancam Ari sebelum pria itu berbalik meninggalkan Brad.
"Bedebah itu mengancamku, dia pikir dia siapa?"
__ADS_1
Kekesalan Brad semakin menjadi, hingga memaki dan memarahi siapapun bahkan dokter yang memeriksa Melissa. Semua mendapat pelampiasan dari emosi Brad tanpa terkecuali.
Dari ruangan Melissa dirawat, seorang suster mengabarkan hal baik pada Brad dan juga dokter yang merawat Melissa. Perawat wanita itu mengatakan jika Melissa menunjukkan tanda-tanda kesadaran.
Kabar baik ini disambut penuh antusias oleh dokter dan juga Brad. Kedua pria dewasa itu mengikuti sang perawat masuk ke dalam.
Memang benar seperti apa yang dikatakan oleh si perawat. Secara ajaib Melissa telah membuka kedua matanya. Melissa seperti sedang memikirkan sesuatu dengan terus melihat ke atas ruangan.
Dokter segera memeriksa organ vital Melissa untuk memastikan kesadaran sang pasien. Sedangkan wajah penuh kepanikan Brad juga tak bisa di anggap remeh. Pria itu panik jika Melissa menyadari keberadaannya dan tetap kekeuh melanjutkan gugatan cerainya.
"Siapa Anda? Apa yang Anda lakukan di sini? Jangan sentuh aku! Aku harus segera pergi dari sini sebelum ujian semester berakhir." bentak Melissa Andriana kepada sang dokter ketika dokter tersebut memeriksa kondisi Melissa.
"Sayang, apa yang kamu katakan? Ujian semester apa?" Brad tertegun dengan sikap Melissa yang merasa ketakutan pada orang lain.
Dokter mengatakan jika Melissa mengalami amnesia akibat dari cidera pada bagian otaknya.
Melisa didiagnosa menderita amnesia. Amnesia atau hilang ingatan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Meski bersifat ringan, gangguan daya ingat akibat amnesia juga bisa mengganggu kehidupan penderitanya.
Amnesia ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh ingatan penderitanya. Meski demikian, penderita amnesia umumnya masih dapat mengingat identitas dirinya, hanya saja mereka cenderung kesulitan untuk mengingat hal baru atau mengingat kejadian di masa lalu.
...****...
__ADS_1
Gores demi gores tinta memunculkan sajak nan bermakna. Berusaha mengungkapkan namun tak memakai suara. Berusaha bercerita namun tak ingin lagi dengan air mata.