Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Dua Belas


__ADS_3

Bukan Melissa namanya jika akan diam begitu saja melihat ada sekelompok orang yang mengacau di rumahnya.


"Diam! Berisik amat sih." Melissa secara bergantian menunjuk ke arah dua pria dewasa yang sedang bersitegang di dalam rumahnya.


Jika beberapa waktu yang lalu Melissa tampak ketakutan setengah mati dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Namun, kini Melissa seolah memiliki kekuatan tersembunyi untuk melawan beberapa pria bertubuh kekar yang merupakan anak buah Brad.


"Mel," panggil Ari dengan nada suara lembut seperti biasanya.


Tak mau kalah dengan Ari, Brad yang tak terbiasa memanggil nama sang istri kini mengucap nama itu dengan nada tak kalah lembut dari pria yang sempat menghajarnya tadi. "Melissa!'


"Kalian ini gak ada kerjaan lain ya? Selain gangguin rumah orang?"


Kedua pria itu tertegun melihat Melissa yang tampak berbeda dari yang sering mereka lihat sebelumnya. Bahkan Ari sampai tak berkedip melihat wanita yang sangat ia cintai itu.


"Mel, kamu lupa sama aku? Aku Ari."


"Tenang, Sayang! aku bukan orang jahat," ucap Brad sontak membuat Ari tak bisa berkata apa-apa begitu melihat dan mendengar Brad menyebut kata sayang pada Melissa.


"Ih,. Om jangan sembarangan deh, gini-gini Om bukan tipe aku. Dan kamu?" Melissa menatap ke arah pria tampan satu lagi yang mengatakan jika ia merupakan temannya.


Pandangan Melissa jatuh pada kedua manik kehitaman milik Ari yang begitu tampak tulus.

__ADS_1


"Siapakah orang ini? Apakah aku mengenalnya? Kenapa perasannku begitu tenang melihatnya?"


"Ayo kita pulang, Mel. Sebaiknya kamu beristirahat." Brad mengajak Melissa yang sejak tadi tak lepas melihat Ari dari ujung kepala hingga kaki.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya, Kak? Kenapa aku merasa jika pernah melihatmu?"


Kedua mata Ari mulai berkaca-kaca, ia tak tega melihat betapa menderitanya Melissa selama ini. Andai ia datang pada saat itu, Andai Ari tidak mengatakan jika mencintai Wulan pada Melissa dulu, dan andai Ari berani mengungkap perasaannya pada Melissa. Semua itu kini membuat Ari menyesali sikapnya.


Kesedihan Ari dapat dirasakan pula oleh Melissa. Seperti mendapatkan sebuah seruan, Melissa lalu meraih kedua pipi Ari dengan lembut dan menatap kedua mata kehitaman itu dalam-dalam.


"Apa aku pernah menyakiti kamu, Kak?" Melissa tak kuasa menahan rasa sesak yang tiba-tiba muncul di dadanya.


Jika kemampuan mengingatnya belum kembali, tapi hati Melissa tak bisa dibohongi lagi. Hatinya penuh sesak saat menatap mata Ari.


"Apaan sih? Om ini kenapa ribet amat? Jangan macam-macam ama aku ya? Aku bisa laporin ke polisi karena Om telah mengganggu di rumah aku!" ancam Melissa dengan nada tak takut sedikitpun pada Brad.


"Mel, maafkan aku! karena tak bisa menjaga kamu," Ari kehabisan kata-kata hingga hanya itu saja kalimat yang meluncur dari mulutnya.


Setiap kata yang keluar dari mulut Ari serasa seperti tiupan angin segar yang berembus di hati Melissa yang gersang ini.


"Kak, maafkan aku! aku benar-benar tidak kenal kakak."

__ADS_1


"Mel, ayahmu menitipkan kamu padaku. Jadi sebelum ayahmu pulang, kamu harus ikut pulang bersamaku." Kali ini Brad mengancam Melissa karena tak ingin jika orangtua Melissa tahu masalah sang putri.


"Apa buktinya? Om ini kenapa sih? Gak ada kerjaan lain ya? Pulang sendiri geh sana! Bini Om di rumah pasti nungguin."


"Kan bini aku kamu sendiri, Mel?"


Gimana sih ni Melissa gengs? Ia benar-benar kagak ingat ama sekali tentang masa lalunya. Karena masa lalunya telah menyakiti hatinya sedalam ini. Sangat dalam hingga Melissa bersedia menghapusnya dari otak Melissa.


Ingin marah, tapi Brad tak bisa. Brad mengingat kata-kata dokter bahwa Melissa mengalami gangguan kemampuan mengingat. Jadi apapun yang dikatakan olehnya tak bisa diterima oleh Melissa. Hanya bersabar dan mengikuti terapi lah usahanya.


"Apa kamu mau aku telponkan ayah kamu? Agar kamu percaya?"


Amnesia Melissa merupakan musibah, yang telah memukul semua orang. Namun, di balik musibah ini, ada sebuah berkah bagi Brad. Karena dengan adanya musibah ini, Melissa gagal mengajukan proses cerai padanya. Alih-alih menolak gugatan cerai Melissa, Brad bisa bernapas lega karena gagalnya gugatan ini.


Brad bisa menyelamatkan Marriage with Benefit-nya bersama Melissa. Serta nama baiknya akan aman dari pemberitaan perceraian jika sampai Melissa menggugat dirinya.


"Benarkah? Tapi kenapa aku gak percaya sama sekali dengan Om. Aku lebih percaya pada kakak tampan ini."


...****...


Jan lupa tinggalkan jejak ya, apapun aye terima. Mau unek-unek apa kek, tulis aja di kolom mendatar apa baris ke atas. Pan aye orangnya kagak emosiyan eim 😁

__ADS_1



Visual Ahjossi yah


__ADS_2