
Tak terasa sudah beberapa bulan Agnes bekerja, sesekali dia berkirim kabar kepada keluarganya.Bersyukur kesibukan barunya membuatnya tak punya banyak waktu untuk melamun.Targetnya adalah bekerja dan akan menikah setelah 2 tahun bekerja.
Bekerja, ikut kajian di masjid,liqo seminggu sekali adalah kesibukannya sekarang.Ditambah kadang kadang ia ikut bakti sosial sebagai relawan medis.
Sabtu ini, dia berencana main ke tempat Endang,kangen dengan kecerewetan sahabatnya itu.
Setelah menyelesaikan jaga paginya, Agnes segera meluncur ke halte bis naik mayasari ke arah pondok ranti.Meski pun jarang keluar rumah, tapi dia sudah hapal arah ke kontrakan Endang.
Menjelang tengah malam Agnes sampai dirumah Endang.Maklumlah, kemacetan Jakarta sampai sekarang belum teratasi meski malam minggu sekalipun.
Endang yang sudah Agnes kabari sebelumnya telah menyiapkan tempat tidur untuk Agnes.
" tidur dulu say.besok saja ceritanya ya" kata Endang yang kemudian juga kembali tidur ke kamarnya.
Agnes segera merebahkan badannya.Dia juga sudah sangat lelah hari ini.berjubel dalam bis kota yang sesak ditengah kemacetan panjang meski sudah lewat tol kota.
Paginya Agnes bangun sedikit terlambat ketika Endang dan suaminya sudah pulang jalan jalan pagi.
" udah bangun say" sapa Endang yang sudah membawa 3 bungkus bubur ayam
__ADS_1
" kalian darimana?" tanya Agnes
" jalan jalan saja sekitar kompleks.Mumpung mas Adi libur.sekalian beli sarapan.Yuk, kita makan dulu" ajaknya sembari menyiapkan piring dan sendok.
Ketiganya kemudian melahap bubur ayam itu ditemani segelas air putih.
" hari ini mau main kemana say?" tanya Endang setelah membereskan piring dan sendok kotor.
" aku tuh paling males keluar ya.semalam saja macetnya luar biasa.makanya tengah malam baru nyampe sini.pengen istirahat sajalah. kamu emang ada rencana keluar?" tanya Agnes
" gak sih.tapi kalo kamu mau, aku bisa anterin" jawabnya
Agnes dan Endang, keduanya kemudian pergi belanja sayur ke warung terdekat untuk menu makan siang.
Selesai masak, keduanya duduk santai diteras rumah yang rindang, sambil menemani mas Adi.
" Nes..gimana kabarnya kamu ma mas Sito?" tanya Endang
Agnes terdiam.Dia sendiri juga bingung dengan dirinya.Setelah beberapa bulan di Jakarta, dia belum berkabar padanya, bahkan dia juga tak tau kabar Sito.
__ADS_1
Pernah ada keinginan untuk menelpon, tapi kemudian dia urungkan.Bukankah seharusnya Sito yang menanyakan kabarnya?
" gak tau.Aku belum berkabar sama dia" jawab Agnes sendu.
" kenapa? bukankah sekarang kamu dah kerja,? kenapa belum ngabari? kasihan kali dia Nes.pas aku pulang dulu itu, dia nanyain kabarmu lho.Keliatan banget dia merindukanmu.Cobalah buat ngasih kabar.biar dia merasa senang."
"aku dah ganti nomer dan hape.gak nyimpan nomernya" jawab Agnes
" sini aku kasih nomernya.jangan alasan lagi.kirim kabar sekarang.kasihan anak orang diphp in.." cetus Endang.Gadis itu lebih bersemangat untuk menyatukan Agnes dan Sito.
Agnes memberikan ponselnya dan membiarkan Endang menambahkan kontak Sito disana.
" nih..dah aku save.sms in sekarang saja.ntar lupa.mumpung weekend, dia juga libur kan." paksa Endang
Agnes menerima kembali ponselnya dan mengecek nomer yang Endang masukkan.
Matanya membulat ketika melihat nama yang tertera" Mylovely"..apa apaan Endang ini" gerutunya.
Agnes langsung menatap Endang dengan tajam,sedangkan Endang hanya tersenyum menggoda.
__ADS_1
" gak jelas" gerutunya kemudian mengganti nama itu dengan Mas Sito.