Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
masak urap


__ADS_3

Sudah 3 hari Agnes tinggal di tempat bude Yem.pelan pelan dia mulai terbiasa dengan penduduk rumah itu.Dan ternyata, di loteng atas masih ada penghuninya, asisten bude Yem yang bantuin motong ayam dan salah satu kerabatnya dari kampung yang jualan siomay keliling.


Mbak Mul dan ketiga anaknya menempati kamar paling ujung.Disampingnya ada kamar mbak Tri dan mas Jono dengan putranya.Di tengah ada kamar Suli dan ujungnya lagi kamar Lenong.Di rumah itu yang terlihat paling mengenaskan adalah mbak Mul dan anak anaknya.Dia adalah janda muda dengan 3 orang anak yang masih kecil.Suaminya meninggal setahun yang lalu karena overdosis narkoba.Dia dikucilkan karena awalnya keluarganya tidak menyetujui hubungannya dengan almarhum suaminya yang keturunan betawi tanpa pekerjaan yang jelas selain judi dan mabuk.Hingga parahnya sampai meninggal karena overdosis.Tapi meski sudah tau suaminya tidak baik, mbak Mul tetap mencintai suaminya karena menurutnya, suaminya menyayanginya.meski dia tukang judi ,mabuk dan mencuri, tapi tak pernah sekalipun main perempuan dan main tangan.Sehingga keburukan apapun tak memupuskan cintanya.


Sebagai balas budi karena diberi tempat tinggal gratis, para penduduk itu mempunyai tugas masing masing.Mbak Mul bertugas bersih bersih dan masak, sementara mbak Tri nyuci dan setlika.Tugas itu mereka lakukan disela sela kesibukan mereka berjualan.


Pagi ini, Agnes sudah selesai nyapu dan sedang mengepel.Kegiatan yang rutin ia kerjakan selama dirumah itu.Tentunya ketika rumah sudah mulai sepi.


" Nes..masak urap bisa?" tanya pakde yang baru saja datang membawa beberapa ikat sayuran dan bumbu bumbu.


" insyaAllah bisa pakde" jawab Agnes.


Ia segera menyelesaikan ngepelnya dan menyiangi sayuran.


" dimasak semua pakde?" tanyanya melihat banyaknya sayuran yang dibawa

__ADS_1


" kira kira saja Nduk..nanti yang makan paling cuma kita sama budemu.yang lainnya lebih suka jajan dan mereka bisa masak sendiri" ujar pakde ikut membantu menyiapkan bumbu urap dan memarut kelapa.


Sementara Agnes memasak sayuran dan menanak nasi.


" ini ayamnya diungkep dan digoreng saja Nduk. tadi budemu sendiri yang nyiapkan"


Agnes segera membersihkan ayam itu dan mencucinya.Beruntung dia sudah terbiasa memasak di rumah, sehingga tidak canggung lagi.


Jam 10 pagi, masakan pun sudah siap.


" kamu saja yang makan Nduk.pakde kalo sudah minum kopi item sama rokok dah cukup" katanya masih menghisap nikotin itu melalui pipa.


Agnes hanya mengangguk dan menikmati sarapannya sendiri.Di rumah ini, orang orang sudah berangkat ke pasar saat subuh .Jadi gak ada acara sarapan bareng.Mereka akan ketemu dan berkumpul saat sore dan malam saja.


Selesai makan, Agnes kembali ke kamar untuk melaksanakan dhuha dan sedikit meneruskan tilawahnya.Kegiatan itu yang bisa mengisi waktu luangnya di rumah itu sambil menunggu panggilan.

__ADS_1


Pakde Man sudah kembali ke pasar, tinggal Agnes di rumah sendiri.Dia memilih menunggu di lantai bawah sambil membaca buku.


tring tring tring.


Suara ponselnya berbunyi..


" hallo ,selamat pagi.dengan mbak Agnes? kami dari rumah sakit X, memberitaukan jadwal anda untuk mengikuti tes lanjutan besok pagi jam 8 di rumah sakit kami"


" iya, mbak..insyaAllah saya akan datang" jawab Agnes


" terima kasih, dan selamat siang"


Akhirnya ada panggilan juga.


Agnes segera masuk ke kamar dan menyiapkan perlengkapan tes nya besok.Dia sudah lumayan hapal dengan rute bis yang harus ia naiki menuju rumah sakit itu.Beruntung pakdenya dulu terbiasa keliling Jakarta sampai hapal rute bis.

__ADS_1


***


__ADS_2