
"Apa maksudnya Mas Sito? Antum sudah setuju dengan proses ini.Saya dari awal sudah menyampaikan untuk tidak main main.Saya juga sudah minta antum buat istikharah juga sebelum proses ini dilanjutkan.Dan antum juga yang setuju untuk lanjut proses kan" suara ustadz Samsul memberat, menandakan dia sedang menahan emosinya mendengar ucapan Sito beberapa saat sebelumnya.
flashback on
Setelah mendapat penolakan dari ibunya,Sito pun menemui ustadz Samsul untuk membatalkan khitbahnya.Dia menemui ustadz Samsul di rumahnya.
" Assalamualaikum,ust"
" Waalaikumsalam, masuk mas" ujar ustadz Samsul mempersilahkan Sito masuk.
" jadi, ada apa nih?" tanyanya ramah
Dengan ragu ragu, Sito mencoba menghela nafas panjang..
" Afwan ust, tentang proses khitbah saya dengan ukhti Wina, saya ingin menghentikannya" ucapnya tertunduk
__ADS_1
" maksudnya apa?" tanya ustadz Samsul merasa bingung
" maksud saya, saya tidak jadi melanjutkan proses khitbah saya.Karena ibu saya tidak menyetujuinya, ust" jelasnya masih dengan wajah tertunduk
Ustadz Samsul menghela nafas berat, mencoba menahan amarahnya..
" jadi, maksud antum ,proses khitbah antum dihentikan alias antum tidak jadi menikahi ukhti Wina, begitu?" tanyanya memastikan keputusan sepihak Sito yang dirasa sebagai keputusan plin plan itu.
" iya, ust" lagi lagi Sito hanya menundukkan kepala.
Sito hanya menunduk pasrah dengan kemarahan murobbinya itu.Ini memang kesalahannya tidak mendiskusikan dulu dengan keluarganya perihal proses lamarannya.Semua terjadi karena ia ingin segera bisa melupakan Agnes. Tak disangka, ternyata orang tuanya tak setuju dengan pilihannya.
" Afwan ust..saya yang salah.Saya memang belum memberitahu perihal proses ta"aruf saya kepada orang tua saya.Awalnya saya hanya ingin melihatnya dulu, tapi kemudian ternyata prosesnya seperti ini." jelas Sito penuh penyesalan.Penyesalan karena dia terlalu tergesa gesa.
" Afwan mas..kalo antum mau membatalkan khitbahnya, silahkan antum urus sendiri ke ukhti Wina dan keluarganya.Saya gak mau ikut campur lagi.Disini yang kena malu bukan cuma saya, tapi juga Wina dan keluarganya.Proses khitbah antum sudah delapan puluh persen dan antum membatalkan sepihak karena kesalahan antum sendiri.Coba antum pikirkan,jika itu terjadi di keluarga antum bagaimana? " cecar ust Samsul kemudian.
__ADS_1
Sito hanya menunduk pasrah. Ustadz Samsuk benar, jika ia membatalkan khitbahnya, maka dia telah berlaku dholim.Tapi, bagaimana dengan ibuknya?
Akhirnya Sito pulang tanpa sanggup mengangkat kepalanya.
" Ibuk, maafkan Sito.Sito terpaksa harus melanjutkan khitbah ini.kalo ibuk belum merestui, setidaknya jangan menghalangi niat Sito ya buk?" ijinnya memohon kepada ibunya
" baiklah..terserah kamu saja.Toh, yang menjalani kamu.Semoga kamu mendapatkan jalan terbaik dengan keputusanmu."akhirnya ibunya Sito hanya ikut pasrah menerima keputusan anaknya.
Setelah, mendapatkan ijin ibuknya, Sito melanjutkan proses khitbahnya.menyiapkan sendiri semua perlengkapan dan persyaratan khitbahnya,termasuk mahar dan ubo rampe pernikahan yang akan dilakukan secara sederhana dirumah Wina, selaku mempelai wanita.
Hingga hari pernikahan keduanya pun terlaksana dirumah sederhana nan minimalis itu. Hanya keluarga inti dari Sito yang hadir di acara itu.Pun dengan Wina, yang memang berasal dari keluarga sederhana.Hanya tetangga dan keluarga kecilnya yang hadir di acara itu.
Tak ada proses boyongan seperti lazimnya.Benar benar sederhana.
Setelah ijab kabul, Sito menginap sehari di rumah istrinya.Dan dia kembali ke rumah keesokan harinya, membawa status baru, dan istri baru.
__ADS_1