Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Sembilan Belas


__ADS_3

Semakin hari, kedekatan Melissa dan Glenn semakin intens. Glenn dengan telaten dan tulus mengajar Melissa pada kelas home schooling-nya. Dan Melissa juga menyadari kebaikan serta ketulusan hati Glenn padanya.


Namun, kebahagian Melissa sangat berbanding terbalik dengan suasana hati Brad saat ini.


Wajah Brad menegang, pipinya bersemu merah menahan emosi. Bahkan suaranya nyaris tercekat seusai melihat rekaman kamera pengawas yang merekam seluruh aktivitas di kediamannya. "Bedebah itu telah mengirim penyusup ke rumah ini, bahkan dia juga mengabaikan ancamanku!" Brad beranjak dari tempat duduknya. Tangannya mengepal erat serta napasnya kian memburu.


Tepat ketika ia keluar dari ruang kerjanya sore ini, Brad melihat Melissa keluar dari kamarnya dengan wajah yang berseri-seri.


"Tumben banget Om udah pulang jam segini?" sapa gadis yang mengenakan T-shirt oblong bermerek MANGO tersebut.


Sebelum menegur Melissa, Brad sampai menelan ludahnya ketika melihat penampilan Melissa yang mengenakan kaos polos berwarna putih dan dipadukan dengan hotpants sepaha.


"Dari mana kau dapatkan baju kurang bahan seperti ini? Cepat ganti!"


"Norak ih!"


Brad menghidupkan tabletnya dan memutar rekaman kamera pengawas pada salah satu kameranya yang mengambil gambar Glenn, "Siapa dia?"


Sebelum Melissa menuruti Brad mengganti baju yang ia kenakan, Mel masih sempat menjawab pertanyaan si suami, "Mentorku, Om! dia gebetan aku!" Bahkan Melissa menegaskan jika Glenn merupakan cemcemannya.


"Sinting! Apa kau sadar Mel? Jangan dekat-dekat dengan orang yang tidak kamu kenal, lagipula kamu belum tahu niatnya mendekati kamu,"


"What the hell? Sinting? I love him so much, and i believe in my heart,"


Melissa mengurungkan langkahnya masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya setelah ia mendengar bunyi bel di kediaman Brad.


"Glenn? Dia datang?" Melissa berbalik arah dan berencana menyambut kedatangan Glenn yang akan menemuinya.


Namun, usaha Melissa mampu digagalkan oleh Brad Owen sang suami yang menahan kepergian Melissa dengan menyambar kerah kaos bagian belakangnya.


"Ganti baju! aku akan menemuinya!"


"Ganti baju ya ganti aja, kagak usah marah-marah. Buta fashion sih, dasar kuper!" Melissa menggerutu karena Brad menghalangi usahanya untuk bertemu dengan Glenn. Dan Melissa harus mengganti bajunya menjadi lebih sopan lagi seperti yang dikehendaki oleh Brad, si Om norak menurut Melissa.

__ADS_1


Brad keluar menemui Glenn terlebih sebelum Melissa keluar dari kamarnya. Pria dewasa itu berniat melihat dengan kedua mata tajamnya seperti apa pemuda yang telah meluluhkan hati Melissa.


Brad menelisik penampilan Glenn dari ujung rambut hingga kaki. Dan Brad tak mendapatkan sesuatu yang spesial di diri Glenn. Menurut pandangan Brad, Glenn tak ubahnya hanya seorang bocah lelaki biasa yang sangat jauh dari levelnya.


"Kau adik pengacara itu?" Brad langsung mengenali Glenn yang merupakan adik dari Ari Dinata.


"Iya, Om!"


"Sialan nih anak, Seenaknya aja manggil Om."


"Aku udah siap, Kak!" ujar Melissa dari balik punggung Brad pada Glenn.


Sangat ketara sekali jika Mel menyukai Glenn. Dan perasaan Melissa pada cowok berambut cepak itu sangat tulus.


"Kalau gitu ayo, Kak!"


Glenn mengajak Melissa sebelum malam semakin larut. Rencana indah ini merupakan sebuah kesepakatan seusai kelas matematika tadi. Melissa mengajak Glenn jalan untuk sekadar bersenang - senang.


"Hey, kalian mau ke mana!" Brad Owen mengikuti ke mana pun mereka berdua.


"Kami ingin malam mingguan, Om!"


"Apa? Lelucon macam apa ini, Mel?"


"Kami permisi dulu, Om." Glenn membantu Melissa meminta izin dari Brad untuk keluar pada Sabtu malam ini.


Riuh gemuruh rasa memenuhi rongga-rongga


Ketika secuil laku membeku


Gurau senda lesap terbawa ego


Seakan menjadi saksi luapan terpendam

__ADS_1


Bermanja dalam kata


Waktu bersama tak mampu mengurai


Segala duka kini menekan


Memaksa sesak menyeruak


Perlahan rindu menyusup


Rasakan debar sepanjang hening


Panas di hati tak terucap menyambar


Cengkrama pun jadi serasa hambar


Mengapa terjadi?


Hilang ceria saat bersama


Masihkah percaya?


Kobaran api memporak-porandakan cinta


Kita sama berbagi rasa


Namun tak ada niat silang ikatan


Akankah ini menjadi alasan?


Hingga merenggang jalinan


...****...

__ADS_1



__ADS_2