
Malamnya setelah makan malam, Agnes masuk ke kamar yang sudah disediakan Endang setiap kali dia menginap.Meski seharian hanya di rumah, memasak, bercerita dengan sahabatnya, tapi Agnes merasa lelah juga.
Direbahkannya tubuhnya di atas busa tipis itu.Kemudian dia buka ponselnya, melihat pesan yang masuk.
" dari Mas Sito?" gumannya, kemudian dia buka pesan itu.
📩 Waalaikumsalam dik..alhamdulillah kabarnya baik.senang mas bisa dengar kabarmu. gimana kerjaaanmu?
💌 Alhamdulillah kerjaan baik mas..sejauh ini masih aman sih.tapi ya namanya karyawan baru ya harus banyak belajar.Gimana kabarnya di kampung mas?
sent...
centang dua..
masih online..
Menunggu pesan terbaca, Agnes membuka sosmed nya.Membaca banyak postingan.
__ADS_1
Dilihatnya lagi pesan dari Sito, masih centang dua.Dilihatnya jam di ponselnya, sudah jam 10 malam, mungkin sudah tidur.
' ya sudahlah..yang penting sudah dibalas.mending tidur..besok aku harus berangkat pagi biar gak terjebak macet' akhirnya Agnes pun tertidur.
******
Sementara di tempat lain, Sito baru selesai mengikuti liqo dengan ustadz samsul sehingga tak sempat melihat ponsel sederhananya.Dia tiba di rumah ketika jam sudah menunjukkan jam 10 malam.
Memasuki kamarnya dan merebahkan badannya.Seharian ini, dia sudah cukup lelah dengan kerjaan di sawah.Maklum, lagi musim panen dan dia sebagai anak laki laki yang tersisa di rumah, berkewajiban membantu orang tuanya.Keluarganya memang tak menggunakan jasa orang untuk memanen hasil sawahnya dan itu membuatnya terbiasa dengan pekerjaan berat.
tringtringtring...
Bunyi alarm membangunkan Sito.jam 03.30 pagi.Meregangkan badannya dan kemudian bangun.Dia menghidupkan ponselnya yang telah penuh.Tanpa menunggu, dia mengambil air wudhu dan memulai 2 rekaat tahajud.Mengakhiri dengan salam dan doa.
" masih ada waktu seperempat jam sebelum subuh.mungkin Agnes sudah membalas pesanku" gumannya kemudian membuka pesan di ponselnya.
Dan benar saja, hatinya menghangat ketika membuka pesan dari Agnes, bidadariku.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Sito mengetik pesan balasan.
📩 sudah bangun Dik? tahajud belum?Subuh disini terasa sepi tanpamu..
sent..
centang 2
" hemmm...mungkin dia masih tidur.sebaiknya aku ke masjid dulu sebelum keduluan yang lain" Sito segera mengambil peci dan jaketnya, meninggalkan kamarnya menuju masjid untuk mengumandangkan azan subuh.Hal yang rutin ia lakukan setelah mengenal Agnes.
Jika dulu, saat Agnes masih dirumah, selepas subuh Sito akan mencari cara untuk bisa jalan jalan dengan Agnes.Tapi setelah Agnes tidak ada, dia akan memilih kembali pulang dan meringkuk di kamarnya sampai jam 06.00 pagi, sebelum kemudian bersiap untuk berangkat kerja.
Tapi pagi ini, entah kenapa kerinduannya sama Agnes membawanya kembali menyusuri jalan jalan yang pernah dia lalui bersama.Menaiki sepeda gunungnya, Sito mengayunkan melewati rumah Agnes yang masih sepi.Berhenti sejenak dan membayangkan ketika mereka pernah ngobrol bersama.Airmatanya tak terasa menetes mengingat segala kenangan itu.
Entah kapan lagi bisa bersama gadis ceria itu.
" kapan kamu pulang Dik? Mas sudah kangen sama kamu.disini terasa sepi tanpamu" batin Sito kemudian memilih mengayunkan kembali sepedanya dan pulang.
__ADS_1