Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
jalan pagi lagi


__ADS_3

" iya mas...?" kali ini Agnes yang bertanya tanya


" siapkah kamu kalo mas melamarmu?" tanya Sito hati hati


Agnes tertegun..


" mmmmaksudnya apa ya Mas?" tanyanya terbata. Dia berharap salah dengar


" seandainya mas melamar kamu, apakah kamu siap?" ulang Sito


" eh..itu....jujur mas..Agnes masih takut menikah.Agnes baru lulus kuliah, belum kerja..dan menikah buat Agnes bukan hal yang mudah..ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama restu orang tua..dan sepertinya orang tua Agnes belum kasih ijin kalo Agnes belum kerja."


" Tapi kamu mau kan menikah sama mas?"


" kita liat nanti ya Mas..siapapun jodoh Agnes, pasti akan Agnes terima"


" makasih Dik..Mas akan semakin rajin bekerja, agar mas punya bekal untuk melamar kamu."


" oiya , mas punya teman yang jualan buku sirah nabawi itu kan? Agnes pengen beli, bisa minta tolong dipesankan?"

__ADS_1


" tentu Dik..nanti kalo ketemu orangnya, mas pesenin ya"


" makasih ya mas..emmm, maaf udah malam mas..sebaiknya mas Sito pulang ya..gak enak sama tante Wi dan om Bari.


Dengan malas Sito beranjak," sebenarnya aku masih kangen sama kamu Dik" bisiknya


" gombal banget sih mas..tiap hari ketemu juga" jawab Agnes tersipu


Sito tersenyum lebar melihat Agnes yang tersipu.." mas pulang dulu ya, selamat tidur, mimpiin mas ya Dik?" ucapnya sebelum keluar.


Agnes hanya tersipu dan menutup pintu.


****


Paginya, setelah subuh..


" Dik, temeni jalan jalan sebentar yuk" ajak Sito


" eh..minta ditemeni si Jack saja ya mas" tolak Agnes..Dia merasa tidak enak diliat tetangga.

__ADS_1


Si Jack yang baru keluar masjid, mendekati mereka.." aku gak bisa mbak..masih ngantuk..mau lanjut bogan..bobok ganteng" ucapnya seraya berlalu meninggalkan Agnes dan Sito.


Dan terpaksa Agnes menemani Sito jalan jalan dengan syarat hanya sampai depan rumahnya saja..Sito pun menyanggupi daripada tidak sama sekali..


" Mas..kalo boleh tau, sudah berapa lama kerja sama om Bari?" tanya Agnes


" ya sekitar 2 tahun an Dik..daripada gak kerja. jadi ya kerja seadanya..mas juga cuma lulusan SMK Dik..gak mungkin kan kerja kantoran..mas sebenarnya juga gak Pede menyukaimu.secara pendidikan kita saja gak selevel..pasti keluargamu gak setuju " ucap Sito sendu..sungguh tak bisa ia tepis, mencintai Agnes bagaikan pungguk merindukan bulan baginya..Agnes yang manis, pintar, berpendidikan, apakah pantas bersanding dengannya yang hanya pegawai rendahan? Tapi untuk menepis cintanya, dia juga gak sanggup..pesona Agnes tak hanya meluluhlantakkan keangkuhannya, tapi juga menembus sisi keromantisan yang selama ini terpendam.


" kalo Agnes pribadi sih gak masalah soal kerjaan, yang penting halal.Bagi Agnes, menikah adalah tentang menyempurnakan separuh agama..jadi wajar kan Agnes memimpikan calon imam Agnes juga yang paham agama" jawab Agnes..


Dia memang mempunyai impian menikah dengan laki laki sekufu/ sederajat.


" mas memang masih belajar Dik, tapi mas akan berusaha memantaskan diri menjadi imam buat kamu." ucapnya menatap Agnes yang masih berjalan di sampingnya.


"sebaiknya kita sama sama belajar mas..menyiapkan ilmu dan bekal untuk masa depan..dan jika mas ingin berubah, tolong niatkan untuk diri mas sendiri, jangan karena Agnes ya..Sesungguhnya seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. sayang kan kalo niat salah, kita gak dapat apa apa" ujar Agnes.


."emmm..sudah sampai mas..makasih sudah dianter sampai rumah..buku pesanan Agnes jangan lupa ya..Agnes masuk dulu..Assalamualaikum" tanpa menunggu jawaban Agnes segera masuk ke rumah dan membiarkan Sito terpaku menatap ujung kerudung instannya..


***

__ADS_1


__ADS_2