Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Girangnya Melissa pagi ini karena rencananya untuk mengobrak-abrik nama baik Brad telah terlaksana. Bagaimana tidak, selama ini pejuang image tersebut telah menjaga betul-betul nama baiknya. Dan dalam waktu hitungan menit, semua itu bisa berbalik.


Kabar yang berembus, tak serta-merta membuat Brad tumbang begitu saja. Namun, jangan anggap remeh kemampuan Melissa, buktinya Brad kocar-kacir hingga berangkat kerja lebih awal hanya untuk menangani masalah yang telah ditimbulkan oleh Melissa istrinya sendiri.


"Bapak pagi sekali telah berangkat," ucap Resti begitu menyalakan mobil yang akan membawa Melissa ke HTV stasiun televisi milik sang ayah.


Selama ini, ayah Melissa memang tak berdomisili di Indonesia. Pria Jawa-Menado tersebut tinggal di Australia bersama sang istri. Dan hanya sesekali saja pulang ke Indonesia untuk mengawasi bisnisnya dari jarak dekat.


Hans telah memilih pelaksanaan kepemimpinan pada CEO yang telah ditunjuk pada rapat pemegang saham tahunan. Dan Melissa telah dipasrahkan pada Brad. Jadi Hans dan sang istri aman untuk tinggal di luar negeri.


"Aku sungguh menyesal, Resti. Bapak banyak masalah karena aku,"


"Tenanglah, Bu! Kami semua telah mengurusi hal ini."


**


Gosip yang berembus bisa ditahan dengan pernyataan dari akun official masing-masing pasangan suami-istri tersebut. Namun, hal tersebut tak membuat awak pencari berita terpuaskan. Mereka akan dengan gencar untuk bergerilya mencari informasi yang valid.


Bahkan pengelana tajuk berita, mampu mengikuti Melissa hingga ke kantor sang ayah. Melissa sangat yakin akan dapat memukul Brad untuk kedua kalinya.


Rencana selanjutnya, Melissa akan melakukan high shoot menyusul kabar yang sempat merebak pagi tadi. Mel akan memanfaatkan kalayak serta awak media yang telah berjejer hingga berdesakan menunggu keluarnya ia. Selain awak media, kedatangan Melissa ke stasiun HTV telah disebar luaskan dari pesan berantai oleh salah satu penyusup anggota komunitas wartawan. Tak sulit bagi Melissa untuk memasukkan salah satu orangnya ke dalam komunitas tersebut.


"Brad, i will give you a little surprise!"


Tak dinyana, Melissa keluar sengaja melalui pintu utama yang jelas-jelas telah diburu oleh awak pemburu berita. Melissa melangkah dengan percaya diri. Karena dengan satu plot twist kali ini, pernikahannya dengan Brad akan benar-benar berada di ujung tanduk.


"Bu, apakah tidak sebaiknya kita menggunakan pintu timur dua?" ajak Resti begitu mengkhawatirkan keselamatan istri bosnya. Karena bagaimanapun dan berapapun pengawal yang telah ditugaskan, tidak mungkin bisa menghadapi kerumitan awak wartawan.


"Aku akan menghadapinya, Res! percayai padaku!" Melissa mengacungkan jari telunjuknya ke arah media dan segera menarik jari telunjuk itu untuk ia dekatkan pada hidung Resti.

__ADS_1


"Believe me, Okay."


Melissa keluar seolah-olah menantang pihak media. Senyumnya merekah membentuk simpul kemenangan yang selama ini ia impikan.


"Hari ini kau tamat, Brad. Aku pastikan itu." ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Tak perlu ditanya lagi, begitu Melissa berjalan ke arah mobilnya, tubuhnya mulai dikerumuni oleh awak wartawan dari berbagai surat kabar serta televisi.


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh mereka hanya karena ingin mendapatkan berita eksklusif langsung dari narasumber yakni Melissa sendiri.


"Apa benar, Anda menjalin hubungan dengan oknum pengacara tersebut?"


"Apa suami Anda tahu tentang ini?"


"Apa yang membuat Anda memilih berhubungan dengan oknum tersebut?"


"Sejak kapan Anda menjalin hubungan dengannya?"


Alis Melissa terangkat satu, ia benar-benar telah memerankan peranan ini dengan baik. Berpura-pura menjadi sosok narasumber yang sering ia cerca, kini Melissa merasakannya.


"Apa yang kalian dengar dan lihat itu ... " Melissa tak melanjutkan kalimatnya, karena sebuah sentakan datang mengejutkannya.


"What the hell? Oh s h i t."


"Tidak ada yang terjadi antara istri saya dengan oknum tersebut, mereka hanya teman kuliah. Penyebar foto hanya ingin menghambat langkah saya di politik. Tim saya telah menangani hal ini dan akan menggugat pihak yang bertanggungjawab atas berita ini." ujar Brad begitu menarik Melissa ke dalam jangkauannya.


Pria yang tengah berada dalam pusara hal ini, tak ingin sampai Melissa salah menyebut kalimat hingga mampu mengusik apa yang selama ini Brad jaga.


"Permisi!" Brad membawa Melissa yang berada di dekapannya serta melindungi wanita itu dari jepretan kamera yang diarahkan bertubi-tubi padanya.

__ADS_1


"Kamu aman, Mel!" bisiknya begitu Melissa telah diselamatkan oleh Brad dan dibawa masuk ke dalam mobil yang telah disediakan.


Tubuh Melissa menggigil, sangat jelas jika ia sangat tertekan. Ia bahkan kesulitan mengatur napasnya. Hingga membuat Brad lebih panik lagi, dan meminta Mario untuk membawa Melissa ke rumah sakit terdekat.


"Aku tidak apa-apa!" tolak Melissa begitu Brad menugaskan Mario mengemudi ke rumah sakit terdekat.


Melissa menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya. Ia benar-benar tak menyangka jika Brad akan datang menjemputnya. "Ini tidak benar, aku gagal." Melissa ingin berteriak kencang. Namun, tertahan oleh kehadiran Brad di sampingnya.


"Kamu aman, Mel. Tenanglah ... aku ada di sini!" Brad meraih tubuh istrinya yang shock berat dan jiwanya tergoncang oleh pemberitaan.


"Maafkan aku, aku bersalah pada Anda. Aku wanita kotor yang telah merusak kepercayaan Anda." Melissa menangis histeris, hingga membuat Resti dan Mario yang berada di depan bersimpati karena tak kuasa menahan haru.


Brad merah wajah yang kini dibanjiri air mata serta menatap permata itu, "Jangan katakan lagi, tak ada yang namanya kotor. Tak ada kata selingkuh, karena kamu tak pernah mengkhianati aku sekalipun, Sayang."


"Aku yang salah, semua ini salahku. Aku bermain api dengan pria lain hingga kau dingin padaku selama ini. Bahkan kau jijik menyentuh aku."


"Melissa, tak ada yang membencimu. Aku bersumpah demi langit dan bumi. Kau tidak pernah berselingkuh karena aku lah ... " Brad menahan kata-katanya, ia tak mungkin membuka kartu as-nya di depan Melissa dan di depan anak buahnya. Bahwa Brad lah yang bermain perempuan untuk memuaskan hasratnya.


"Tetap saja kau ini membodohi aku, Brad!"


"Kau tidak pernah berselingkuh, Mel. Karena akulah yang main perempuan."


"Kali ini aku gagal, tapi kita lihat besok!"


"Aku akan menjaga pernikahan kita, bagaimanapun caranya. Dan kau tak akan pernah bisa meninggalkan aku lagi, Mel."


...****...


__ADS_1


...VS...



__ADS_2