Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Dua Puluh Satu


__ADS_3

Mendapati kemungkinan Melissa segera mendapatkan ingatannya, membuat Brad sesegera mungkin lebih mengambil langkah ekstra.


Kini Brad melarang Melissa menemui setiap orang yang mungkin berpengaruh dalam kesembuhan wanita itu. Brad membatasi kegiatan Melissa dengan tidak memperbolehkan wanita itu berinteraksi dengan orang lain selain dirinya dan juga pegawai di rumahnya.


Meski begitu, Brad juga tidak tega jika terus melihat Melissa merasa kebingungan dengan dirinya. Seperti hari ini, selain menjadwalkan terapi rutin seperti biasanya, Brad juga telah meminta salah satu psikiater untuk membantu Melissa dalam mengatasi masalah kejiwaannya.


Psikiater adalah tenaga kesehatan yang tepat untuk ditemui ketika mengalami gangguan kesehatan mental dan membutuhkan perawatan medis.


"Biasanya om menyuruh mereka datang ke sini, tapi kenapa kini aku disuruh ke tempat praktik?" tanya Melissa ketika salah satu pengawal mengajak nona mereka mengunjungi salah satu praktik psikiater.


"Saya kurang tahu, Nona. Bapak yang meminta,"


Melissa tahu betul seperti apa kesetiaan serta keteguhan pegawai Brad. Dalam hal seperti ini, melawan Brad sama artinya dengan mencari cara untuk mengakhiri hidup mereka.


Dan Melissa juga hanya bisa mengikuti kemauan Om Bradnya dalam berkonsultasi dengan ahli kejiwaan tersebut.


Selama lebih dari satu jam, Melissa berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan tersebut. Mel menjabarkan jika dirinya berada di fase yang aneh. Dan sering mengalami kejadian seperti de javu. Bukan itu saja, Melissa juga mengatakan jika sering mengalami mimpi buruk.


Berhasil atau tidaknya pengobatan tergantung dari komitmen, kesabaran, dan kerja sama Melissa dengan psikiater. Umumnya efek terapi yang didapatkan akan dirasakan setelah beberapa waktu menjalani pengobatan dengan psikiater.


"Dok, apa penyakitku sungguh tak bisa disembuhkan?" tanya Melissa sebelum mengakhiri sesi konsultasinya.


Psikiater yang telah mendapatkan rekam medis penyakit Melissa hanya bisa menyemangati istri politisi tersebut agar mampu berdamai dengan penyakitnya.


"Tentu saja Anda bisa melewatinya, keluarga Anda sangat menyayangi Anda dan selalu mensupport Anda,"


"Kuharap apa yang selama ini aku takutkan tidak pernah terjadi. Terimakasih, dok telah menemani waktuku."


"Sama-sama, saya senang membantu Anda." Dokter tersebut sangat menghargai masalah kliennya. Selain itu, dokter spesialis tersebut juga sangat menaruh hormat pada suami Melissa.


Melissa kemudian pulang ditemani pengawal yang ditugaskan Brad untuk selalu menemani Melissa. Keselamatan serta keamanan Melissa menjadi tanggung jawab mereka di depan Brad Owen.


Hingga tanpa terasa sopir telah membawa Melissa pulang kembali ke kediaman sang suami yang dianggapnya om-om ngeselin tersebut.

__ADS_1


Tapi, ada sesuatu yang sedikit menyibak rasa tentram Melissa. Ada hal yang sedikit membuat Melissa harus turun dari mobil berpelat nomor B 88 RAD tersebut.


Melissa melihat wanita muda yang berseru di pos penjagaan rumah Brad. Wanita itu tampak amat kesal pada petugas keamanan di rumah Brad.


"Ada apaan ribut-ribut?" Melissa mengerutkan keningnya melihat sebuah adu argumentasi antara wanita muda dengan sekuriti di rumah Brad tersebut.


Wanita muda itu menatap pongah ke arah Melissa seraya membentuk senyum liciknya, "Jadi kau orangnya?" tebak wanita muda itu pada Melissa.


"Apa maksud, Tante? Kok aku gak ngerti sih?"


"Gara-gara kau, kini Brad tak mau bertemu denganku. Kau lah yang membuat aku kehilangan perhatikan dari Brad."


