
Agnes terbangun ketika alarm ponselnya berbunyi di jam 5 pagi.Dia memang sedang berhalangan,sehingga tidak salat.Bergegas mandi dan bersiap untuk kembali ke kos an, karena jadwalnya hari ini jaga siang.
Dilihatnya kamar Endang dan suaminya masih tertutup rapat.Dengan enggan, Agnes memilih berangkat tanpa pamit keduanya.
' nanti saja aku pamit lewat pesan, daripada ganggu orang tidur' batinnya.
Setelah mengirim pesan, Agnes melangkah keluar dan menutup pintu rumah dengan hati hati agar tak membangunkan penghuninya.Menyusuri gang perumahan yang masih sepi menuju halte bis yang tak jauh dari kontrakan Endang.
Udara Jakarta yang masih pagi pun terasa hangat bagi seorang Agnes yang sedari kecil terbiasa hidup di kampungnya di lereng gunung Lawu.
Menaiki bis kota yang sudah mulai penuh menembus jalan ibukota yang mulai padat merayap meski jam baru menunjukkan pukul 6 pagi.
Agnes tiba di kos setelah 2 jam perjalanan.Ia mengistirahatkan sebentar tubuhnya di kamar kosnya seorang diri sebelum berangkat jaga siang.
Elis teman sekamarnya pasti belum kembali,mengingat setelah kemarin baru pulang mudik.Mungkin nanti malam paling lambat besok pagi, gadis itu baru akan kembali.
Tak lupa memasang alarm jam 12 siang.Sejenak ia teringat ada pesan belum dibuka.
__ADS_1
Dari mas Sito...
Agnes tersenyum dan membaca pesan itu.
Rasa bersalah menggerogotinya ketika ia merasa telah mengecewakan Sito.
"aku bisa apa mas? tàkdir bukannya mendekatkan kita,tapi justru menjauhkan kita.apakah itu artinya kita tak berjodoh" batinnya sendu.
Masih teringat oleh Agnes ketika beberapa bulan kemarin ia menelpon ibunya..
" Nes...kamu ada uang nduk? sawah kita kali ini gak panen, dimakan tikus.di pasar juga dagangan sepi.padahal ibu masih punya tanggungan di bank" ucap ibuk Agnes terdengar memelas
Agnes terkaget mendengar keluhan ibunya.
" butuh berapa buk?" tanya Agnes sedih.Tak menyangka ternyata ibuknya masih punya tanggungan hutang meski ia dan kakak kakaknya sudah tak bersekolah lagi.
" seadanya kamu saja Nduk." jawab ibunya pasrah.
__ADS_1
" hutangnya ibuk masih berapa tahun?" akhirnya Agnes memberanikan diri bertanya
" masih 5 tahun nduk.itu juga kemarin ibuk pinjam kan buat beli rumah."
" iya buk..nanti Agnes kirim setelah gajian ya" hibur Agnes.
Agnes mendesah sedih.Ia ingin setelah 2 tahun bekerja bisa menikah, tapi jika beban ibuknya masih banyak, apa berani dia mengabaikannya.Ia tau kewajiban seorang gadis setelah menikah adalah kepada suaminya.Karenanya Agnes berusaha menjaga hatinya dari Sito, karena ia takut tak bisa memenuhi harapannya.Ia juga tak yakin lagi bisa pulang dan menikah setelah 2 tahun merantau.
flashback off
Meski Agnes telah bekerja dengan gaji yang sedikit diatas UMR jakarta, tapi justru dia tak banyak mempunyai tabungan.
Dia hanya akan menyisihkan sedikit gajinya setelah dipotong biaya hidup dan bayar kos, sisanya dikirimkan ke rumah, berharap uang yang tak seberapa itu mampu membantu menopang perekonomian keluarganya.Mengingat justru sekarang, orang tuanya tinggal sendiri dirumah.
Beruntung dia punya usaha sampingan jualan pulsa, pakaian dalam wanita serta agen kosmetik halal,sehingga bisa membantu membayar kos nya tiap bulan.
Demi menghemat pengeluarannya, Agnes bahkan tak membeli barang barang untuk dirinya sendiri, meski hanya baju sekalipun.Toh, baju bajunya dari butik tantenya dulu masih bagus dan muat di badannya.
__ADS_1