
Agnes memilih menghabiskan waktunya untuk tidur bergelung selimut di kamar setelah meminum paracetamol yang dibelikan Sito saat pulang tadi.
Mereka memutuskan pulang setelah selesai acara santap siang di rumah Oki.
" dinginnya"...desah Agnes di balik selimut tebalnya.Mungkin efek obatnya ,dia pun tertidur pulas.Untung sedang datang bulan, jadi gak perlu terbangun untuk salat.
" Pak,Agnes belum pulang?" tanya ibu
" sudah kayaknya..coba liat dikamarnya"
Ibu membuka kamar Agnes dan menemukan anaknya yang bergelung selimut.Dia memilih menutup pintu kembali.
" lagi tidur dia, Pak"
" mungkin capek bu"
" jadi dia tadi ke tempatnya Oki?" tanya ibu
" kayaknya jadi bu.Tadi siang bapak pukang, dia gak ada"
" sendiri pak?" tanya ibu sedikit was was
" gak tau buk.bapak gak liat pergi sama pulangnya"
" oh.."
*****
Keesokan harinya, Agnes ijin sama tante Wi gak datang ke butik karena sakit.
__ADS_1
Tante Wi yang penasaran memutuskan sore nanti akan menjenguk Agnes.
Sementara Agnes kembali melanjutkan tidurnya dan hanya bangun untuk sibin, dan makan.
Dia harus meminum obatnya agar segera pulih.
Sore hari..
" Assalamualaikum" suara tante Wi membangunkan Agnes yang sedang tertidur
"Waalaikumsalam" jawab Agnes lirih.Ia mencoba beranjak dari tempat tidurnya dan menemui tante Wi.
" sakit apa sih, ponakan tante..kemarin kayaknya sehat sehat saja lho..kok jadi sakit? kamu gak ngapa ngapain kan kemarin?" tanya tante Wi menggoda Agnes
" apaan sih tan..cuma masuk angin saja kok..lagian udah beberapa hari terasa, tapi aku nekat aja kemarin..udah janjian soalnya"
" untungnya cuma masuk angin, kalo yang lainnya gimana? beneran kemarin gak ngapa ngapain sama dia?" tanya tante Wi masih gak percaya
" iya..tante percaya.Tapi sudah mendingan belum?"
" sudah tan..sudah minum obat kok"
" tumben mau minum obat..bukannya kamu paling susah kalo disuruh minum obat?" guraunya mengingat keponakannya ini sejak kecil memang susah minum obat meski cuma sirup yang rasanya jeruk.
" kan pengen sehat tan..soalnya demam mpe gigil gitu.pusing lagi..gak bisa sembuh cuma pake istirahat"
" lagian ya..kamu udah jadi perawat, tiap hari ketemu obat, ngasi obat orang sakit, tapi malah gak doyan obat.gimana pasienmu mau nurut"
" ya kan lain, udah tugasnya tan"
__ADS_1
Percakapan keduanya terhenti ketika suara seseorang mengucapkan salam.
Tante Wi segera beranjak keluar dan mendapati Sito berdiri di depan pintu dengan sekantong plastik.
Setelah mempersilahkan Sito masuk, Tante Wi kemudian memanggil Agnes.
" Nes..ada Sito di depan" katanya lirih
" apa??" Agnes kaget tak mengira Sito akan senekat itu datang ke rumahnya sendirian.
" hadeh..gimana tan?"
" ya temuin dulu..mungkin mau jenguk kali..tante liat dia bawa oleh oleh "
Agnes pun beranjak dan menemui Sito yang sudah duduk di sofa.
Sementara tante Wi,bapak dan ibu Agnes memilih menonton TV di ruang keluarga daripada menemani mereka.
Sito tersenyum melihat Agnes uang masih tampak pucat dengan jaket tebal dan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
" masih demam?" tanyanya lembut setelah Agnes duduk di sofa berseberangan.
" sudah mendingan kok mas..habis minum obat sudah berkurang banyak..tinggal sedikit demamnya" jawab Agnes membetulkan selimutnya.
" ini mas bawain makanan. kamu gak kerja kan.pasti bosan di rumah"
" iya mas..makasih..maaf ngrepoti"
" mau mas pijat refleksi biar cepat sembuh?" tawarnya
__ADS_1
????