Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
rumah oki 1


__ADS_3

Sesuai janjinya beberapa hari yang lalu dengan Oki saat mereka bertemu tak sengaja di salah satu rumah sakit ketika memasukkan berkas lamaran kerja, hari ini Agnes akan mengunjungi sahabat kuliahnya itu.


Meski sejak kemarin malam Agnes merasa badannya sedikit demam, tapi dia tetap nekat pergi karena sudah janji dengan Sito yang memaksanya mengantar.Alasannya, Sito kuatir dengan Agnes kalo naik motor sendiri.Padahal Agnes sudah terbiasa melakukannya, bahkan Jogja Solo pun pernah dia tempuh.


Tapi itulah Sito, mendadak begitu protektif dengan Agnes.


Agnes telah bersiap pagi itu, rok levis dengan dalaman celana panjang, dipadu hem lengan panjang motif bunga warna salem lengkap dengan jilbab pasminanya.


Meski kepalanya terasa pusing dan terus saja berdenyut , dia berusaha menahannya.


" Assalamualaikum" suara Sito yang telah datang memaksa Agnes keluar kamarnya dan menyambar jaket serta tas cangklongnya.


" Waalaikumsalam" jawabnya sembari memakai sepatu flat shoesnya.." langsung saja mas..biar gak kesorean" ujarnya beranjak setelah menyelesaikan sepatunya


Sito yang hendak duduk mengurungkan niatnya dan kembali memakai sepatu dan helmnya.


" kamu keliatan pucat Dik?" tanya sedikit kuatir dengan penampilan Agnes yang sedikit pucat menurutnya


" gak papa kok mas..kan emang gak dandan, jadi keliatan pucat" elaknya


Sito hanya mengangguk dan segera menstater motornya, sementara Agnes naik dan meletakkan tasnya di tengah, sengaja memberi jarak agar tak bersentuhan dengan Sito.

__ADS_1


Mereka pun melaju.sesekali Sito mengajak Agnes ngobrol ringan, tetapi hanya dijawab sekedarnya oleh gadis itu.Hingga akhirnya dia memilih diam dan menikmati perjalanan seraya mengikuti petunjuk yang Agnes berikan.


Sementara Agnes mulai merasakan seluruh tubuhnya sakit dan kedinginan..kepalanya terasa berdenyut.Tapi dia tak mau menghentikan perjalanan mereka.Hanya bisa berharap agar ia cepat sampai rumah Oki dan bisa istirahat sebentar.


Setelah 1 jam 15 menit, akhirnya keduanya tiba di rumah Oki, dan disambut hangat gadis itu.


" masuk yuk mbak,mas.." ajaknya setelah acara salam dan cipika cipiki.


Agnes mengajak Sito untuk masuk ke rumah Oki dan duduk di ruang tamu rumah itu.


" kok sepi, Ki? pada kemana?" tanya Agnes setelah mendudukkan diri di kursi kayu berukir di ruangan itu.


" lagi ke rumah pakde mbak..ada acara disana?" jawab Oki yang telah keluar membawa 3 gelas es teh dan beberapa cemilan yang sudah ia siapkan sebelumnya.


" kamu gak datang?" tanya Agnes


" nanti agak sorean saja mbak..yuk diminum mbak,mas.." Oki menawarkan snack dan minumannya.


Agnes segera mengambil segelas es teh itu karena tenggorokannya memang terasa kering sejak tadi.


Nyesss..

__ADS_1


Sentuhan dingin itu segera menyentak Agnes yang memang sedang demam.Dia pun urung meminum es teh itu dan memilih menahan hausnya menunggu bongkahan es itu mencair.


Sito yang melihatnya mendadak kuatir.." kenapa?" bisiknya


" dingin mas" jawab Agnes lirih


Sito segera memyentuh dahi Agnes dan terkaget ketika merasakan hawa panas pada punggung tangannya.


" kamu demam Dik..sudah jangan diminum es nya" ujarnya menjauhkan es teh itu dari Agnes


Oki yang melihatnya menjadi bertanya tanya


" kenapa mbak? gak suka es teh?" tanyanya


" Dia demam mbak..bisa minta teh hangat saja" pinta Sito.pandangannya tak lepas dari Agnes yang seperti kedinginan.


Ingin rasanya dia mendekap dan memegang jari gadis itu untuk menyalurkan kehangatan.Tapi pastinya Agnes akan menolaknya dan memarahinya.


" oh..sebentar tak ambilkan..mau pake kayu putih mbak?" tawarnya sebelum beranjak


Agnes hanya mengangguk merasa tak enak hati telah mengganggu acara mereka hari ini dengan sakitnya yang gak bisa dikompromi..

__ADS_1


__ADS_2