Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Dua Puluh


__ADS_3

Kata orang, malam Minggu adalah malam yang panjang. Semoga malam Minggu ini menjadi awal dari perjalanan mengais sisa kepingan ingatan Melissa.


Glenn telah mempersiapkan segala hal yang akan mengingatkan Melissa dengan kenangan yang telah berlalu. Atas ide dari Ari lah, Glenn membawa Melissa ke tempat yang sangat memorial bagi Melissa.


Volume kendaraan pada malam ini lebih ramai dari biasanya. Oleh karena itu, Brad tidak mengizinkan Melissa pergi dengan Glenn. Selalu saja ada alasan kecil yang bisa membuat pria tua itu mengekori ke manapun Melissa pergi.


Dengan dalih ingin selalu melindungi Melissa, lebih tepatnya Brad tak ingin salah satu media memotret kebersamaan Mel dengan Glenn tanpa dirinya.


Malam telah menjelang, lampu-lampu di tepian jalan telah menyala terang. Suasana seperti ini sangat tak asing bagi warga ibukota. Pada malam seperti ini, para kaum penghamba kehedonan akan berlomba-lomba mencari hiburan.


Melissa melihat ke sekeliling salah satu tempat makan di kawasan SCBD tersebut, tempat makan pilihan Glenn ini merupakan tempat favorit Melissa dulu. Karena gemar menyantap makanan pedas, Melissa sering mengajak Ari makan di salah satu restoran Meksiko.


Merasa tak asing, Melissa cukup mengenal tempat ini. Namun, ia sama sekali tidak mengingat tempat yang selama ini ia kunjungi.


"Kalau malem di sini lumayan rame ya, Kak?"


"Kakak kan suka makanan pedas," Glenn menyodorkan buku menu pada Melissa. Sekalian ia ingin mengtest sejauh mana ingatan masa lalu Melissa. Karena menurut Ari, Melissa tidak mungkin akan melupakan kenangan di restoran ini.


Brad yang tiada menyadari rencana Glenn hanya duduk manis sambil sesekali mengawasi kedua bocah di depannya. Meskipun Melissa tak tampak seperti bocah, tapi sifat serta kelakuan Melissa tak ubahnya seperti anak SMA pada umumnya.


Melissa tampak serius melihat buku menu di depannya, banyak pilihan menu masakan negri Sombrero tersebut.


Secara tak sadar, Mel memilih Grilled Chicken Burrito. Alam bawah sadar Melissa mengantarkan wanita itu memilih menu kesukaannya bersama Ari dulu. Tak tanggung-tanggung, Glenn menambahkan churross yang digemari oleh Melissa sebagai makanan pembuka.


Brad sama sekali tidak mengetahui ide licik Ari dan Glenn.


Mereka bertiga tak saling emosi seperti ketika baru pertama kali bertemu. Brad tidak melihat ada hal yang aneh pada Glenn. Tak seperti kakaknya Ari, di mata Brad, Glenn cukup patuh untuk anak seusianya.


Namun, suasana sedikit berubah ketika makanan tiba dan Melissa mulai mencicipi menu yang baru saja ia makan. Ada perasaan aneh yang mulai menggerogoti ketenangan hatinya.


Tanpa sadar, Melissa menitihkan air matanya. Tanpa ada sebab yang jelas, wanita itu tampak cukup sedih dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Mel?" tanya Brad begitu mengkhawatirkan keadaan Melissa.


"Apa terlalu pedas, Kak?" tanya Glenn mengikuti keresahan di hati Brad.


"Tidak, tidak. Entah kenapa aku merasa sedih seusai memakan makanan ini."


Baik Glenn dan Brad sama sekali tidak mengetahui kenangan apa yang telah terjadi di restoran ini. Hanya Melissa dan Ari lah yang merasakan kesedihan yang amat mendalam.


Ari menjadi satu-satunya tempat Melissa menumpahkan semua kesedihannya hari itu. Melissa hanya memiliki Ari sebagai penghibur hatinya yang telah berkelana.


"Ri, ayahku memintaku menikahi pria pilihannya!" ucap Melissa pada suatu sore seusai pulang dari kantor stasiun televisi milik Hans Effendi.


Bak disambar petir di siang buta, tentu saja Ari begitu terlonjak. Hati pengacara muda yang sangat mengagumi Melissa tersebut remuk redam. Ia merasa seperti seorang pecundang yang hanya mampu menatap indahnya bintang tanpa mampu mengungkapkan.


Ari hanya seorang pemimpi yang mendamba kebahagiaan bersama Melissa tanpa mampu membuka perasaannya pada Melissa. Ia begitu takut jika mengungkapkan perasaan serta cintanya pada Melissa. Dan Ari juga orang yang cukup tahu diri karena merasa tak pantas bersanding dengan Melissa.


"Apa kamu mencintainya, Mel?"


"Cinta? Aku bahkan tidak mengenalnya, Ri. Gimana bisa cinta?"


**


"Jika terlalu pedas, hentikan saja! nanti kau sakit perut aku yang repot," Brad melarang Melissa memakan makanan yang hampir membuatnya terisak dan meminta Melissa memesan makanan yang tidak pedas.


"Ini tidak pedas, Om!"


"Lalu kenapa kau menangis?"


"Hatiku sakit!"


Degh ... Brad tersentak oleh ucapan Melissa barusan. Hanya karena hal kecil seperti yang ia lihat barusan, Melissa merasa hatinya sakit. Dan sialnya, kesediaan Melissa membuat Brad cukup frustasi. Ia tak sampai hati melihat kesusahan hati Melissa.

__ADS_1


"Jangan diteruskan! kita pulang saja," Brad mengajak Melissa pulang. Bahkan pria itu kini tak mempedulikan beberapa mata yang menyadari identitasnya di tempat seperti ini.


Identitas bagi Brad saat ini tak penting, hanya bersama Melissa di manapun ia berada itu sudah cukup. Karena bersama Melissa, meski tertangkap kamera dan diberitakan seperti apapun ia tak masalah.


Glenn mengikuti Melissa yang dibawa pulang oleh Brad. Pria muda itu tersenyum lega karena berhasil mengoyak sisi kecil amnesia Melissa malam ini. Meski tak seberapa, usaha ini telah membuahkan sebuah perubahan. Dan keberhasilannya malam ini, telah ia sampaikan pada kakak lelakinya.


**


Sepanjang perjalanan pulang, Melissa tak membuka mulutnya. Ia terlalu larut dalam pikirannya. Wanita yang duduk di samping Brad karena pria itu memaksanya, sama sekali tak menoleh sedikitpun ke sisi kanannya.


Otak Melissa terus saja bekerja keras membuka setiap potongan puzzle yang sempat terekam. Beberapa kilas balik selalu membayangi wanita yang berumur tiga puluh tahun tersebut.


"Ada apa, Mel?" Brad menangkap kegundahan di hati Melissa.


"Aku merasa seperti bukan diriku, Om!"


Sontak saja Brad kesulitan menelan salivanya. Lidahnya kelu, hingga pelipisnya mulai basah karena berkeringat dingin.


"Mel, kumohon jangan ingat dulu! kau tidak boleh mengingat kembali hari itu."


"Aku butuh kau di sisiku, aku perlu dukunganmu. Aku ingin kau menemaniku pada Pilihan Legislatif mendatang. Karena aku perlu dukungan dari ayah,"


...****...




Kalian team siapa? Mas Ari atau Ahjossi? Atau dedek emessh? Komen di bawah ya sertakan hastag team kalian.


#AriDinata

__ADS_1


#GlennDinata


#BradOwen


__ADS_2