Melissa, Ingatan Yang Hilang

Melissa, Ingatan Yang Hilang
Bab Enam Belas


__ADS_3

Melissa kembali menatap langit-langit di kamar yang bercat putih tersebut. Kembali masuk ke rumah ini, dan bahkan di kamar ini lagi membuat Melissa semakin merasa dipenjara.


Pasalnya bagi gadis yang merasa masih berusia 17 tahun seperti ini, perlakuan Brad sangat lah keterlaluan. Dengan mengunci Melissa seperti dulu ketika terjadi perkataan pisah dari Melissa.


Brad tak ingin kehilangan kembali wanita itu untuk kedua kalinya. Pergi tanpa seizin darinya merupakan tindakan bodoh. Dan bukan hanya Melissa saja yang harus menanggung akibatnya. Para pekerja di rumah mewah tersebut juga kebagian hukuman dari sang tuan rumah.


Selain mendapatkan amukan tiada henti, Brad juga tak segan memotong gaji ataupun memukul siapa saja yang merusak moodnya.


**


"Nona ... buka pintunya!" Suara salah satu pelayan di rumah Brad semakin ketakutan. Tubuhnya gemetar serasa panas dingin karena sejak beberapa saat yang lalu, pelayan tersebut memanggil sang nona Melissa tak mendapatkan respon apapun.


Pelayan yang lain datang dan bertanya, "Ada apa?"


"Aku baru saja membuka kunci Nona Melissa, tapi Nona meng-grendel pintu dari dalam," Suaranya sedikit gemetar takut tejadi sesuatu yang tidak-tidak.


Teman pelayan yang lain menyarankan agar teman tersebut melaporkan kepada kepala pelayan. "Gimana kalau kau laporkan saja?"


"Ba-baik!"


Semua pelayan tersebut tampak ketakutan. Karena sejak semalaman dikunci di dalam kamar, perut Melissa belum kemasukan apapun.


Kabar mengenai Melissa berembus hingga ke telinga Brad. Lagi-lagi pria bertubuh tinggi itu harus berurusan dengan ulah yang dibuat oleh istrinya.


"Apa yang kalian lakukan?"


Brad memarahi semua pelayan yang berkumpul di depan kamar Melissa, pasalnya hingga detik ini Mel belum juga menunjukkan tanda-tanda kehadiran. Para pelayan ketakutan setengah mati jika sampai Melissa kabur dan membuat seluruh isi rumah ini menjadi santapan lembut Brad.


"Kenapa kalian diam saja? Buka pintunya, Bodoh! Dobrak!" maki Brad pada semua pelayan di rumah mewahnya.


Salah satu ajudan Brad yang sejak tadi mengikuti pria itu mendekat, "Pak, jadwal pagi ini Anda ... "


"Apa matamu buta? Bicarakan itu nanti!"


Benar bukan? Ajudan Brad menjadi salah satu sasaran empuk kemarahan bos mereka.

__ADS_1


Pintu terpaksa didobrak, mereka membuka paksa pintu kamar Melissa. Daripada mendapatkan amukan Brad, lebih baik menuruti perintah pria gila itu. Meski harus merusak salah satu perabot di rumah mewah ini. Karena harta Brad tak bakal habis hanya karena merusak pintu kamar Melissa.


Dua, tiga dorongan belum mampu mendobrak pintu kamar Melissa. Brad semakin kesal, hingga bergerak maju ke arah kerumunan guna memastikan seperti apa kerasnya batas keadaan Melissa.


Kedua alis Brad bertaut sempurna, rahangnya mengeras hingga menampilkan gigi-giginya yang berbaris putih. Dan ... hanya dengan satu dorongan dari tubuh Brad, pintu tersebut berhasil terbuka.


Pintu yang roboh seketika, membuat suasana gaduh. Hingga membuat seorang wanita yang masih berbaring memeluk sebuah guling terlonjak refleks. "Berisik sekali, bisa tidak kalian jangan ganggu aku?"