"Loh?" Melissa melihat sekeliling. Seorang sekuriti datang ke arah Melissa dan menghadang wanita tersebut karena hendak melukai majikannya.


"Jangan halangi aku, dia yang membuat Bradku tak datang padaku,"


"Lu gila ya? Eh Tante, aku tanya padamu, apa urusannya masalah tante dengan om?"


Wanita itu mencebik kesal, "Dasar, wanita *** ***! pantas saja Brad jijik padamu." Wanita berpakaian serba minim tersebut mengolok-olok Melissa.


"Gak waras! gila!' umpat Melissa diikuti menggerakkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Tentu saja beberapa pengawal mengikuti ke mana pun istri dari Brad tersebut. Karena keselamatan Melissa adalah hal yang utama.


Wanita berpakaian seksi tersebut masih meronta-ronta dan mengumpat Melissa. Terlebih lagi ketika sekuriti melarang wanita itu masuk ke dalam rumah. Karena kedatangan hari ini hanya ingin menemui Brad saja. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah kekasih dari Brad Owen. Dan yang pasti, para penjaga tidak akan mengizinkannya masuk.


Melissa tak ambil pusing, hanya saja beber dari ucapan wanita tadi sempat membuatnya terenyuh. "Kenapa Tante itu begitu ingin bertemu, Om?" gumam Melissa di dalam kamarnya.


"Ah mungkin, dia salah satu pacar Om."


**


"Pak, apa Om udah pulang? Ada yang ingin aku sampailah padanya?" tanya Melissa pada kepala pelayan ketika keluar dari kamar menuju sebuah ruangan tea break di rumah Brad.


"Bapak ada di ruang kerjanya, Nona."

__ADS_1


"Oh, Sepertinya Om sedang sibuk. Ya udah besok aja deh." Melissa mengurungkan kembali niatnya, dan berbalik sebelum duduk di ruangan tersebut.


"Mungkin saya bisa menyampaikan pesan Nona pada Bapak?"


"Gak usah, Pak! nanti ganggu Om."


"Ya ampun, Nona. Sungguh malang sekali nasib Anda. Bahkan hubungan dengan suami Anda sendiri begitu jauh. Saya berharap suatu saat nanti, Bapak bisa membuka hatinya untuk Anda. Dan saya juga sangat berharap jika suatu saat nanti Anda bisa menerima beliau."


"Selamat malam, Pak!" Melissa mengucapkan selamat malam kepada kepala pelayan. Karena kepala pelayan lah yang bisa ia ucapkan saat ini.


"Selamat malam juga, Nona. Semoga Anda beristirahat dengan cukup."


**


Sekitar pukul setengah satu dini hari, Brad baru keluar dari ruang kerjanya di lantai dua. Pria itu ingin mengambil air minum untuk mengaliri tenggorokannya yang kering sebelum masuk ke peraduan utama rumah ini.


Begitu Brad meminta segelas air pada salah satu pelayan, kepala pelayan yang saat itu tak sengaja berpapasan dengan Brad menyampaikan keinginan Melissa pada tuannya.


"Nona tadi mencari Anda, saya telah menawarkan untuk menyampaikan pada Anda tapi Nona menolak, Pak."


"Kenapa kau tak memanggilku, sudah berapa lama kau bekerja denganku? Kenapa hal sekecil ini kau lalaikan?" Ada yang aneh malam ini, Brad seperti memendam emosi karena kepala pelayan tidak memanggilnya saat Melissa ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Maafkan saya, Pak. Bapak terlihat sangat sibuk. Jadi saya tidak berani menganggu Anda."


"Sejak kapan kau bisa memiliki pilihan sendiri? Udah paling bener ya?"


Kepala pelayan sangat ketakutan jika Brad sudah menunjukkan kemarahannya seperti ini.


"Maaf, Pak!"


Brad mengurungkan niatnya untuk minum dan segera mencari Melissa di kamarnya. "Mungkinkah dia teringat sesuatu? Atau setelah konsultasi, Melissa melupakan masalahnya? Atau karena wanita *** *** sore tadi?" Hati Brad bertanya-tanya kemungkinan yang bisa terjadi pada Melissa.


...####...

__ADS_1


Komen di bawah ya jika kalian suka dan selalu menunggu update Melissa. Selama 20 bab ini apakah ada hal yang mengganjal di hati kalian?


__ADS_2