Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
baju OK yang pendek


__ADS_3

Memasuki ruang ganti,Tri menunjukkan beberapa tumpuk pakaian ganti warna hijau tua khas kamar operasi.


Agnes pun mengambil sepasang baju itu.Tapi kemudian matanya membulat ketika melihat baju yang ia ambil,' hah..lengan pendek' gumannya kecewa


" Tri, semua bajunya lengan pendek?" tanya Agnes setelah dia tak menemukan satupun baju lengan panjang di lemari itu.


" gak ada. baju OK ya kayak gini.kan nanti kalo cuci tangan nyampe siku." jawab Tri agak ketus.


Agnes menghela nafas berat.Ingin rasanya ia menangis saat itu.Bukan hanya baju lengan pendek, tapi juga kerudung ganti pun tak ada.Tak mungkin ia akan memakai tutup kepala ala salon yang akan memperlihatkan lehernya.


Agnes terdiam,tak terasa air matanya meleleh.


" kenapa?" tanya Tri


" apa gak ada yang menutup aurat Tri? aku gak bisa pake baju kayak gini.lebih baik aku di ruangan biasa asal masih bisa menutup auratku" jawab Agnes di sela sela tangisnya.Dia tak menyangka di hari pertamanya kerja, justru ujian keimanannya diuji.


" gak papa pake itu.kan cuma di dalam sini saja.kamu belum tau, beratnya kerja di ruangan.Perawat disini itu pada berebut mau masuk OK, kamu malah minta di ruangan." cetus Tri yang mulai hilang kesabaran.

__ADS_1


" maaf, Tri.Aku rela kehilangan pekerjaan asal jangan membuka auratku." Agnes kekeh


Tri menghela nafas berat,


" kalo mau, coba ke VK ,pinjam baju panjang dari sana.mereka punya baju kayak gini yang lengan panjang untuk tindakan" akhirnya Tri mengalah.


Agnes segera menghapus air matanya dan menuju ruang VK di lantai 4.Lebih baik dia bersusah mencari pinjaman daripada harus menampakkan auratnya.


Bersyukur, petugas ruang VK yang merupakan bidan bidan muda dengan senang hati meminjamkan baju ganti mereka.


Agnes dengan senang hati kembali ke ruangannya membawa satu stel baju itu dan segera memakainya.


Dia segera bergabung dengan Merry dan Tri yang sudah menunggunya.


Mereka berdua melihat Agnes dan hanya menggelengkan kepala.


" yuk, kita masuk" ajak Tri

__ADS_1


Ketiganya memasuki ruang operasi yang begitu dingin.


Tri mengenalkan beberapa ruangan di situ mulai dari ruang alat, kamar operasi, ruang induksi sampai recovery room.


Dia juga menjelaskan beberapa alat operasi yang baru pertama kali Agnes dan Merry liat.


" disini jangan sampai sok tau meski kalian tau.kita adalah junior disini.banyak senior yang gak suka dilancangi sama juniornya.Trus sama kak Hepi, mending keep silent, jangan membantah.cari aman saja.Tapi jangan kuatir, kita disini kayak keluarga.Jangan canggung satu sama lain kalo becanda.termasuk sama dokter dokternya juga ramah ramah.nanti dengan berjalannya waktu kalian akan terbiasa dan tau kebiasaan mereka disini.dan jangan malu bertanya" Tri mengakhiri penjelasannya dan mengajak keduanya melihat operasi yang sedang berlangsung.


Seusai jam kerja, Agnes menunggu beberapa akhwat yang sempat ia kenal di luar ruang ganti karyawan.


Dilihatnya Ratna, salah satu akhwat itu sudah selesai berganti.


" mbak Ratna..bisa bicara sebentar?" pintanya


" eh, iya..mbak Agnes ya? bisa mbak..yuk, ke masjid saja" ajaknya


" ada apa mbak?" tanya Ratna ketika mereka sudah duduk di teras masjid

__ADS_1


Agnes pun menceritakan masalahnya di ruang OK soal baju ganti, berharap Ratna bisa membantunya karena Ratna termasuk perawat senior seangkatan dengan Watik.


Ratna yang mendengarkan cerita Agnes ikut bersedih.


__ADS_2