Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
lamaran kerja


__ADS_3

" huh..selesai" guman Agnes memandang 3 stopmap berisi lamaran kerjanya yang akan dia masukkan ke beberapa rs swasta di kota kecil itu.


Hari ini, Agnes sudah janji dengan Lestari untuk keliling kota Solo memasukkan beberapa berkas lamaran.


Untuk keperluannya sehari hari ,Agnes memakai uang pribadinya dari membantu tantenya di butik..lumayan lah buat uang jajan, selagi nunggu panggilan.


Thin thin..


Suara bel motor mengusik keheningan Agnes.Diliatnya di luar, Lestari sudah datang dengan motor maticnya..Hari ini, gantian mereka akan naik motor matic punya Lestari untuk berkeliling.


" masuk dulu, Les" teriak Agnes dari dalam rumah.Gadis itu baru memakai kerudung pasminanya.


Lestari masuk setelah memarkirkan motornya di halaman.Ia duduk di sofa ruang tamu dan menunggu Agnes selesai dandan..


" Sorri, Les..kelamaan ya?" sapa Agnes sudah tampil cantik dan anggun dengan gamis dan pasminanya.

__ADS_1


" gak papa mbak..hari ini kita jadi masukin tiga rumah sakit kan mbak?" tanyanya memastikan jadwal mereka hari ini..


" iya Les..kayaknya tinggal 3 rumah sakit itu yang belum kita datengi..ya, siapa tau rejeki kita disalah satunya..gak enak kelamaan nganggur" ujar Agnes sembari memakai sepatu pantofelnya.." yuk, berangkat" ajaknya


" mbak yang di depan ya. aku belum punya SIM" pinta Lestari menyerahkan kunci motornya.


Agnes menerima kunci itu dan menstater motor Lestari setelah mengunci pintu rumah.


" Bismillah, Allahuma tawakaltu" doa Agnes dalam hati sebelum melajukan motornya.


" maaf mbak..untuk sementara rumah sakit kami belum menerima lowongan.tapi kalo mbak nya mau nitip berkas gak papa. nanti kami sampaikan ke bagian kepegawaian,dan akan kami hubungi kalo sewaktu waktu ada lowongan" ujar resepsionis siang itu.


" terima kasih mbak..kami nitip berkasnya dulu ya mbak" Agnes dan Lestari menyerahkan berkas lamaran mereka ke meja respsionis rumah sakit itu.


Ini adalah rumah sakit terakhir yang mereka datangi hari itu.Sebelumnya mereka juga mendapat penolakan halus dari 2 rumah sakit yang mereka datangi sebelumnya.

__ADS_1


Keduanya melangkah gontai dengan wajah yang sudah berpeluh keringat menghadapi cuaca panas siang itu.


" ini sudah rumah sakit terakhir yang kita datangi Les..tapi semuanya masih belum ada lowongan..apakah perlu kita melamar ke kota besar ya..menurutmu gimana, Les?" tanya Agnes ketika mereka sampai di parkiran.


" aku gak diijinkan jauh jauh mbak..bapak sama ibuk berpesan, walaupun di klinik dengan gaji kecil, tak masalah asal aku dekat rumah.soalnya sekarang hanya tinggal aku sama orang tuaku..adikku kuliah di luar kota dan jarang pulang" jawab Lestari


" kalo di klinik kayaknya aku gak minat Les..mumpung masih fresh,aku pengen cari pengalaman yang banyak.kalo terpaksa gak ada panggilan sampai bulan depan, mungkin aku akan merantau ke ibukota" ujar Agnes


" bapak sama ibuk ngijinin,mbak?" tanya Lestari.pasalnya dia juga tau Agnes adalah anak perempuan satu satunya di keluarganya dan orang tuanya sangat menyayanginya, tentu mereka tidak akan rela berjauhan dengan putrinya.


" Habis gimana lagi, Les..aku juga bingung


pengennya sih kerja yang deket deket saja, tapi kalo gak ada? Yang penting saat mereka tua nanti, aku siap merawat keduanya" jawab Agnes.Dia sendiri juga berat harus berpisah dengan orang tuanya, apalagi dengan murid murid TPAnya.Tapi jika jalan hidupnya harus berpisah dulu, mau bagaimana..gak mungkin dia akan menganggur, kecuali menikah dengan orang kaya yang akan menjamin kehidupannya.


......

__ADS_1


__ADS_2