Bukan hanya pelayanan saja yang saling pandang, bahkan Brad dan ajudannya juga melongo dibuat Melissa.


"Nona ... "


"Jangan berisik! kalian kejam sekali padaku, baru juga bisa tidur, eh udah ribut bangunin orang,"


"Melissa!" Kini Brad yang berteriak.


"Berisik! dan kau, Om. Melarang aku keluar kamar, dengan tidak memberi aku makan hingga aku tak bisa tidur semalam. Kini mereka semua menggangguku." Melissa menghitung satu persatu pelayan yang ikut andil bagian dalam keributan pagi ini.


Wanita itu kemudian bangkit, dan membuang selimut dengan sekenanya. "Minggir!" perintah Melissa melewati kumpulan pelayan yang berdiri di depan kamarnya.


"Nona mau ke mana?" tanya kepala pelayan memberanikan dirinya pada Melissa.


"Menurutmu? Aku hampir mati kelaparan, aku bisa melaporkan kalian semua dan membuat kalian membusuk di penjara karena menyekapku semalaman."


Baru kali ini Brad mendapat perlawanan dari Melissa. Selama ini wanita yang setahun ini telah ia nikahi tak pernah sekalipun melawan perintahnya. Entah tidak berni atau memang Melissa tak ingin ribut dengannya membuat Brad semakin takabur pada Melissa.


Pria itu mengikuti ke manapun Melissa berada. Melissa berjalan ke arah ruang makan keluarga seusai membuka lemari pendingin guna menuntaskan rasa laparnya. Apa yang dicari Melissa tak ia dapatkan, sehingga Melissa mengurungkan niatnya dan duduk santai di ruang makan.


Seorang pelayang datang menuangkan segelas susu untuk Nona mereka. Dan Melissa pun menyambutnya dengan ucapan terimakasih serta mengulas senyum pada pelayanan itu.


"Nona masih sebaik itu padaku!" batin si pelayan.


Melissa menyudahi meminum susu di tangannya. Ia meletakkan kembali gelas berisi susu putih tersebut seraya berkata, "Kok low fat sih?"


"Kan Nona biasanya meminum susu rendah lemak?"

__ADS_1


"Bibi, aku masih anak-anak dan masih dalam masa pertumbuhan, jadi kudu minum susu yang berprotein agar tinggi," ucap Melissa lalu menyomot selembar roti tawar dari piring yang berada di depannya.


Para pelayan di rumah Brad cengo mendengar penuturan Melissa. Nona mereka benar-benar telah melupakan semua ingatnya.


"Melissa, aku sudah menyiapkan guru home schooling untukmu, kamu sudah aku pindahkan dari sekolah itu. Temanmu bilang kamu pingsan di sekolah."


"Emang Om udah izin sama ayahku? Kenapa gak nunggu selesai ujian aja, Om?"


"Lebih cepat lebih baik,"


"Aku ikut kelas akselerasi loh! emang kurikulumnya sama?"


Kepala Brad semakin ingin pecah jika terus-menerus menghadapi mood Melissa yang berubah-ubah. "Sama, semua bisa diatur dengan uangku!" jawab Brad sekenanya.


"Uang? Dia pikir dia saja yang punya uang? Gini-gini aku punya orangtua kaya."


"Aku pergi dulu, di atas meja kamarmu ada handphone baru dan Apple id-nya sudah diaktifkan,"


"Loh, kok bisa? Aku belom ngasih informasi data untuk Apple id,"


"Mel ... please stop it," "Am your husband!"


Wajah Melissa berubah berbinar karena berangan-angan mendapatkan ponsel iPhone terbaru.


"iPhone 3GS, kan?"


Melihat bosnya kesulitan menghadapi Melissa, maka Ajudan Brad menyela. "iPhone 13 pro max 1TB, Nona! karena saya yang membelinya untuk Anda,"


"13? Kok gue baru tahu iPhone udeh jauh banget serinya?"


...****...


Nyoba kamera


__ADS_1


__ADS_2