
Setibanya di rumah bude, Agnes naik ke lantai 2 dimana pakde dan bude sudah menunggu disitu.
" sudah dapat angkot temanmu, nduk?" tanya bude
" sudah bude..baru saja" jawab Agnes kemudian ikut duduk di dekat budenya
" nanti kamu tidur sama Suli ya..kan sama sama perempuan.Nih, kamarnya Suli" bude Yem membuka salah satu kamar di tengah dengan deretan nama S-U-L-Y yang tergantung dipintu masuk.
Nampak di dalam kamar, Suli sedang duduk di pinggir ranjang yang kecil dan hanya muat satu orang.
" ni kan bisa muat berdua tempat tidurnya" ujar bude ikut duduk di sebelah Suli yang hanya tersenyum masam.
Agnes mencoba menahan untuk tidak menggerutu, bagaimana mungkin ranjang sekecil itu bisa muat berdua..yang ada salah satunya jatuh bahkan sebelum tidur.
Agnes hanya mengangguk dan tak ingin membantah.Masih bersyukur dikasih tumpangan, tidur dimanapun gak masalah buatnya.
" lemarinya yang bawah masih muat kan Sul" tanyanya pada anaknya.
" masih Ma.mbak Agnes bajunya banyak gak?" tanyanya
__ADS_1
" gak kok..satu rak cukup" jawab Agnes.
" ya sudah,kalian istirahat dulu.bude juga mau istirahat ke bawah.Sul, mbaknya diajakin ngomong biar kerasan" pesan bude sama Suli yang dibalas anggukan oleh gadis itu.
"Mbak...bajunya taruh sini saja." Suli menunjukkan rak paling bawah lemarinya untuk Agnes.Agnes pun mengangguk dan menata baju nya dan menyimpan koper kosongnya di pojok lemari.
" Sul, mbak mau salat dulu.wudhunya dimana?" tanya Agnes
" oh..didapur mbak..ayo," ajaknya menuju ke dapur.Disitu selain meja makan, kompor dan peralatan memasak juga ada ruang khusus untuk mencuci piring atapun sayuran.
"wudhunya disini saja mbak" tunjuknya pada kran air yang ada di belakang dapur.
Agnes mengangguk dan segera mengambil wudhu.
" iya" jawab Agnes menyelesaikan wudhunya
" salatnya di kamar saja mbak. diluar rame.nanti kalo sudah sore, semua pada kumpul di rumah, tambah rame lagi.sekarang masih istirahat di kamarnya sendiri sendiri"
Agnes mengikuti Suli dan masuk kamar ,menggelar sajadah dan memakai mukenanya.Ia mulai menjalankan kewajibannya, sementara Suli memilih tiduran memdengarkan music dari headsetnya.
__ADS_1
Selesai salat, Agnes menggelar karpet di bawah dan merebahkan badannya.Hawa Jakarta yang panas membuatnya gerah.setelah mengunci pintu, dibukanya kerudungnya dan merasakan desiran kipas angin menyapu wajahnya yang berkeringat.
Sepertinya dia harus terbiasa berpakaian panjang lengkap dengan jilbabnya di rumah ini, mengingat sebagian penghuninya bahkan laki laki asing.
Hingga ia pun tertidur..
****
Menjelang asar, terdengar suara berisik dari luar kamar, serta suara TV yang nyaring.
Agnes terbangun dengan peluh bercucuran.Hawa Jakarta benar benar menguras keringatnya.
Dipakenya kerudungnya dan dia keluar kamar, melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 15.30.Waktunya asar.
Sementara di ruang TV lantai itu, nampak anak kecil sedang menonton TV ditemani ibunya.Agnes yakin itu adalah mbak Mul dan anaknya.
" sudah bangun,Dik? keberisikan ya..maaf, Tria ini kalo jam segini sukanya nonton kartun" ujar mbak Mul merasa gak enak
" gak papa kok mbak..sudah sore juga.Agnes mau salat asar dulu." jawab Agnes meninggalkan keduanya dan mengambil wudhu di tempat sebelumnya dan saat ia kembali ke kamar, diliatnya Suli sudah bangun dan hendak keluar kamar.
__ADS_1
" mau salat mbak?" tanya ramah meski dengan muka bantal
" iya" jawab Agnes singkat.