Memilih Cita Atau Cinta

Memilih Cita Atau Cinta
tak direstui


__ADS_3

Kedekatan Agnes dan Sito mulai nampak semakin akrab, meski berkali kali Agnes meyakinkan dirinya untuk tidak jatuh pada pesona Sito.


Sito bahkan dengan percaya diri mulai mendekati Agnes bahkan main ke rumahnya, sehingga membuat Agnes harus menghindar.


Beruntung, Agnes mendapatkan peringkat 3 saat wisuda, sehingga orang tuanya bangga padanya.


***


" Nes..ibuk gak akan merestui kamu nikah kalo kamu belum kerja..Bapak dan ibuk sudah membiayai kuliahmu, setidaknya tunjukkan sama orang orang kalo sekolahmu berguna" ucap ibunya geram.Sebelumnya ibuk mendengar dan melihat sendiri kedekatan Agnes dan Sito.


Agnes hanya tersenyum getir..lagi lagi ibuk menuntut balasan kuliahnya.


Agnes bukan tidak berusaha, berapa banyak lamaran sudah ia ajukan ke berbagai rumah sakit di kota itu, tapi memang belum satupun yang dipanggil..Wajar memang, lulusannya seabreg, sedang yang dibutuhkan sedulit.


" kenapa lagi Nes?" tanya tante Wi yang melihat Agnes datang dengan muka suntuk


" ibuk ,tan..biasa..ngoyak oyak terus soal kerjaan..padahal aku juga sudah usaha, tapi kalo belum dipanggil mau apa" akhirnya Agnes mengeluarkan uneg unegnya.


" sabar..orang tua memang seperti itu..apalagi denger omongan tetangga yang lebih tajam dari silet." hibur tante


" mungkin memang Agnes harus ke Jakarta, tan..disana banyak rumah sakit, dan pasti banyak lowongan"


" jangan buru buru..tunggu yang disini dulu..lagian baru sebulan kan" hiburnya.." toh kamu juga gak nganggur kan? kamu juga udah kerja, bantu bantu, gak minta uang orang tua lagi" lanjutnya


" iya tan..Agnes boleh tanya gak?"


" soal apa?"

__ADS_1


" emmm..mas Sito" jawab Agnes malu malu


" kenapa? dah tertarik?" goda tante


"Agnes bingung tan..cowok itu berkali kali bilang serius sama Agnes dan siap melamar Agnes.Tapi Agnes masih punya tanggungan orang tua. Ibuk bilang gak akan ngijini kalo Agnes belum kerja."


" yah...kalo kamu sih sebenarnya bisa dapat yang lebih dari dia. kamu berpendidikan, akan menemukan banyak kenalan nantinya kalo sudah kerja" nasihat tante Wi begitu mengena.


"Tan, kapan kapan Agnes mau bicara dengan Mas Sito, apakah tante bisa membantu?" pinta Agnes


" tentu saja ,Nes..tante pasti bantu kamu..ketemu disini saja ya"


" trima kasih tante.."


***


Malamnya..selepas isya Agnes sudah di rumah tante Wi. Dia sudah menyiapkan banyak hal untuk dibicarakan dengan Sito.


Tante Wi segera membuka pintu dan mendapati Sito sudah berdiri di depan pintu "


waalaikumsalam, masuk Mas..duduk dulu ya..Tante panggilkan Agnes dulu"


" Nes....ada tamu"


Agnes bergegas menuju ruang tamu dan mendapati Sito sudah duduk di kursi itu dan tersenyum melihatnya.


" malam Mas.." sapa Agnes

__ADS_1


" iya Dik"


Hening


Mereka hanya saling melirik tanpa memulai percakapan, hingga tante Wi datang membawa minuman dan cemilan.


" kok diam diaman? nih, udah tante siapin minum sama cemilannya biar enak ngobrolnya..tapi jangan malam malam ya" ujar Tante Wi diikuti senyum jailnya.


Keduanya tersipu malu.


" diminum mas" akhirnya Agnes memberanikan diri memulai percakapan


" iya ,Dik..tantemu pengertian banget ya..ngasi tempat dan menyediakan hidangan buat kita kencan" goda Sito melirik Agnes yang sudah merona


" Tante memang seperti itu mas..Dia gak mau kita jadi bahan omongan orang." ujar Agnes mengingat sosok tantenya itu.


" kayaknya kamu dekat banget dengan tantemu.Sering ngobrolin aku juga gak?" tanyanya


" ya kadang sih"


" ngomongin yang baik baik pa yang jelek jelek nih?"


" dua duanya..." jawab Agnes terkikik


Sito hanya mencebikkan bibirnya..


" tapi banyak baiknya kok Mas.." godanya lagi

__ADS_1


" Dik?...."


******


__ADS_2