
Brad tak menuntaskan kegiatan makan paginya karena napsu makanya tiba-tiba lenyap seketika, "Kegilaan apalagi ini, Mel? Kenapa kau semakin banyak menyebab masalah?"
"Masalah apaan sih? Apa jatuh cinta termasuk kesalahan, Om? Kek Om kagak pernah muda aja?" Bukan menurut, bahkan Melissa semakin berani melawan Brad yang telah tersulut emosi pada ubun-ubunnya.
Brad menenangkan dirinya sendiri, "Tenanglah, Brad! ini hanya masalah kecil saja, Melissa masih menganggap dirinya remaja, dan sangatlah wajar jika wanita itu merasa nyaman pada seseorang."
"Atau Om ditinggal istri Om, ya? Makanya aku gak boleh pacaran?"
"Diam! aku gak mau hal ini terulang lagi. Jangan terlalu dekat dengan orang lain. Karena kamu tidak akan pernah tahu apa motif orang itu baik padamu," Brad menasehati Melissa sebelum pria itu beranjak meninggalkan Melissa yang masih tak bergerak di tempat duduknya.
Bagi Melissa, alasan Brad melarangnya dekat dengan orang lain adalah tak wajar. Apa haknya melarang Melissa dekat dengan siapa saja.
"Pantas saja istri dan anaknya meninggalkan pria itu. Lihat saja, Pak dia begitu galak!" keluh Melissa pada kepala pelayan.
Pria yang telah 20 tahun bekerja dengan keluarga Brad tersebut hanya mampu menelan ludahnya dengan susah payah karena tak ingin mengutuk salah satu dari majikannya. Baik Brad dan Melissa memiliki tempat tersendiri di dalam hati para pelayan rumah mewah itu.
"Bapak sangat peduli pada Anda, Nona! beliau melakukan hal ini pasti ada alasannya." Hanya itu saja yang mampu ia katakan agar tidak menyakiti hati Melissa.
"Oh ya?"
Melissa menyelesaikan makan paginya dan segera membawa ke belakang bekas peralatan makannya. Hal tersebut sering mendapat penolakan dari pelayan rumah. Namun, Melissa seolah tak peduli dan tetap melakukan hal yang menurutnya tepat.
__ADS_1
"Bik, ajarin aku buat kue dong! nanti kalau kakak mentorku datang, bisa untuk cemilan."
Pelayan yang dipanggil Melissa bibik tersebut mengangguk dan tak masalah jika Melissa memintanya mengajari majikan wanitanya. Hanya saja, tujuan Melissa belajar membuat kue adalah untuk pria lain yang notabenenya bukan Pak Brad Owen.
"Ayo aja, Non!"
Melissa begitu girang, karena ada hal yang bisa ia berikan pada Glenn nantinya. Ia hanya ingin mengenakan Glenn saja. Bagi wanita yang sedang kasmaran seperti Melissa, sangatlah wajar jika mencari perhatian dari sang gebetan.
**
"Aku menyukai mentorku,"
"Sepertinya aku jatuh cinta padanya,"
Oleh sebab itu, Brad sengaja membuka rekaman kamera pengawas yang dipasang di tempat Melissa belajar hanya untuk melihat siapa sosok pria yang telah meruntuhkan cinta Melissa untuk Ari.
"Pak sebentar lagi rapat dengar pendapat dengan Kemenkumham dimulai," Mario melaporkan tugas dan kewajiban Brad sebagai anggota dewan yang menempati komisi tiga ini.
Brad kembali mengurungkan niatnya mengecek kamera pengawas di rumahnya dan lebih memilih bersiap untuk rapat dengar pendapat yang akan dihadiri oleh pegawai dari Kementerian Hukum dan Ham. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia adalah salah satu dari sebelas Komisi DPR RI dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Sebagai salah satu wakil rakyat, Brad dituntut oleh orang yang telah memilih dirinya lewat pemilu legislatif beberapa tahun yang lalu untuk lebih aktif di bidang kerjanya. Meski dikenal sebagi pria yang dominan di dalam rumah tangganya, Brad bisa menjelma menjadi sosok yang manusiawi jika di depan rakyatnya.
__ADS_1
Sedangkan Melissa? Wanita itu sedang menikmati waktu-waktu indahnya. Belajar membuat kue dari pelayanan di rumah Brad dan mencatatnya di buku catatan sangat membuat hati Melissa girang segirang-girangya. Pasalnya baru kali ini Melissa memiliki kenangan membuat makanan dengan tangannya sendiri.
"Selesai!" pekik Melissa dengan bangga atas hasil kerjanya. Mel lalu melakukan tos ria dengan dua pelayanan yang telah membantunya.
"Tetaplah seperti ini, Nona! aku harap Anda selalu diberi kebahagiaan oleh Tuhan agar bisa menghidupkan rumah ini," Salah satu pelayan di rumah Brad berdoa agar Melissa selalu diberi kesehatan serta dilimpahkan kebahagiaan agar bisa mencairkan susana rumah ini.
Senyum wanita itu semakin mengembang, maka kala pemuda yang sejak tadi telah ia harapkan kedatangannya tiba di rumah Brad seperti sebelumnya. Melissa tidak menaruh kecurigaan sedikitpun terhadap orang lain. Bahkan ia berlari menuju pintu rumahnya dengan bersenandung manja.
"Welcome ... " Melissa menyambut kedatangan Glenn dengan girang.
"Aku bawakan makanan kesukaan kakak!" Glenn pun tak kalah bersemangat, pemuda tampan tersebut mengayunkan sekotak makanan yang ia bawa hanya untuk Melissa.
"Baklava?" Melissa berteriak kegirangan.
"Hafiz Mustafa," sahut Glenn dengan lembut sambil menatap binar di mata Melissa.
Sebenarnya Ari lah yang membelikan cemilan untuk Melissa. Bukan hal yang aneh bagi Glenn untuk mendapatkan makanan favorit Melissa. Karena selama ini, hubungan baik yang tercipta antara sang kakak dan Melissa belumlah berakhir.
"Ayo kita makan sama-sama sebelum kelas dimulai, Kak!" imbuh Glenn guna menyemangati Melissa.
Hal ini Glenn lakukan atas arahan Ari, Ari berniat merangsang ingatan masa lalu Melissa agar wanita itu kembali mendapatkan ingatannya. Kakak beradik Dinata telah sepakat ingin menyembuhkan Melissa bagaimanapun caranya.
__ADS_1
...****...